Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,13% pada level 24.786.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,67% pada level 2.355.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,70% pada level 23.474.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,38% pada level 3.312.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,04% pada level 2.526.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,37% pada level 5.754.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,32% terhadap Yuan pada level 6,6725 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,19% terhadap Dollar AS pada level 14.660 IDR/USD.

Swedia Sukses Tangani Corona, Pakar Bilang Gak Semua Negara Bisa karena...

Swedia Sukses Tangani Corona, Pakar Bilang Gak Semua Negara Bisa karena...
WE Online, Stockholm -

Para ahli menyatakan persebaran wabah virus Corona (Covid-19) di Swedia mencapai nol, sekalipun tidak menerapkan protokol kesehatan seketat di negara lain.

Namun, tidak semua negara dapat meniru langkah Swedia mengingat adanya perbedaan budaya, kepadatan penduduk, kesadaran masyarakat, dan akses kesehatan.

Baca Juga: Sukses Tangani Corona, Swedia Siapkan Dana Stimulus USD12 Miliar

Beberapa negara di Eropa yang memiliki kemiripan dengan Swedia terinspirasi untuk menerapkan kebijakan serupa dengan harapan kesehatan dan ekonomi masyarakat terlindungi. Optimisme itu terbangun setelah menyaksikan angka kematian akibat Covid-19 di Swedia sangat rendah. Begitu pun dengan jumlah pasien Covid-19.

Sebagian orang menduga penduduk Swedia kemungkinan besar terinfeksi Covid-19, tapi tidak digembar-gemborkan. Mereka lebih fokus menjalani hidup seperti biasa selama mampu beraktivitas. Sebab, rumah sakit diprioritaskan bagi orang sakit, terlepas terjangkit Covid-19 atau tidak. Mereka juga cenderung berpikir positif dan tidak mudah paranoid.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mencoba meniru Swedia dan mengubah protokol kesehatan yang sudah ada pada akhir pekan lalu. Meski hasilnya belum diketahui, para ahli di Inggris dan Swedia menilai pergeseran kebijakan itu memiliki pertaruhan besar. Apalagi Inggris merupakan salah satu hub wisatawan asing dan ekspatriat.

Sama seperti Swedia, pemerintah Inggris berharap masyarakat dapat bertanggung jawab dalam pencegahan dan penularan Covid-19, mulai menjaga kebersihan diri hingga kesadaran untuk tidak berinteraksi jika sakit. Namun, seluruh pub, bar, dan restoran diwajibkan tutup sebelum pukul 22.00 waktu lokal agar masyarakat dapat beristirahat. 

Swedia memiliki peraturan berbeda karena memiliki budaya yang berbeda. Ketika sebagian besar negara memberlakukan lockdown, Swedia tetap mengoperasikan bisnis. Pemerintah lokal hanya mengimbau warganya mencuci tangan dan membatasi interaksi sosial. Sebab, di Swedia, politik dan urusan masyarakat tidak pernah dicampur.

Namun, Swedia yang hanya memiliki 10 juta penduduk mengakui praktik mereka belum tentu dapat diterapkan di negara lain. Tenaga kesehatan Swedia juga mengakui sebagian korban Covid-19 tewas di rumah sendiri. Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Dominic Raab juga mengatakan, karakter budaya Swedia dan Inggris sangat berbeda.

“Pak Perdana Menteri mengumumkan perubahan ini setelah berdiskusi dengan tim gugus tugas Covid-19 Swedia, Anders Tegnell,” kata Raab. “Pak Perdana Menteri mengambil berbagai pandangan ilmiah dari berbagai ahli selama sepekan terakhir sebelum merumuskan dan memperkenalkan protokol kesehatan baru. Ini merupakan keputusannya.”

Hidup seperti biasa saat pandemi Covid-19 hanya diterapkan di Swedia, Taiwan, dan Turkmenistan. ‘Life Has to Go On’, satu kalimat yang bisa menggambarkan warga negara tersebut karena tidak ada lockdown total sebagai solusi untuk penanganan Covid-19.

Swedia merupakan negara di Eropa di mana pemerintah, institusi kesehatan, dan para pakar menolak memberlakukan lockdown nasional untuk mencegah penularan virus korona. 

Itu disebabkan, masyarakat Swedia bersedia tetap di rumah, mengikuti standar protokol kesehatan, dan mencuci tangan untuk memperlambat penularan. Swedia pun dinyatakan sukses mengatasi Covid-19.

Masyarakat Swedia pun menikmati kebebasan di mana tidak didapatkan banyak warga di dunia.

“Duka saya untuk orang yang meninggal dunia. Namun, kita di sini melakukan hal benar,” kata Johan Mattsson, 44, warga Swedia saat menikmati makanan dan minuman di sebuah kafe di jalan Skanegatan, Swedia, dilansir New York Times.

“Saya senang tidak ada lockdown. Life has to go on,” paparnya.

Bahkan, beberapa waktu lalu Duta Besar Swedia untuk Amerika Serikat (AS) Karin Ulrika Olofsdotter mengklaim bahwa Stockhold akan bisa mencapai kekebalan kelompok pada Mei mendatang. “30% penduduk Stockholm sudah mencapai tingkat kekebalan,” kata Olofsdotter kepada National Public Radio (NPR).

Kekebalan imunitas terjadi ketika sekelompok orang dengan persentase yang cukup memiliki imunitas terhadap virus, baik melalui infeksi maupun vaksinasi. Nanti, kekebalan kelompok bisa menyebar ke seluruh kelompok. Swedia memang berbeda dengan negara tetangganya, Denmark dan Norwegia, yang memberlakukan isolasi wilayah yang ketat.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Swedia, Covid-19, Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Flickr/Stefan Lins

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.38 3,898.98
British Pound GBP 1.00 19,395.13 19,194.83
China Yuan CNY 1.00 2,215.93 2,193.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,479.66 10,373.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,895.91 10,781.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,495.65 17,315.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,562.59 3,521.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,108.79 13,964.40
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5091.816 -4.630 707
2 Agriculture 1152.242 -11.747 24
3 Mining 1430.320 -14.629 47
4 Basic Industry and Chemicals 767.212 7.323 80
5 Miscellanous Industry 929.030 -1.828 53
6 Consumer Goods 1810.335 -12.359 60
7 Cons., Property & Real Estate 312.318 -0.726 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 822.473 1.623 79
9 Finance 1125.263 1.313 94
10 Trade & Service 637.048 -2.667 175
No Code Prev Close Change %
1 JAWA 61 82 21 34.43
2 ITIC 715 890 175 24.48
3 ASRI 123 151 28 22.76
4 NZIA 202 244 42 20.79
5 ATIC 550 625 75 13.64
6 PGLI 155 175 20 12.90
7 ROCK 1,065 1,195 130 12.21
8 MIDI 1,250 1,400 150 12.00
9 DPNS 216 240 24 11.11
10 APLN 103 114 11 10.68
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 320 298 -22 -6.88
2 MTPS 320 298 -22 -6.88
3 JSKY 175 163 -12 -6.86
4 PURE 234 218 -16 -6.84
5 GSMF 88 82 -6 -6.82
6 AGRS 176 164 -12 -6.82
7 BRIS 1,395 1,300 -95 -6.81
8 SIPD 1,260 1,175 -85 -6.75
9 MPRO 890 830 -60 -6.74
10 DFAM 330 308 -22 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ASRI 123 151 28 22.76
2 ANTM 1,100 1,085 -15 -1.36
3 SAME 150 164 14 9.33
4 WSKT 770 765 -5 -0.65
5 BBRI 3,240 3,300 60 1.85
6 APLN 103 114 11 10.68
7 BRPT 885 945 60 6.78
8 TOWR 1,000 1,000 0 0.00
9 TLKM 2,680 2,700 20 0.75
10 BBKP 244 254 10 4.10