Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:00 WIB. KOSPI - 2.346 (19/10), 2.358 (20/10), 2.370 (21/10), 2.355 (22/10), 2.360 (23/10).
  • 11:59 WIB. Hang Seng - 24.542 (19/10), 24.569 (20/10), 24.754 (21/10), 24.786 (22/10), 24.918 (23/10).
  • 11:45 WIB. Shanghai Composite - 3.312 (19/10), 3.328 (20/10), 3.325 (21/10), 3.312 (22/10), 3.278 (23/10).
  • 11:43 WIB. Nikkei - 23.671 (19/10), 23.567 (20/10), 23.639 (21/10), 23.474 (22/10), 23.516 (23/10).
  • 11:41 WIB. FTSE 100 - 5.884 (19/10), 5.889 (20/10), 5.776 (21/10), 5.785 (22/10), 5.860 (23/10).
  • 11:40 WIB. Nasdaq - 11.478 (19/10), 11.516 (20/10), 11.484 (21/10), 11.506 (22/10), 11.548 (23/10).
  • 11:37 WIB. S&P 500 - 3.426 (19/10), 3.443 (20/10), 3.435 (21/10), 3.453 (22/10), 3.465 (23/10).
  • 11:36 WIB. Dow Jones - 28.195 (19/10), 28.308 (20/10), 28.210 (21/10), 28.363 (22/10), 28.335 (23/10).

Ilmuwan Berlomba-Lomba Kirim Misi ke Venus

Ilmuwan Berlomba-Lomba Kirim Misi ke Venus

Penemuan gas fosfin yang mengejutkan bisa menjadi tanda kehidupan di Venus. Peristiwa ini kembali menggairahkan minat ilmiah di planet tetangga terdekat Bumi.

Para peneliti dan badan antariksa di seluruh dunia kini berlomba untuk mengarahkan instrumen mereka, baik di Bumi maupun di luar angkasa, menuju Venus untuk memastikan keberadaan gas, yang disebut fosfin. Sebelum mempertimbangkan secara serius kemungkinan itu, para ilmuwan sangat ingin memastikan fosfin benar-benar ada di Venus.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Planet Seukuran Bumi Mengambang di Galaksi Bima Sakti

Dilansir dari Nature, belum semua orang yakin dengan pengamatan tim. Itu sebagian karena para peneliti hanya mengidentifikasi satu garis penyerapan untuk fosfin dalam data mereka.

Ilmuwan planet Jason Dittmann dari Massachusetts Institute of Technology mengusulkan untuk menggunakan dua instrumen. Yakni, fasilitas teleskop inframerah NASA di Hawaii dan yang ada di Observatorium Stratosfer NASA untuk Astronomi Inframerah.

Jauh dari Bumi, rencana lain sedang terjadi. Tiga misi dijadwalkan terbang mendekati Venus dalam beberapa bulan mendatang, yaitu pesawat ruang angkasa BepiColombo Eropa dan Jepang, dalam perjalanan ke Merkurius, pengorbit surya Badan Antariksa Eropa dan Parker Solar Probe NASA, keduanya dalam perjalanan menuju matahari.

Pengamatan oleh pesawat ruang angkasa ini menguntungkan karena tidak akan dibatasi oleh atmosfer Bumi. Namun instrumen tersebut dirancang untuk melihat hal lain, seperti permukaan Merkurius atau matahari, jadi tidak jelas apa perangkat tersebut memiliki kepekaan yang tepat untuk mendeteksi fosfin di atmosfer Venus.

Misi yang lebih menjanjikan kemungkinan besar masih dalam pengembangan, yang dapat diubah untuk mendukung deteksi fosfin. Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) memiliki pengorbit Venus bernama Shukrayaan-1, yang rencananya akan diluncurkan pada 2025. ISRO tidak menanggapi permintaan komentar Nature tentang rencananya untuk Venus.

Tetapi Sanjay Limaye, seorang ilmuwan planet di Universitas Wisconsin-Madison mengatakan ISRO memiliki cukup waktu untuk mempertimbangkan kembali instrumennya. Menurut Limaye, jika tidak melihat peluang itu adalah sebuah kesalahan.

Amerika Serikat dan Eropa juga sedang memikirkan misi ke Venus yang dapat memberikan data berguna tentang potensi kelayakan planet atau bahkan secara langsung mencari tanda-tanda kehidupan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Planet, Luar Angkasa

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Donald Giannatti

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.47 3,909.96
British Pound GBP 1.00 19,360.36 19,166.25
China Yuan CNY 1.00 2,215.33 2,193.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,811.69 14,664.31
Dolar Australia AUD 1.00 10,554.81 10,442.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.19 1,892.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.61 10,800.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,485.20 17,305.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.25 3,534.42
Yen Jepang JPY 100.00 14,145.44 14,000.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5112.188 20.372 706
2 Agriculture 1162.155 9.913 24
3 Mining 1435.499 5.179 47
4 Basic Industry and Chemicals 765.630 -1.582 80
5 Miscellanous Industry 951.694 22.664 53
6 Consumer Goods 1825.836 15.501 60
7 Cons., Property & Real Estate 323.756 11.438 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 812.761 -9.712 79
9 Finance 1127.096 1.833 93
10 Trade & Service 636.513 -0.535 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 376 470 94 25.00
2 BOLT 505 630 125 24.75
3 POLL 4,330 5,400 1,070 24.71
4 JSPT 920 1,135 215 23.37
5 PDES 202 244 42 20.79
6 JAWA 82 99 17 20.73
7 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
8 SMSM 1,260 1,400 140 11.11
9 PALM 280 310 30 10.71
10 GEMA 308 338 30 9.74
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 100 93 -7 -7.00
2 AIMS 129 120 -9 -6.98
3 BAJA 101 94 -7 -6.93
4 PBSA 650 605 -45 -6.92
5 TIRA 260 242 -18 -6.92
6 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
7 DMMX 188 175 -13 -6.91
8 YPAS 290 270 -20 -6.90
9 ESIP 117 109 -8 -6.84
10 OKAS 103 96 -7 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
2 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
3 TLKM 2,700 2,630 -70 -2.59
4 ANTM 1,085 1,085 0 0.00
5 ASRI 151 149 -2 -1.32
6 AGRO 370 350 -20 -5.41
7 BRPT 945 925 -20 -2.12
8 BBRI 3,300 3,290 -10 -0.30
9 BEST 179 182 3 1.68
10 PWON 404 416 12 2.97