Portal Berita Ekonomi Sabtu, 31 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,95% pada level 24.107.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 2,56% pada level 2.267.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 1,52% pada level 22.977.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 1,47% pada level 3.224.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,99% pada level 2.426.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,22% pada level 5.569.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,32% terhadap Yuan pada level 6,6933 CNY/USD.

Satu Per Satu Jokower Ganti Kulit: Dulu Lovers, Kini Haters

Satu Per Satu Jokower Ganti Kulit: Dulu Lovers, Kini Haters
WE Online, Jakarta -

Setelah membaca Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), para pendukung garis keras Presiden Jokowi alias Jokower, satu per satu mulai 'ganti kulit'. Dulunya: mereka lovers, kini jadi haters. 

Intelektual Muda Nahdlatul Ulama (NU) Akhmad Sahal masuk barisan yang ganti kulit ini. Gus Sahal, dikenal sebagai salah satu pendukung garis keras Jokowi. 

Melalui akun Twitternya, @sahal_ AS, dia menanggapi cuitan pendiri Mizan, Haidar Bagir, yang juga menyatakan kekecewaan terhadap Jokowi. Bagir ingat, Jokowi yang selalu berpegang teguh pada pesan sang ibu agar jadi pembela bagi orang-orang lemah. Kini, memori itu mengabur dengan kebijakan-kebijakan yang tidak pro kepada rakyat kecil. 

Baca Juga: SBY Dituding Otak Demo Tolak UU Ciptaker, Elite-elite Demokrat Kompak Naik Pitam

"Saya masih ingat wajah Pak @Jokowi yang lugu saat kampanye presiden untuk pertama kalinya, juga kesederhanaannya dalam berpegang pada pesan ibunya agar anaknya menjadi pembela orang-orang lemah. Memori itu seperti mendadak kabur di tengah kebijakan-kebijakan ‘jalan pintas’ yang tak sensitif kepada rakyat kecil," cuit Haidar, lewat akun @Haidar_Bagir. 

Sahal pun mengomentari cuitan itu dengan menyebut, banyak pendukung termasuk dirinya yang merasa Jokowi luntur ke-Jokowi-annya. "Jokowi sedang mengalami proses deJokowiisasi," komentar Gus Sahal.

Dia juga mengingatkan pernyataan Jokowi dalam debat Calon Presiden 2014. Saat itu, Jokowi mengatakan, demokrasi berarti mendengar secara langsung suara rakyat. Saat ini, dia justru terkesan tak mengindahkan suara rakyat.

"Dalam debat presiden 2014, Jokowi bilang demokrasi adalah mendengar secara langsung suara rakyat. Sayangnya kesediaan Jokowi untuk mendengar suara rakyat kini mulai luntur," cuit Gus Sahal. 

Apa yang dicuitkan Gus Sahal ini, diamini pendukung Jokowi lain, Ulil Abshar Abdalla. "Benar seperti kata kawan saya, Gus @sahaL_AS, bahwa Pak Jokowi telah melakukan De-Jokowisasi atas dirinya sendiri," cuitnya, lewat akun @ulil.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Omnibus Law, UU Cipta Kerja

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10