Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,32% pada penutupan sesi I.
  • 09:38 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,76 USD/barel.
  • 09:37 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,55 USD/barel.
  • 09:37 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Euro pada level 1,1843 USD/EUR.
  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Poundsterling pada level 1,3128 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,74% pada level 24.570.
  • 09:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,80% pada level 2.351.
  • 09:33 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,68% pada level 23.478.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka melemah 1,07% pada level 3.289.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka melemah 0,22% pada level 2.520.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,25% terhadap Yuan pada level 6,6673 CNY/USD.
  • 09:31 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,02% terhadap Dollar AS pada level 14.635 IDR/USD.
  • 09:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yen pada level 104,71 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.913 USD/troy ounce.

Usulan HJE 100%, Akal-akalan Produsen dari Amerika untuk Kurangi Persaingan?

Usulan HJE 100%, Akal-akalan Produsen dari Amerika untuk Kurangi Persaingan?
WE Online, Jakarta -

Saat ini perhatian pelaku industri hasil tembakau (IHT) di Tanah Air tertuju ke Kementerian Keuangan. Para pengusaha IHT, khususnya rokok, menanti aturan Kementerian Keuangan menyangkut besarnya tarif cukai yang akan dikenakan kepada industri tahun depan (2021). Namun, belum lagi PMK termutakhir dirilis, sebuah usulan ambigu dari satu produsen rokok dari Amerika Serikat agar Pemerintah menetapkan harga transaksi pasar (HTP) secara penuh (100% dari harga banderol), tidak lagi 85% dari harga yang tertera pada banderol. 

Penetapan HTP 85% dari harga banderol itu tertuang dalam Aturan Dirjen Bea dan Cukai No. 37/2017 tentang Tata Cara Penetapan Tarif CHT. Bila harga di banderol, misalnya, Rp10.000, produsen diperkenankan menjual senilai Rp8.500 per bungkus (HTP). Pengaturan floor price tadi memiliki latar belakang tersendiri.  Baca Juga: BPOM AS: Regulasi Produk Tembakau Alternatif Perlu Berbasis Sains

Pertama, aturan tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian konsumsi. Pengaturan ini mencegah pembelian rokok oleh anak-anak di bawah umur. Pengusaha diatur sedemikian rupa sehingga tidak berlomba-lomba menjual produknya dengan harga semurah mungkin (predatory pricing). Selanjutnya, pengaturan HJE 85% ini dibuat untuk menjaga persaingan yang sehat serta memberikan perlindungan terhadap industri kecil dan menengah.

Usulan menghilangkan floor price tersebut mencuat karena diduga ada banyak pelanggaran atas aturan tadi. Banyak produsen diduga menjual produknya di bawah ketentuan floor price tadi. Akibat praktek tersebut, Negara dirugikan hingga Rp2,6 Trilyun karena adanya “diskon” yang diberikan oleh Ditjen Bea dan Cukai.

Sunaryo, Kasubdit Tarif Cukai dan Harga Dasar Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC), menolak pernyataan bahwa Negara dirugikan. Ia juga menampik pendapat yang menyudutkan DJBC, yang seakan-akan memberikan diskon kepada produsen rokok. Baca Juga: Simplifikasi Tarif Cukai Hasil Tembakau Bisa Matikan Petani!

Penerapan floor price tersebut, menurut Sunaryo, tidak mempengaruhi penerimaan Negara sama sekali karena pengusaha rokok membayar cukai mereka dalam jumlah rupiah per batang, dan selalu dibayarkan di depan. Lebih jauh Sunaryo mengatakan bahwa, penetapan floor price juga tidak memberikan efek apapun kepada penerimaan pajak rokok karena pajak rokok dibayar 10% dari cukai rokok tersebut. Aturan itu juga tidak akan mempengaruhi penerimaan Negara terhadap PPn hasil tembakau (HT) karena pengenaan PPn HT ditentukan berdasarkan HJE Banderol. 

Sulami Bahar, Ketua Gapero (Gabungan Perusahaan Rokok) Surabaya, menilai kebijakan HJE 85% ini sudah tepat dan tidak perlu lagi diubah-ubah. Menurut Sulami, tidak ada perusahaan rokok yang bisa menetapkan harga jual ke konsumen hingga 100% dari HJE mempertimbangkan kenaikan cukai tinggi di tahun 2020. “Perusahaan rokok besar saja banyak yang menetapkan harga 85%,” katanya dalam keterangannya, Rabu (7/10/2020).

Penetapan HJE 85% ini, dalam pandangan Sulami, tidak akan membuat Negara rugi. “Yang ada malah pengusaha yang memperoleh beban tambahan karena mereka membayar cukai secara penuh namun menjual produk mereka 85% dari HJE (lebih rendah),” katanya. Kalau ada pihak yang mendorong penetapan HJE 100%, menurut Sulami, kemungkinan besar berkaitan dengan kemampuan pihak tersebut dalam mempertahankan pangsa pasarnya. “Dia tidak mau kehilangan pasar, sekaligus berupaya untuk mengurangi persaingan dengan merek lain,” katanya. 

Menurut Dr. Satriya Wibawa, peneliti Universitas Padjajaran, ketentuan floor price tadi bersifat non budgeter, yang berkaitan dengan urusan pengendalian. Cukai, lanjut Satriya, memiliki dua sifat yakni, non budgeter dan budgeter (berkaitan dengan besarnya penerimaan negara). Apabila floor price tadi ditiadakan (dibuat 100%), maka dampaknya akan dirasakan oleh petani dan tentu saja industri. 

Serapan tembakau petani akan berkurang dan industri akan memutar otak untuk menghasilkan produk yang mampu diserap pasar. Karena yang mampu bertahan adalah produsen yang memiliki kemampuan keuangan yang besar, Satriya mewanti-wanti timbulnya kemungkinan hanya akan ada satu pemain saja nantinya. 

“Jelas akan tercipta (pasar yang) monopolistis, bahkan sebetulnya saat ini oligopoli sudah terjadi,” katanya.

Baca Juga

Tag: Tembakau, Industri hasil tembakau (IHT)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Saiful Bahri

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.38 3,898.98
British Pound GBP 1.00 19,395.13 19,194.83
China Yuan CNY 1.00 2,215.93 2,193.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,479.66 10,373.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,895.91 10,781.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,495.65 17,315.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,562.59 3,521.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,108.79 13,964.40
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5096.446 -3.394 707
2 Agriculture 1163.989 1.570 24
3 Mining 1444.949 11.076 47
4 Basic Industry and Chemicals 759.889 4.898 80
5 Miscellanous Industry 930.858 11.455 53
6 Consumer Goods 1822.694 -3.494 60
7 Cons., Property & Real Estate 313.044 -2.121 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 820.850 1.847 79
9 Finance 1123.950 -7.834 94
10 Trade & Service 639.715 3.932 175
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 96 114 18 18.75
2 LION 238 270 32 13.45
3 PTIS 137 155 18 13.14
4 CNTX 200 226 26 13.00
5 TRIN 234 262 28 11.97
6 SAME 134 150 16 11.94
7 WAPO 70 78 8 11.43
8 INTD 142 156 14 9.86
9 INKP 8,650 9,475 825 9.54
10 PORT 440 480 40 9.09
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 306 276 -30 -9.80
2 BRIS 1,500 1,395 -105 -7.00
3 OKAS 115 107 -8 -6.96
4 POLL 4,890 4,550 -340 -6.95
5 BNLI 2,590 2,410 -180 -6.95
6 LCKM 346 322 -24 -6.94
7 JSKY 188 175 -13 -6.91
8 APEX 160 149 -11 -6.88
9 CTBN 2,930 2,730 -200 -6.83
10 PCAR 294 274 -20 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,500 1,395 -105 -7.00
2 ANTM 1,035 1,100 65 6.28
3 SAME 134 150 16 11.94
4 WSKT 715 770 55 7.69
5 BBRI 3,250 3,240 -10 -0.31
6 TLKM 2,670 2,680 10 0.37
7 AGRO 424 396 -28 -6.60
8 BMRI 5,650 5,525 -125 -2.21
9 PURA 134 125 -9 -6.72
10 BBCA 29,025 28,900 -125 -0.43