Madrid Di-Lockdown, Pengusaha Langsung Protes

Madrid Di-Lockdown, Pengusaha Langsung Protes Kredit Foto: Reuters/Susana Vera

Kota Madrid, Spanyol akan di-lockdown beberapa hari ke depan karena menjadi wilayah terparah di Eropa. Keputusan ini juga telah disetujui oleh para pemimpin wilayah yang menjadi ibu kota negara Matador.

Wilayah Madrid mencatatkan 859 kasus per 100.000 penduduk, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), selama kemunculan kembali infeksi virus corona di Spanyol--yang dalam gelombang pertama sempat menjadi salah satu negara dengan kasus terbanyak.

Baca Juga: Israel Butuh Setahun untuk Keluar dari Lockdown karena...

Rasio kasus COVID-19 di wilayah Madrid tercatat dua kali lipat dibandingkan rasio kasus secara nasional, yang kini mencapai 769.188 kasus, yang tertinggi di Eropa Barat, dengan kematian sebanyak 31.791 kasus.

Pemerintah pusat Spanyol pada Rabu (30/9) malam memutuskan untuk memberlakukan kembali aturan baru karantina wilayah untuk Madrid, yang berpenduduk total lebih dari tiga juta orang.

Keputusan itu awalnya membuat geram otoritas wilayah dan para pengusaha, karena kekhawatiran mengenai dampak terhadap kehidupan masyarakat di kota yang terkenal dengan bar, restoran, dan banyak turis di masa-masa normal itu.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini