Portal Berita Ekonomi Rabu, 28 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:16 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 38,09 USD/barel.
  • 16:15 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 39,96 USD/barel.
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,42% terhadap Poundsterling pada level 1,2989 USD/GBP.
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,33% terhadap Euro pada level 1,1757 USD/EUR.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,32% pada level 24.708.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,62% pada level 2.345.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,29% pada level 23.418.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,46% pada level 3.269.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,91% pada level 2.490.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,97% pada level 5.615.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 6,7120 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,11% terhadap Yen pada level 104,31 JPY/USD.
  • 16:05 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.902 USD/troy ounce.

Dituduh Tunggangi Aksi Tolak Omnibus Law, Demokrat Marah: Fitnah Tak Berdasar!

Dituduh Tunggangi Aksi Tolak Omnibus Law, Demokrat Marah: Fitnah Tak Berdasar!
WE Online, Jakarta -

Viralnya isu yang menyebut Partai Demokrat sebagai dalang dan sponsor di balik aksi penolakan Omnibus Law, partai politik itu akhirnya buka suara. 

Partai Demokrat merasa difitnah atas tuduhan mendanai dan menginisiasi aksi tersebut. Soal sikap Demokrat yang menolak Omnibus Law, Ossy menegaskan itu merupakan hal biasa dalam dunia demokrasi.

"Pernyataan aksi dan gerakan besar penolakan UU Ciptaker 8 Oktober 2020 diinisiasi dan didanai oleh Partai Demokrat atau Cikeas adalah pernyataan fitnah dan hoaks, serta tidak berdasar," ucap Ossy dalam keterangan, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga: Usai Aksi Tolak Omnibus Law, LBH Yogya Terima Puluhan Aduan Orang Hilang

Baca Juga: Jokowi: UU Omnibus Law untuk Cegah Korupsi dan Pungli

Sebagaimana partai lain juga melakukan hal yang sama di parlemen dalam konteks dan masalah yang berbeda. Ia menambahkan memang Demokrat punya sikap berbeda dengan menolak UU Ciptaker. Ia bilang hal ini wajar dalam demokrasi.

Pun, tak hanya Demokrat, ada juga ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, beberapa kepala daerah sampai serikat buruh juga menolak undang-undang tersebut.

"Sikap menolak UU Ciptaker ini tidak hanya dilakukan Partai Demokrat, melainkan juga oleh ormas seperti NU dan Muhammadiyah, akademisi, LSM, serikat buruh, organisasi mahasiswa, serta beberapa kepala daerah," ucapnya.

Partner Sindikasi Konten: Pikiran Rakyat

Baca Juga

Tag: Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, Demonstrasi, Omnibus Law

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10