Portal Berita Ekonomi Rabu, 28 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 6,7149 CNY/USD.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,53% pada level 24.787.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,56% pada level 2.330.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,04% pada level 23.485.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,10% pada level 3.254.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,28% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,21% pada level 5.779.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,17% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

Kesadaran Keamanan Siber Perlu Dibangun Semua Stakeholder

Kesadaran Keamanan Siber Perlu Dibangun Semua Stakeholder
WE Online, Jakarta -

Keamanan data pribadi menjadi hal yang penting di era sekarang. Kesadaran tentang keamanan siber termasuk data pribadi menjadi sorotan yang tak lepas dari hidup saat ini.

Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia perlu memiliki kesadaran tentang keamanan data pribadi. Pakar keamanan Kaspersky, Yeo Siang Tiong, menyebut Indonesia perlahan mulai tumbuh seiring dengan makin pentingnya untuk terhubung dengan internet.

Baca Juga: Banyak Dipilih karena Aman, Awas OS Linux Kini Jadi Incaran Penjahat Siber

"Untuk Indonesia karena mereka makin konsumtif dalam hal tetap terkoneksi di masa pandemi ini, kesadaran keamanan masyarakatnya juga kian lama kian tumbuh. Masyarakatnya sedikit demi sedikit mulai menyadari, walaupun tetap masih dibutuhkan peningkatan untuk itu," kata Siang Tiong dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/10/2020).

Meski sudah menjadi kepentingan yang tidak dapat dihindarkan, Indonesia masih belum memiliki aturan yang secara khusus mengatur tentang keamanan data pribadi. Siang Tiong menambahkan, masalah keamanan siber menjadi masalah yang tidak hanya dihadapi oleh Indonesia saja.

"Seluruh negara sekarang menghadapi tantangan siber di masa pandemi, tidak terkecuali di Indonesia apalagi populasinya luar bisa ditambah populasi anak mudanya juga demikian besar. Semua stakeholder harus saling berkolaborasi dengan baik demi mewujudkan kesadaran keamanan itu," ujarnya.

Stakeholder yang bertanggung jawab terhadap keamanan siber terdiri dari perusahaan keamaman siber, institusi pendidikan, media, hingga pemerintah. Kolaborasi di antaranya harus baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan siber.

"Berikan oportuniti lebih besar terhadap keamanan siber, edukasi cybersecurity di sektor pendidikan, sehingga publikasi di media juga makin menonjol untuk keamanan siber. Dengan begitu, pemerintah selanjutnya dapat memainkan perannya," kata Vitaly Kamluk Director of Global Research & Analysis Teams Kaspersky Asia Pasifik.

Serangan siber yang menyasar ke Indonesia bervariasi mulai dari pencurian data individu hingga serangan ke bisnis kecil hingga korporasi. Laporan Kaspersky sebelumnya menyebut bahwa Indonesia menjadi negara dengan jumlah serangan cryptojacking terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah terbanyak se-Asia Tenggara di periode 2019-2020.

Serangan terhadap korporasi yang berakibat pada bocornya data individu juga pernah terjadi beberapa kali di Indonesia. Platform waralaba daring Bukalapak mengalami kebocoran data sebanyak 13 juta penggunanya. Kemudian, platform waralaba Tokopedia juga mengalami kebocoran data sebanyak 91 juta penggunanya dan lebih dari tujuh juta merchantnya.

Hingga kini, pemerintah belum juga merampungkan rancangan undang-undang perlindungan data pribadi di mana akhirnya Indonesia memiliki aturan khusus yang mengatur tentang hal tersebut.

Baca Juga

Tag: Digital Economy, Kaspersky Lab, Siber

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Kaspersky

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5128.225 -15.824 706
2 Agriculture 1199.635 11.974 24
3 Mining 1418.022 -8.590 47
4 Basic Industry and Chemicals 762.316 -5.896 80
5 Miscellanous Industry 958.056 5.481 53
6 Consumer Goods 1805.203 -6.371 60
7 Cons., Property & Real Estate 330.972 -2.821 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 808.578 -6.192 79
9 Finance 1139.651 -2.041 93
10 Trade & Service 642.879 0.640 175
No Code Prev Close Change %
1 SOHO 4,850 6,050 1,200 24.74
2 WIIM 372 464 92 24.73
3 KOTA 260 324 64 24.62
4 ALMI 204 240 36 17.65
5 DFAM 286 332 46 16.08
6 SAME 143 166 23 16.08
7 AIMS 113 131 18 15.93
8 OMRE 294 340 46 15.65
9 JAYA 112 128 16 14.29
10 ATIC 550 615 65 11.82
No Code Prev Close Change %
1 PLAN 284 264 -20 -7.04
2 OKAS 115 107 -8 -6.96
3 POLL 6,475 6,025 -450 -6.95
4 DEAL 173 161 -12 -6.94
5 KBAG 58 54 -4 -6.90
6 PALM 380 354 -26 -6.84
7 CBMF 352 328 -24 -6.82
8 TGRA 103 96 -7 -6.80
9 ROCK 1,185 1,105 -80 -6.75
10 PTPW 1,340 1,250 -90 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 234 220 -14 -5.98
2 SAME 143 166 23 16.08
3 BRIS 1,250 1,235 -15 -1.20
4 BHIT 50 50 0 0.00
5 TLKM 2,650 2,620 -30 -1.13
6 BBNI 4,850 4,740 -110 -2.27
7 BBRI 3,340 3,360 20 0.60
8 AGRO 358 372 14 3.91
9 WIIM 372 464 92 24.73
10 ANTM 1,060 1,055 -5 -0.47