Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:31 WIB. USD/EUR - 1,1776 (19/10), 1,1821 (20/10), 1,1861 (21/10), 1,1816 (22/10), 1,1859 (23/10).
  • 09:30 WIB. USD/GBP - 1,2947 (19/10), 1,2944 (20/10), 1,3144 (21/10), 1,3081 (22/10), 1,3040 (23/10).
  • 09:26 WIB. CNY/USD - 6,6803 (19/10), 6,6754 (20/10), 6,6503 (21/10), 6,6821 (22/10), 6,6843 (23/10).
  • 09:24 WIB. JPY/USD - 105,42 (19/10), 105,49 (20/10), 104,56 (21/10), 104,82 (22/10), 104,69 (23/10).
  • 09:22 WIB. IDR/USD - 14.670 (19/10), 14.650 (20/10), 14.610 (21/10), 14.640 (22/10), 14.650 (23/10).

Kisah Perusahaan Raksasa: Bank of China, Taipan China Bagian dari Big Four Global

Kisah Perusahaan Raksasa: Bank of China, Taipan China Bagian dari Big Four Global
WE Online, Jakarta -

Memasuki abad ke-21, posisi China dalam perekonomian global semakin menguntungkan. Fakta menunjukkan, empat bank terbesar dunia --berdasar pada jumlah aset dan pendapatan tahunan-- adalah milik China, menurut laporan S&P Global Market Intelligence dan Global 500 Fortune. Kempat bank tersebut adalah Industrian & Commercial Bank of China, China Construction Bank, Agricultural Bank of China, dan Bank of China. 

Empat raksasa China itu masing-masing telah memiliki aset lebih dari 3 triliun dolar AS dengan nilai kolektif yang dimiliki lebih 1,07 persen pada 2019. Capaian itu dipengaruhi salah satunya reformasi di dalam badan-badan perbankan China dalam tempo dua dekade ke belakang. Dengan begitu lembaga keuangan tersebut dapat beroperasi secara signifikan.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Mitsubishi, Konglomerat dan Pebisnis Ulung Sejak Awal Jepang

Si anak sulung, Industrial & Commercial Bank of China duduk di urutan pertama dalam jajaran empat besar bank milik Negeri Tirai Bambu. Bank ini pada pertengahan 2020 memiliki aset lebih dari 4,32 triliun dolar dengan pendapatan bersih setahun mencapai 177 miliar dolar AS. Pada periode yang sama, di urutan kedua dan ketiga ditempati China Construction Bank dengan aset 3,38 triliun dolar dan Agricultural Bank of China (3,29 triliun dolar AS). 

Sementara pada kesempatan hari Selasa (6/10/2020) ini, Warta Ekonomi akan mengulas "si bungsu" dari empat raksasa perbankan China. Bermodal sejumlah sumber yang relevan, kami siap sajikan uraian perusahaan raksasa tersebut menjadi artikel sebagai berikut. 

Imperial_Bank_of_China%2C_1898_Peking_branch_Taels_issue.jpg

Perjalanan dimulai pada masa Dinasti Qing, era monarki terakhir dari China. Setelah berakhirnya Perang Candu (Opium War) pada 1842, China di bawah pengaruh asing secara terbuka mempersilahkan bank mancanegara masuk ke dalam pemerintahan Qing. Sebagai gantinya, bank-bank yang bercokol di sana harus memberikan pinjaman kepada Dinasti Qing. 

Meningkatnya sentimen nasionalis terhadap pemerintah Qing pada akhir abad melahirkan percobaan pertama pendirian bank di China. Itu dimulai dengan pembentukan Imperial Bank of China di Shanghai pada 1897. Pemerintahking merespons dengan mengesahkan pembentukan bank-bank milik orang China di Beijing, antara tahun tersebut. 

Pada 1905 lahirlah Bank of the Board of Revenue (Daqing Hubu) yang dimiliki bersama oleh pemerintah Qing dan warga negara. Lembaga ini diketahui sebagai bank milik pemerintah tertua yang dioperasikan di China.  

Tiga tahun berselang, pemerintah Qing mengganti nama bank tersebut menjadi Da Qing Bank. Pada saat itu pemerintah Qing memberi wewenang kepada bank tersebut untuk menerbitkan uang dan mengawasi keuangan. Tugas lainnya adalah bank harus mengkoordinasikan utang pemerintah. 

Sun-Yat-sen.jpg

Memasuki tahun-tahun revolusi republik pada 1911, mengakibatkan Dinasti Qing hanya tinggal nama. Sebab Pu Yi, kaisar terakhir dinasti Qing turun demi Republik China yang baru. Atas persetujuan pemerintah China baru di bawah kuasa Sun Yatsen, Da Qing Bank berganti nama menjadi Bank of China. Usul tersebut dikemukakan oleh kepala reformasi keuangan bernama Chen Jintao. Kantor pusatnya saat itu bertempat di Shanghai. 

Bank of China --selanjutnya BOC-- tetap mendapat bagian sentral di pemerintahan Sun. Sejak 1928, BOC memiliki wajah baru sebagai bank milik pemerintah untuk pertukaran internasional. Posisi ini diperkuat dengan pembukaan kantor di London, Inggris pada 1929. Kala itu pembukaan kantor London menandai pertama kalinya bank CHina membuka kantor di luar negeri. 

BOC dengan cepat memperluas bisnisnya ke luar negeri. Sampai akhir 1940-an saja, bank telah membuka 34 cabang di luar China. Termasuk yang terbesar ada di Hong Kong, yang didominasi Inggris. 

Setelah Perang Saudara China berakhir pada 1949, Bank of China secara efektif terpecah menjadi dua operasi. Sebagian dari bank tersebut dipindahkan ke Taiwan dengan pemerintahan Kuomintang (KMT), dan diprivatisasi pada 1971 menjadi International Commercial Bank of China. 

Kedatangan kekuasaan pemerintah Komunis di bawah Mao Zedong menandai era baru BOC. Bank asing diharuskan angkat kaki dari negara itu. Pada saat yang sama, sektor perbankan dalam negeri dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah dan direformasi menjadi empat badan utama. BOC, yang tetap menjadi salah satu dari empat operasi perbankan terkemuka di negara itu, kemudian mengkhususkan diri sebagai bank devisa pemerintah, yang bertanggung jawab atas perdagangan luar negeri dan operasi perbankan internasional.

W020100129597356079102.jpg

BOC tetap menjadi wajah perbankan publik di China ketika negara itu jatuh ke dalam isolasi politik dan ekonomi selama tiga dekade. Pada akhir 1970-an, pemerintah China bertekad untuk mengakhiri upaya swasembada. Pemerintah melakukan hal sebaliknya dengan memulai membuka kembali hubungan internasional dan pelonggaran kebijakan ekonomi secara bertahap. 

BOC memainkan peran utama dalam memperkenalkan kembali China ke pasar global. Oleh karena itu, BOC bertindak sebagai perantara dalam merundingkan sejumlah perjanjian perdagangan penting, seperti perjanjian pinjaman energi pertama negara tersebut dengan Export and Import Bank of Japan pada 1979.

Baca Juga

Tag: Perusahaan Raksasa, Bank of China

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.47 3,909.96
British Pound GBP 1.00 19,360.36 19,166.25
China Yuan CNY 1.00 2,215.33 2,193.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,811.69 14,664.31
Dolar Australia AUD 1.00 10,554.81 10,442.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.19 1,892.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.61 10,800.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,485.20 17,305.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.25 3,534.42
Yen Jepang JPY 100.00 14,145.44 14,000.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5112.188 20.372 706
2 Agriculture 1162.155 9.913 24
3 Mining 1435.499 5.179 47
4 Basic Industry and Chemicals 765.630 -1.582 80
5 Miscellanous Industry 951.694 22.664 53
6 Consumer Goods 1825.836 15.501 60
7 Cons., Property & Real Estate 323.756 11.438 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 812.761 -9.712 79
9 Finance 1127.096 1.833 93
10 Trade & Service 636.513 -0.535 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 376 470 94 25.00
2 BOLT 505 630 125 24.75
3 POLL 4,330 5,400 1,070 24.71
4 JSPT 920 1,135 215 23.37
5 PDES 202 244 42 20.79
6 JAWA 82 99 17 20.73
7 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
8 SMSM 1,260 1,400 140 11.11
9 PALM 280 310 30 10.71
10 GEMA 308 338 30 9.74
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 100 93 -7 -7.00
2 AIMS 129 120 -9 -6.98
3 BAJA 101 94 -7 -6.93
4 PBSA 650 605 -45 -6.92
5 TIRA 260 242 -18 -6.92
6 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
7 DMMX 188 175 -13 -6.91
8 YPAS 290 270 -20 -6.90
9 ESIP 117 109 -8 -6.84
10 OKAS 103 96 -7 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
2 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
3 TLKM 2,700 2,630 -70 -2.59
4 ANTM 1,085 1,085 0 0.00
5 ASRI 151 149 -2 -1.32
6 AGRO 370 350 -20 -5.41
7 BRPT 945 925 -20 -2.12
8 BBRI 3,300 3,290 -10 -0.30
9 BEST 179 182 3 1.68
10 PWON 404 416 12 2.97