Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:29 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,95 USD/barel.
  • 13:29 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,67 USD/barel.
  • 13:28 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1855 USD/barel.
  • 13:28 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,3144 USD/barel.
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yen pada level 104,63 JPY/USD.
  • 13:27 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.915 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,32% pada penutupan sesi I.

Isu Demo Omnibus Law Ditunggangi, Pengamat: Perlu Kajian Mendalam

Isu Demo Omnibus Law Ditunggangi, Pengamat: Perlu Kajian Mendalam
WE Online, Jakarta -

Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menilai bahwa demonstrasi penolakan Omnibus Law beberapa hari yang lalu kentara akan aksi menunggangi satu sama lain. Menurutnya, tidak semua aksi demonstrasi murni untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan belaka.

"Karena prinsipnya, manusia itu saling menunggangi. Kalau saya mengatakan, di situ saling menunggangi antara satu pihak dengan pihak yang lain," kata Emrus saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2020).

Baca Juga: PA 212 Hingga FPI Ikut-Ikutan Demo Tolak Omnibus Law, Tuntutannya...

Menurutnya, dalam fenomena politik, termasuk demonstrasi, merupakan suatu rangkaian peristiwa yang tidak muncul secara tiba-tiba. Dia mengatakan, karena tidak ada satu pun perilaku manusia tanpa direncanakan sebelumnya.

Kendati demikian, ia tidak bisa memastikan siapa aktor dominan yang menunggangi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja. Namun dia melanjutkan, secara teoritis dan hipotesis, aktor politik yang berada di luar lapangan terlihat lebih dominan.

"Menurut saya, perlu dilakukan kajian mendalam ihwal hal tersebut (aktor demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja)," katanya.

Di sisi lain, dia berpandangan, tidak ada pilihan bagi rezim saat ini untuk mengajak dialog, berkomunikasi, dan menampung aspirasi aktor di balik demonstrasi kemarin. Dia mengatakan, meskipun tidak semua harus diakomodasi atau diterima, aspirasi harus dikompromikan.

Dia meminta masyarakat agar jangan sampai terpolarisasi perilaku politikus yang ada di balik aktor demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja. Menurutnya, masyarakat harus kritis dalam memberikan dukungan dan pilihan tanpa harus memihak salah satu kubu.

"Biasa saja jika para politikus berbeda pendapat. Tapi pada akhirnya masuk meja perundingan juga dan ada kompromi," katanya.

Seperti diketahui, DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ciptaker menjadi undang-undang. Persetujuan diambil dalam Rapat Paripurna Masa Sidang IV tahun sidang 2020-2021 yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (5/10) sore.

Kebijakan tersebut lantas mendorong aksi massa menolak pengesahan Omnibus Law terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Tidak sedikit demonstrasi yang terjadi berakhir ricuh antara massa dan petugas hingga terjadi perusakan fasilitas publik.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Demonstrasi, Omnibus Law, UU Cipta Kerja

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: WE

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.38 3,898.98
British Pound GBP 1.00 19,395.13 19,194.83
China Yuan CNY 1.00 2,215.93 2,193.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,479.66 10,373.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,895.91 10,781.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,495.65 17,315.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,562.59 3,521.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,108.79 13,964.40
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5096.446 -3.394 707
2 Agriculture 1163.989 1.570 24
3 Mining 1444.949 11.076 47
4 Basic Industry and Chemicals 759.889 4.898 80
5 Miscellanous Industry 930.858 11.455 53
6 Consumer Goods 1822.694 -3.494 60
7 Cons., Property & Real Estate 313.044 -2.121 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 820.850 1.847 79
9 Finance 1123.950 -7.834 94
10 Trade & Service 639.715 3.932 175
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 96 114 18 18.75
2 LION 238 270 32 13.45
3 PTIS 137 155 18 13.14
4 CNTX 200 226 26 13.00
5 TRIN 234 262 28 11.97
6 SAME 134 150 16 11.94
7 WAPO 70 78 8 11.43
8 INTD 142 156 14 9.86
9 INKP 8,650 9,475 825 9.54
10 PORT 440 480 40 9.09
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 306 276 -30 -9.80
2 BRIS 1,500 1,395 -105 -7.00
3 OKAS 115 107 -8 -6.96
4 POLL 4,890 4,550 -340 -6.95
5 BNLI 2,590 2,410 -180 -6.95
6 LCKM 346 322 -24 -6.94
7 JSKY 188 175 -13 -6.91
8 APEX 160 149 -11 -6.88
9 CTBN 2,930 2,730 -200 -6.83
10 PCAR 294 274 -20 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,500 1,395 -105 -7.00
2 ANTM 1,035 1,100 65 6.28
3 SAME 134 150 16 11.94
4 WSKT 715 770 55 7.69
5 BBRI 3,250 3,240 -10 -0.31
6 TLKM 2,670 2,680 10 0.37
7 AGRO 424 396 -28 -6.60
8 BMRI 5,650 5,525 -125 -2.21
9 PURA 134 125 -9 -6.72
10 BBCA 29,025 28,900 -125 -0.43