Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,11% pada pembukaan sesi I.
  • 08:43 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 1,65% pada level 11.478.
  • 08:42 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2946 USD/GBP.
  • 08:39 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,72 USD/barel.
  • 08:38 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,43 USD/barel.
  • 08:37 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 1,44% pada level 28.195.
  • 08:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Euro pada level 1,1771 USD/EUR.
  • 08:35 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 1,63% pada level 3.426.
  • 08:34 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 0,59% pada level 5.884.
  • 08:33 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yen pada level 105,54 JPY/USD.
  • 08:32 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.903 USD/troy ounce.

Menkop Teten: UMKM Harus Bisa Jadi Penyangga Ekonomi Nasional

Menkop Teten: UMKM Harus Bisa Jadi Penyangga Ekonomi Nasional
WE Online, Jakarta -

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) telah berkali-kali menghadapi berbagai situasi krisis seperti masa pandemi Covid-19 saat ini.

Pengalaman tersebut membuat para pelaku usaha kecil tersebut dapat cepat banting setir melakukan perubahan bisnis. Respons berbeda justru diberikan perusahaan besar di tengah situasi krisis seperti saat ini.

Teten menilai korporasi raksasa cenderung berhati-hati saat pandemi dengan menunda ekspansi bisnis dan investasi sembari menunggu situasi ekonomi membaik.

Baca Juga: Berkat Pendampingan PLN, Omzet UMKM Wisata Tani Betet Nganjuk Melesat Tajam

"Di UMKM karena sifatnya ini langsung berpengaruh pada dapur mereka, mereka tidak bisa menunda investasi. Mereka tidak bisa menunda usaha, mereka harus terus berusaha supaya dapur tetap ngebul," kata Teten dalam sesi webinar bersama Warta Ekonomi, Kamis (8/10/2020).

Teten menuturkan, peran UMKM di masa krisis sebelumnya, seperti pada era reformasi 1998. Pada saat itu, UMKM disebutnya tampil menjadi pahlawan penyelamat ekonomi nasional.

"Saat ini barangkali UMKM narasinya berbeda. Kita harus pastikan UMKM pada saat ini justru bisa jadi penyangga ekonomi nasional, paling tidak untuk tidak menambah jumlah pengangguran dan jumlah angka kemiskinan yang semakin tajam," tuturnya.

Oleh karena itu, pemerintah membaca bahwa sisi supply dan demand sektor usaha kecil menjadi yang terpenting untuk dipertahankan dalam tahap survival saat ini.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Sah, Sri Mulyani Pede RI Bisa Tarik Investasi 3X Lipat!

Teten mengatakan, secara kebijakan, pemerintah memberikan sejumlah bantuan dan keringanan seperti program restrukturisasi pinjaman selama enam bulan, termasuk penyaluran hibah modal kerja untuk UMKM yang unbankable.

"Dari sisi demand masuk ke belanja negara, termasuk belanja BUMN. Karena resesi ini daya beli masyarakat betul-betul terganggu, konsumsi masyarakat terganggu, padahal selama ini ekonomi kita digerakan oleh konsumsi masyarakat. Tapi, karena banyak kehilangan pendapatan, pekerjaan, maka beban daya beli sekarang diambil pemerintah," katanya.

Baca Juga

Tag: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Teten Masduki

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Rosmayanti

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.64 3,910.24
British Pound GBP 1.00 19,165.79 18,973.62
China Yuan CNY 1.00 2,211.98 2,189.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,814.71 14,667.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,509.56 10,403.52
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.58 1,892.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.67 10,807.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,355.43 17,176.88
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,575.84 3,535.99
Yen Jepang JPY 100.00 14,058.37 13,917.16
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5126.330 22.916 707
2 Agriculture 1166.383 -9.325 24
3 Mining 1442.328 20.278 47
4 Basic Industry and Chemicals 752.933 1.309 80
5 Miscellanous Industry 897.894 7.514 53
6 Consumer Goods 1850.009 -8.664 60
7 Cons., Property & Real Estate 321.298 2.587 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 827.207 -4.169 79
9 Finance 1137.505 12.096 94
10 Trade & Service 636.465 1.975 175
No Code Prev Close Change %
1 RUIS 270 320 50 18.52
2 BVIC 103 116 13 12.62
3 ANTM 940 1,055 115 12.23
4 KBAG 62 69 7 11.29
5 PAMG 90 98 8 8.89
6 PBSA 600 650 50 8.33
7 SMDR 270 290 20 7.41
8 TCPI 5,500 5,900 400 7.27
9 SINI 448 480 32 7.14
10 SIPD 1,120 1,200 80 7.14
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 374 338 -36 -9.63
2 INRU 1,000 930 -70 -7.00
3 TFCO 488 454 -34 -6.97
4 PCAR 316 294 -22 -6.96
5 OPMS 202 188 -14 -6.93
6 AKSI 404 376 -28 -6.93
7 AMAN 318 296 -22 -6.92
8 BNLI 2,480 2,310 -170 -6.85
9 ESTI 73 68 -5 -6.85
10 YPAS 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 ANTM 940 1,055 115 12.23
2 BRIS 1,395 1,400 5 0.36
3 KBAG 62 69 7 11.29
4 TLKM 2,750 2,710 -40 -1.45
5 TOWR 1,025 1,005 -20 -1.95
6 BEST 179 182 3 1.68
7 AGRO 446 426 -20 -4.48
8 PURA 138 131 -7 -5.07
9 BBRI 3,250 3,280 30 0.92
10 ASII 4,930 5,000 70 1.42