Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,13% pada level 24.786.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,67% pada level 2.355.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,70% pada level 23.474.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,38% pada level 3.312.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,04% pada level 2.526.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,37% pada level 5.754.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,32% terhadap Yuan pada level 6,6725 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,19% terhadap Dollar AS pada level 14.660 IDR/USD.

Debat Babak Kedua Gagal, Trump Untung Apa Buntung?

Debat Babak Kedua Gagal, Trump Untung Apa Buntung?
WE Online, Washington -

Debat capres Amerika Serikat (AS) putaran kedua antara Donald Trump dan Joe Biden resmi dibatalkan. Pembatalan dilakukan karena Trump yang positif Covid-19 menolak format debat virtual yang ditawarkan Komisi Debat Kepresidenan AS. Keputusan ini bikin Trump untung apa buntung ya? 

Komisi Debat sudah mengagendakan debat kedua Trump vs Biden akan digelar 15 Oktober mendatang di Miami, Florida. Namun, format debat kemudian diubah setelah Trump terpapar Corona.

Baca Juga: Trump Positif Covid-19, Debat Capres AS 15 Oktober Dibatalkan

Komisi Debat akhirnya mengusulkan agar debat digelar secara virtual atau tanpa tatap muka secara langsung. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan virus asal Wuhan, China itu. 

Namun, perubahan format debat menjadi virtual ini ditolak Trump. Capres petahana itu ogah kalau berdebat tidak saling ketemu langsung. Menurutnya, debat itu harus ketemu, bukan dari layar monitor.

Kalau digelar secara virtual, Trump juga khawatir lagi asyik debat tibatiba mikrofon dimatikan moderator. Setelah perdebatan selama dua hari, kedua kubu capres tak juga menemukan titik temu. Akhirnya, Komisi Debat memutuskan membatalkan debat capres edisi kedua.

“Sekarang jelas tidak akan ada debat pada 15 Oktober dan kami akan memfokuskan perhatian pada persiapan untuk debat terakhir yang dijadwalkan pada 22 Oktober,” kata komisi Debat, seperti dikutip CNN, kemarin. 

Berarti, Trump dan Biden hanya tinggal 1 kali lagi berdebat pada 22 Oktober, di Universitas Belmont Nashville, Tennessee sebelum waktu pencoblosan 3 November. Tak adanya debat kedua ini juga menjadi sejarah baru sejak 1988, di mana pertanyaan debat datang dari pemilih. 

Apakah keputusan ini menguntungkan bagi Trump? Seperti diketahui, debat perdana antara Trump dan Biden Selasa (6/10/2020) berakhir kacau dan berdampak negatif terhadap Trump. Hal ini jika merujuk kepada survei terbaru nasional NBC News/Wall Street Journal. Dalam survei tersebut, Trump tertinggal dua digit atau tepatnya 14 poin dari Biden. 

Mantan Wakil Barack Obama itu memimpin 53 persen berbanding 39 persen. Jajak pendapat yang sama sebelum debat memberikan keunggulan 51 persen berbanding 43 persen kepada Biden. Ini adalah keunggulan terbesarnya di survei ini sejak dia mencapreskan diri April 2019 lalu.

Pemilih juga memilih Biden sebagai pemenang debat dengan perbandingan 2:1, yaitu 49 persen menyatakan politisi kawakan berusia 77 tahun itu menang dan hanya 24 persen yang menyebut Trump menang. Sisanya 17 persen menjawab tidak ada yang menang. 

Sementara itu, dalam sebuah polling yang dilakukan Reuters, elektabilitas Trump anjlok usai dirinya dinyatakan positif Corona. Hal itu disebabkan lantaran warga AS kecewa karena Trump terlalu menganggap remeh virus Corona. 

Dengan sekitar beberapa pekan sebelum waktu pemilihan, Biden telah mempertahankan keuntungan awal dalam mengamankan suara rakyat secara nasional.

Tetapi untuk memenangkan kursi kepresidenan, seorang kandidat harus menang di negara bagian yang cukup untuk memenangkan Electoral College. Dan jajak pendapat negara bagian menunjukkan bahwa Trump hampir sepopuler Biden di negara bagian yang menjadi medan pertempuran. 

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Debat Capres, Pilpres AS, Donald Trump, Joe Biden

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/REUTERS/Joshua Roberts

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.38 3,898.98
British Pound GBP 1.00 19,395.13 19,194.83
China Yuan CNY 1.00 2,215.93 2,193.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,479.66 10,373.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,895.91 10,781.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,495.65 17,315.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,562.59 3,521.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,108.79 13,964.40
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5091.816 -4.630 707
2 Agriculture 1152.242 -11.747 24
3 Mining 1430.320 -14.629 47
4 Basic Industry and Chemicals 767.212 7.323 80
5 Miscellanous Industry 929.030 -1.828 53
6 Consumer Goods 1810.335 -12.359 60
7 Cons., Property & Real Estate 312.318 -0.726 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 822.473 1.623 79
9 Finance 1125.263 1.313 94
10 Trade & Service 637.048 -2.667 175
No Code Prev Close Change %
1 JAWA 61 82 21 34.43
2 ITIC 715 890 175 24.48
3 ASRI 123 151 28 22.76
4 NZIA 202 244 42 20.79
5 ATIC 550 625 75 13.64
6 PGLI 155 175 20 12.90
7 ROCK 1,065 1,195 130 12.21
8 MIDI 1,250 1,400 150 12.00
9 DPNS 216 240 24 11.11
10 APLN 103 114 11 10.68
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 320 298 -22 -6.88
2 MTPS 320 298 -22 -6.88
3 JSKY 175 163 -12 -6.86
4 PURE 234 218 -16 -6.84
5 GSMF 88 82 -6 -6.82
6 AGRS 176 164 -12 -6.82
7 BRIS 1,395 1,300 -95 -6.81
8 SIPD 1,260 1,175 -85 -6.75
9 MPRO 890 830 -60 -6.74
10 DFAM 330 308 -22 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ASRI 123 151 28 22.76
2 ANTM 1,100 1,085 -15 -1.36
3 SAME 150 164 14 9.33
4 WSKT 770 765 -5 -0.65
5 BBRI 3,240 3,300 60 1.85
6 APLN 103 114 11 10.68
7 BRPT 885 945 60 6.78
8 TOWR 1,000 1,000 0 0.00
9 TLKM 2,680 2,700 20 0.75
10 BBKP 244 254 10 4.10