PUPR Tawarkan Dua Proyek Infrastruktur kepada Investor

PUPR Tawarkan Dua Proyek Infrastruktur kepada Investor Kredit Foto: Pelindo II

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penjajakan minat pasar (market sounding) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi senilai Rp19,35 triliun serta penggantian dan/atau duplikasi jembatan tipe Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa dengan nilai investasi sebesar Rp2,35 triliun.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto, mengatakan bahwa melalui skema ini, pemerintah juga dapat memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan di antaranya pembiayaan sebagian konstruksi dan dukungan kelayakan.

Baca Juga: PUPR Selesaikan Pembangunan Rusun Santri di Bima

"Termasuk jaminan pemerintah pada proyek KPBU sehingga diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia," katanya di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Sebagai informasi, jalan Tol Gilimanuk–Mengwi sepanjang 95,51 Km akan menjadi ruas kedua di Provinsi Bali setelah Tol Bali Mandara. Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk pengembangan sektor pariwisata Bali bagian Barat dan Utara utamanya peningkatan konektivitas dari Pelabuhan Gilimanuk hingga ke Metropolitan Sarbagita yang kerap mengalami kemacetan.

Tol ini juga bagian dari pengembangan Jalan Tol Trans Jawa-Bali yang nantinya akan terhubung dari Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur dan diteruskan hingga ke Bali.

Mekanisme pengembalian investasi proyek Tol Gilimanuk–Mengwi menggunakan skema User Based Payment (UBP) dengan masa konsesi 45 tahun. Konstruksi tol direncanakan mulai 2021-2023 dan akan beroperasi penuh pada tahun 2024.

Pembangunannya dilaksanakan secara bertahap dibagi menjadi tiga seksi termasuk jalur kendaraan roda dua sepanjang 41,3 Km yang berada di seksi dua dan ketiga.

Sementara, untuk proyek penggantian dan/atau duplikasi jembatan CH terdapat 38 jembatan dengan total panjang sekitar 3.000 meter yang berada di dalam sistem jaringan jalan nasional dan jalur logistik nasional di Pulau Jawa, baik di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini