Portal Berita Ekonomi Sabtu, 28 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Bisnis RS Milik Konglomerat Berdarah-Darah: Dari Boenjamin Setiawan, Mochtar Riady, hingga Tahir

Bisnis RS Milik Konglomerat Berdarah-Darah: Dari Boenjamin Setiawan, Mochtar Riady, hingga Tahir
WE Online, Jakarta -

Konglomerat ialah status yang disandang oleh seseorang dengan total kekayaan bernilai fantastis. Berbagai bisnis pun dilakoni dan menjadi sumber harta bagi para miliarder, tak terkecuali bisnis kesehatan.

Hal demikianlah yang dilakukan oleh tiga konglomerat Indonesia, mulai dari Boenjamin Setiawan, Mochtar Riady, hingga Dato Sri Tahir. Menangkap peluang bahwa kesehatan menjadi suatu hal penting bagi masyarakat, ketiganya pun mendirikan rumah sakit (RS) swasta. Bukan sembarang RS, melainkan RS mewah dengan segala fasilitas lengkap yang ada.

Baca Juga: Duel Media Televisi Milik Konglomerat: Hary Tanoesoedibjo vs Eddy Sariaatmadja, Siapa Juara?

Namun, untuk sekarang ini tak ada bisnis yang benar-benar kebal terhadap pandemi Covid-19, sekalipun itu bisnis RS, tempat yang sejatinya akan menjadi tujuan seseorang untuk melakukan pengobatan atau perawatan. Buktinya, sepanjang enam bulan pertama tahun 2020 ini, kinerja keuangan dari RS milik ketiga konglomerat itu pun ikut berdarah-darah.

Lantas, separah apa dampak pandemi terhadap kinerja keuangan RS dari masing-masing konglomerat Indonesia? Simak ulasan berikut ini.

Mitra Keluarga - Boenjamin Setiawan

Rumah sakit swasta milik konglomerat pertama yang akan dibahas adalah RS Mitra Keluarga yang berdiri pada tahun 1995 silam. Jaringan rumah sakit yang tersebar hampir di semua wilayah ini dimiliki oleh taipan Boenjamin Setiawan dan telah teraftar di BEI dengan nama PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sejak 24 Maret 2015 lalu. 

Walau turut tertekan oleh wabah virus corona, kinerja keuangan Mitra Keluarga terbilang paling baik di antara dua rumah sakit yang menjadi kompetitornya. Bagaimanapun, emiten bersandi MIKA ini masih berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp317,6 miliar pada semester I 2020. Namun, capaian tersebut menurun 19,92% dari laba semester I 2019 yang kala itu mencapai Rp396,6 miliar.

Sejalan dengan itu, pendapatan yang dikantongi MIKA per Juni 2020 mencapai Rp1,44 triliun atau turun 9,03% dari Rp1,58 triliun pada Juni 2019 lalu. Manajemen MIKA mengaku, penurunan pendapatan paling terasa pada kuartal II tahun 2020.

Rawat inap menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan MIKA dengan porsi mencapai Rp934,29 miliar pada tahun ini, turun dari tahun lalu yang sebesar Rp996,35 miliar. Penurunan juga terjadi untuk pendapatan rawat jalan, yakni dari Rp588,09 miliar menjadi hanya Rp507,07 miliar.

"Cepatnya penyebaran virus SARS Cov-2 telah menyebabkan ketakutan di kalangan masyarakat Indonesia untuk melakukan perawatan medis di fasiltas kesehatan. Di saat bersamaan, beberapa dokter di Mitra Keluarga juga mengurangi jam praktik di rumah sakit. Oleh karena itu, volume rawat inap dan rawat jalan telah menurun masing-masing sebesar 11,43% yoy dan 19,72% yoy," tegas Mitra Keluarga dalam keterangan resminya dikutip pada Kamis, 2 Oktober 2020. 

Berdasarkan data yang dipublikasikan Mitra Keluarga, total pasien rawat jalan untuk semester I 2020 mencapai 1,03 juta pasien, turun dari tahun lalu yang mencapai Rp1,28 juta pasien. Sementara itu, pada periode yang sama tercatat ada 95,6 ribu pasien rawat inap, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 107,9 ribu pasien. 

"Sejak Juni 2020, pemerintah mulai melakukan relaksasi PSBB, perkantoran dan mal sudah mulai membuka kembali bisnis mereka. Hal ini diikuti dengan dokter mulai menambah kembali jam praktik mereka di rumah sakit, yang berdampak pada peningkatan volume di bulan Juni 2020 baik untuk pasien rawat inap dan juga rawat jalan," sambungnya.

Baca Juga

Tag: PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, RS Mitra Keluarga, Siloam Hospitals, Rumah Sakit Mayapada, konglomerat, Dato Sri Tahir, Mochtar Riady, Boenjamin Setiawan, Covid-19

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Https://mayapadahospital.com

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47