Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:31 WIB. USD/EUR - 1,1776 (19/10), 1,1821 (20/10), 1,1861 (21/10), 1,1816 (22/10), 1,1859 (23/10).
  • 09:30 WIB. USD/GBP - 1,2947 (19/10), 1,2944 (20/10), 1,3144 (21/10), 1,3081 (22/10), 1,3040 (23/10).
  • 09:26 WIB. CNY/USD - 6,6803 (19/10), 6,6754 (20/10), 6,6503 (21/10), 6,6821 (22/10), 6,6843 (23/10).
  • 09:24 WIB. JPY/USD - 105,42 (19/10), 105,49 (20/10), 104,56 (21/10), 104,82 (22/10), 104,69 (23/10).
  • 09:22 WIB. IDR/USD - 14.670 (19/10), 14.650 (20/10), 14.610 (21/10), 14.640 (22/10), 14.650 (23/10).

Seberapa Untung AS dari Perang 19 Tahun di Afghanistan? Ini Perhitungannya

Seberapa Untung AS dari Perang 19 Tahun di Afghanistan? Ini Perhitungannya
WE Online, Kabul -

Setelah 19 tahun sejak Amerika Serikat (AS) turut berperang menyentuh tanah Afghanistan, perdamaian masih sulit untuk dipahami. Dua hal yang dijanjikan Amerika Serikat sejak dulu setelah invasi ke Afghanistan pada 2001, yakni perdamaian dan kebebasan. 

Afghan Jamal Uddin dengan jelas mengenang malam 7 Oktober 2001 ketika dia melihat penyiar pemerintah Iran mengumumkan penggulingan rezim Taliban garis keras AS di Kabul melalui intervensi militer besar-besaran yang dijuluki Operation Enduring Freedom (OEF). 

Baca Juga: Kabar Baik, Trump Bakal Kosongkan Afghanistan dari Pasukan AS karena...

Dia adalah seorang pengungsi yang bekerja di sebuah lokasi konstruksi di Teheran untuk menghidupi keluarganya yang berjumlah sembilan orang.

"Kami semua terpaku pada layar televisi karena terkejut saat itu menunjukkan jet menjatuhkan bom di berbagai bagian negara. Saya merasa perang ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat," kata pria berusia 58 tahun itu dikutip laman Anadolu Agency. 

Dia kembali ke Afghanistan pada 2009 untuk memulai hidup baru di bawah rezim yang didukung Barat di Kabul sebagai penjual sayur. Dalam beberapa pekan setelah serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat, pasukan Amerika Serikat mendarat di Afghanistan.

Menggabungkan kekuatan dengan Aliansi Utara anti-Taliban setempat, Amerika Serikat melepaskan kekuatan militernya dari udara dan darat untuk merebut Kabul dan kemudian mengusir kelompok garis keras itu keluar dari sebagian besar negara.

"Ini tidak bisa dinegosiasikan," kata Presiden Amerika Serikat George W Bush kala itu.

Bush mengatakan hal tersebut pada hari-hari awal OEF ketika Taliban menyerukan solusi yang dinegosiasikan untuk situasi yang muncul setelah serangan 9/11 dan Washington menuntut agar mereka menyerahkan Osama bin Laden.

"Tidak ada yang perlu dinegosiasikan. Mereka menyembunyikan teroris. Mereka perlu menyerahkannya," kata Bush kepada wartawan kala itu.

Setelah dua bulan pengeboman hebat dan serangan darat di seluruh negara pegunungan, kota Bonn di Jerman dipilih untuk menjadi tuan rumah Konferensi Internasional pertama di Afghanistan pada Desember tahun yang sama. 

Ini menghasilkan Otoritas Sementara Afghanistan yang didominasi Aliansi Utara dan dipimpin oleh Hamid Karzai, yang menjadi presiden terpilih pertama Afghanistan pada 2004 dan dia memenangkan masa jabatan kedua pada 2009.

Mantan ekonom dan antropolog Bank Dunia Mohammad Ashraf Ghani menjadi presiden kedua dari pemerintah Republik Islam Afghanistan yang didukung Barat pada 2014 dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun kedua pada 2020. 

Tetapi kendali pemerintah Kabul atas negara pegunungan itu tetap ditantang dan dirusak oleh Taliban, meskipun bertahun-tahun militer asing dan dukungan keuangan.

Pada peringatan 19 tahun invasi Amerika Serikat, Taliban mengingatkan Amerika Serikat bahwa mereka seharusnya melakukan dialog saat itu untuk menyelamatkan banyak nyawa dan kekayaan yang hilang dalam perang. 

Dalam pernyataan Taliban, mengatakan, pada saat Taliban pada  2001, pejabat Amerika dengan arogan menolak semua tawaran Imarah Islam (Taliban) dengan cara yang meremehkan dan meluncurkan invasi militer. Taliban mengatakan, 19 tahun kemudian, semua pihak sepakat bahwa masalah tersebut telah diselesaikan melalui dialog.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Afghanistan, Amerika Serikat (AS), Militer AS, Militer

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: US Army

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.47 3,909.96
British Pound GBP 1.00 19,360.36 19,166.25
China Yuan CNY 1.00 2,215.33 2,193.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,811.69 14,664.31
Dolar Australia AUD 1.00 10,554.81 10,442.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.19 1,892.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.61 10,800.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,485.20 17,305.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.25 3,534.42
Yen Jepang JPY 100.00 14,145.44 14,000.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5112.188 20.372 706
2 Agriculture 1162.155 9.913 24
3 Mining 1435.499 5.179 47
4 Basic Industry and Chemicals 765.630 -1.582 80
5 Miscellanous Industry 951.694 22.664 53
6 Consumer Goods 1825.836 15.501 60
7 Cons., Property & Real Estate 323.756 11.438 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 812.761 -9.712 79
9 Finance 1127.096 1.833 93
10 Trade & Service 636.513 -0.535 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 376 470 94 25.00
2 BOLT 505 630 125 24.75
3 POLL 4,330 5,400 1,070 24.71
4 JSPT 920 1,135 215 23.37
5 PDES 202 244 42 20.79
6 JAWA 82 99 17 20.73
7 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
8 SMSM 1,260 1,400 140 11.11
9 PALM 280 310 30 10.71
10 GEMA 308 338 30 9.74
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 100 93 -7 -7.00
2 AIMS 129 120 -9 -6.98
3 BAJA 101 94 -7 -6.93
4 PBSA 650 605 -45 -6.92
5 TIRA 260 242 -18 -6.92
6 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
7 DMMX 188 175 -13 -6.91
8 YPAS 290 270 -20 -6.90
9 ESIP 117 109 -8 -6.84
10 OKAS 103 96 -7 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
2 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
3 TLKM 2,700 2,630 -70 -2.59
4 ANTM 1,085 1,085 0 0.00
5 ASRI 151 149 -2 -1.32
6 AGRO 370 350 -20 -5.41
7 BRPT 945 925 -20 -2.12
8 BBRI 3,300 3,290 -10 -0.30
9 BEST 179 182 3 1.68
10 PWON 404 416 12 2.97