Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.

Fadli Zon Cetus: UU Cipta Kerja Contoh Buruk Demokrasi Indonesia!

Fadli Zon Cetus: UU Cipta Kerja Contoh Buruk Demokrasi Indonesia!
WE Online, Jakarta -

Anggota Komisi I DPR, Fadli Zon merasa tak sependapat dengan disahkannya UU Cipta Kerja. Menurutnya, undang-undang ini bisa menjadi preseden buruk bagi demokrasi di Indonesia. Fraksi Gerindra, tempat Fadli Zon beranung sendiri menerima undang-undang itu berlaku.

Ada beberapa alasan yang dikemukanan. Pertama, yakni omnibus law telah membuat parlemen kurang berdaya. Karena banyaknya pasal yang diubah dan menyatukan puluhan UU dalam satu UU dalam waktu yang singkat, membuat UU tersebut lebih dominan diisi oleh kepentingan pemerintah.

"Bayangkan, undang-undang ini mengubah 1.203 pasal dari 79 undang-undang yang berbeda-beda. Bagaimana parlemen bisa melakukan kajian dan sinkronisasi pasal sekolosal itu dalam tempo singkat? Sangat sulit. Sehingga, yang kemudian terjadi parlemen menyesuaikan diri dengan keinginan pemerintah," kata Fadli, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga: Rakyat Kompak Tolak UU Cipta Kerja, Bang Fahri Lantang: Pimpinan-Anggota DPR Jangan Lari!

Kedua, Wakil Ketua DPR 2014-2019 itu menyebut omnibus law telah mengabaikan partisipasi masyarakat. Membahas seluruh materi dalam UU Ciptaker dalam waktu yang singkat dirasa mustahil dilakukan, apalagi di tengah berbagai keterbatasan dan pembatasan semasa pandemi ini.

"Ketiga, omnibus law ini bisa memancing instabilitas. Masifnya penolakan buruh di mana-mana, termasuk ancaman mogok nasional, menunjukkan omnibus law ini hanya akan melahirkan kegaduhan saja. Kalau terus dipaksa untuk diterapkan, ujungnya sudah pasti hanya akan merusak hubungan industrial. Artinya, baik buruh maupun pengusaha pada akhirnya bisa sama-sama dirugikan. Ini soal waktu saja," kata Fadli.

Waketum Gerindra ini menambahkan, omnibus law ini ditengarai akan memfasilitasi kian masifnya perampasan lahan dan kerusakan lingkungan. Hal ini dipastikan akan melahirkan banyak gesekan di lapangan.

"Di sisi lain, apa yang diharapkan dengan keberadaan omnibus law ini, menurut saya, sulit tercapai. Beleid ini, dengan berbagai efek turunan yang telah disebutkan tadi, tak akan berhasil menarik investasi. Sebab, di tengah-tengah resesi, investor umumnya menginginkan kepastian hukum. Sementara, omnibus law ini justru telah melahirkan ketidakpastian hukum," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Omnibus Law, RUU Cipta Kerja, Fadli Zon, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19