Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,12% pada penutupan sesi I.
  • 09:34 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup melemah 1,64% pada level 11.358.
  • 09:33 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 38,71 USD/barel.
  • 09:33 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 40,62 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Euro pada level 1,1824 USD/EUR.
  • 09:32 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,10% terhadap Poundsterling pada level 1,3037 USD/GBP.
  • 09:31 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,36% pada level 24.828.
  • 09:31 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 2,29% pada level 27.685.
  • 09:30 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,06% pada level 2.345.
  • 09:29 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka melemah 0,24% pada level 23.438.
  • 09:29 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,14% pada level 3.246.
  • 09:28 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup melemah 1,86% pada level 3.400.
  • 09:28 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka melemah 0,49% pada level 2.510.
  • 09:28 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,16% pada level 5.792.
  • 09:27 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,11% terhadap Yuan pada level 6,7047 CNY/USD. 

Google Hapus Lebih dari 240 Aplikasi Berbahaya, Paling Banyak Di-Install di Indonesia!!

Google Hapus Lebih dari 240 Aplikasi Berbahaya, Paling Banyak Di-Install di Indonesia!!
WE Online, Jakarta -

Play Store menghapus lebih dari 240 aplikasi Android karena tak mengkuti kebijakan iklan toko aplikasi itu. Asal tahu saja, ratusan aplikasi itu mengandung iklan yang mengganggu pengguna.

Melansir ZDNet, Jumat (9/10/2020), penemuan aplikasi dengan iklan di luar konteks itu berasal dari laporan firma White Ops, peneliti keamanan siber.

"Kami telah menemukan klaster baru dengan lebih dari 240 aplikasi Android yang menampilkan deretan iklan mengganggu, tetapi pengembang membuatnya terlihat seperti muncul dari aplikasi resmi," jelas laporan White Ops di blog resminya.

Baca Juga: Analis: Nokia Rentan Jadi Target Akuisisi, Ini 2 Kandidat Pembeli Terkuat

Baca Juga: Pasca Dituduh Inggris, Huawei Terancam Kehilangan Partner Bisnis di Negara ....

Iklan-iklan itu tampil dalam bentuk popup dan layar penuh; kemunculannya melanggar kebijakan toko aplikasi. Asal tahu saja, Google telah melarang iklan seperti itu sejak Februari 2020.

Lebih lanjut, White Ops menamai grup pelanggar kebijakan itu sebagai RainbowMix. "Kami telah mendeteksi tanda aktivitas awal (RainbowMix) pada awal April," imbuh White Ops.

Mayoritas aplikasi ada di kategori gim--meniru aplikasi resminya. Aplikasi-aplikasi palsu itu juga mengandung komponen berbahaya bernama 'com.timuz.a' yang bisa menampilkan iklan di luar konteks.

Menurut White Ops, lebih dari 240 aplikasi itu menghimpun lebih dari 14 juta unduhan per 2020 saja. Pada Agustus, seluruh operasional iklan menghasilkan lebih dari 15 juta tayangan iklan per hari.

Parahnya, White Ops menyebut, mayoritas aplikasi itu telah terpasang oleh jutaan pengguna di benua Amerika dan Asia. Berikut ini daftar negaranya:

1. Indonesia (19,7%);

2. Vietnam (11%);

3. Amerika Serikat (7,7%);

4. Meksiko (6,2%);

5. Filipina (5,9%).

Baca Juga

Tag: Google, Smartphone, Google Play, Android

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19