Portal Berita Ekonomi Jum'at, 30 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:13 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,46 USD/barel.
  • 13:12 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 36,90 USD/barel.
  • 13:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1680 USD/EUR.
  • 13:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,20% terhadap Poundsterling pada level 1,2904 USD/GBP.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,39% terhadap Yen pada level 104,20 JPY/USD.
  • 13:05 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.869 USD/troy ounce.

Studi Terbaru Ungkap Stok Ikan Menipis di LCS Akibat Pendudukan China

Studi Terbaru Ungkap Stok Ikan Menipis di LCS Akibat Pendudukan China
WE Online, Jakarta -

Ketegangan di kawasan sengketa Laut China Selatan terus tinggi seiring meningkatnya kehadiran China di wilayah tersebut dan adanya kekhawatiran jumlah stok ikan.

Sebuah laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menemukan bahwa persediaan stok ikan di wilayah Laut China Selatan semakin menipis hingga 95 persen sejak tahun 1950-an, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Express.

Baca Juga: Gak Cuma Perkasa di LCS, China Juga Makin Bercokol di Wilayah...

Dalam dua dekade terakhir, CSIS juga memperkirakan jumlah tangkapan turun hingga 75 persen.

China telah banyak berinvestasi dalam industri perikanan dengan menggelontorkan dana subsidi miliaran dolar AS untuk subsidi meningkatkan kapal penangkap ikannya di wilayah tersebut.

Pada tahun 2018, CSIS menemukan bahwa Pemerintah China memberikan dana subsidi 7,2 miliar dolar AS (setara Rp106 triliun) kepada nelayannya untuk memastikan mereka dapat melakukan perjalanan lebih jauh dan menangkap ikan lebih lama di Laut China Selatan.

Meningkatnya persaingan di perairan yang kaya sumber daya alam itu mendorong nelayan lokal dari negara tetangga semakin jauh ke darat dan menyebabkan harga ikan makin mahal.

Tabitha Mallory selaku CEO China Ocean Institute, sebuah firma riset kebijakan perikanan, menegaskan Beijing memiliki keuntungan besar dibandingkan negara-negara tetangga seperti Filipina, karena dapat menghindari peraturan penangkapan ikan tertentu.

Mallory mengklaim China dapat mengubah bendera hingga 1.000 kapalnya saat memancing di wilayah tersebut.

“Salah satu hal yang dilakukan China adalah menghindari beberapa batasan yang dimiliki negara tuan rumah terhadap armada penangkap ikan asing dengan menandai kembali kapal mereka," kata Mallory.

“Ada laporan baru-baru ini, yang memperkirakan sebanyak 1000 kapal penangkap ikan yang beroperasi dengan cara ini sebenarnya milik China," kata dia menambahkan.

China berkeras dapat menangkap ikan di tempat yang diinginkannya dan mengklaim wilayah luas Laut China Selatan hingga pantai Filipina, Malaysia, dan Taiwan.

Menurut Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) tahun 1982, negara-negara mengontrol sumber daya laut dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) sejauh 200 mil. Daerah di luarnya kemudian dianggap perairan internasional.

Di bawah hukum internasional, sebagian besar Laut China Selatan berada di bawah kekuasaan Vietnam, tetapi China berpendapat mereka memiliki kedaulatan historis atas sebagian besar jalur air atau disebut juga sembilan garis putus-putus.

Beijing mengklaim wilayah laut berbentuk U, yang mencakup zona ekonomi eksklusif (ZEE) Vietnam, Kepulauan Paracel dan Kepulauan Spratly.

Wilayah tersebut juga tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif yang dikuasai Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Partner Sindikasi Konten: Pikiran Rakyat

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), Laut China Selatan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Geopolitical Intelligence Service/MacPixxel

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10