Portal Berita Ekonomi Senin, 19 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:05 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 0,06% pada level 11.664.
  • 22:04 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,97 USD/barel.
  • 22:03 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,90 USD/barel.
  • 22:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,53% terhadap Euro pada level 1,1780 USD/EUR.
  • 21:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,67% terhadap Poundsterling pada level 1,3001 USD/GBP.
  • 21:58 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka melemah 0,11% pada level 28.574.
  • 21:56 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka melemah 0,11% pada level 3.479.
  • 21:55 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 105,46 JPY/USD.
  • 21:53 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.908 USD/troy ounce.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,64% pada level 24.542.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,22% pada level 2.346.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,11% pada level 23.671.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,71% pada level 3.312.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,50% pada level 2.545.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,10% pada level 5.925.

Gegara Sanksi Amerika, Huawei Akui Alami Masa Sulit, Sampai Pengaruhi Update Android di HP-nya!

Gegara Sanksi Amerika, Huawei Akui Alami Masa Sulit, Sampai Pengaruhi Update Android di HP-nya!
WE Online, Jakarta -

Huawei mengaku kesulitan melawan sanksi Amerika Serikat (AS) yang bertujuan memotong aksesnya ke pasokan semikonduktor. Namun, perusahaan tetap mengklaim sanggpup melayani klien jaringan 5G di Eropa.

Melansir pernyataan Eksekutif Senior Huawei di Eropa dari laporan Reuters, Senin (12/10/2020), Huawei mengalami kesulitan sejak Agustus 2020 karena kehilangan akses ke pemasok chip-nya di AS.

"Sejak sanksi AS tahun lalu, produsen semikonduktor AS tak boleh lagi memasok kepada kami; sehingga mitra kami yang sebelumnya tak bisa lagi bekerja sama dengan perusahaan. Sejak Agustus, (keadaan) menjadi semakin sulit," jelas Wakil Presiden Huawei untuk Eropa, Abraham Liu.

Baca Juga: Waspada Penipuan Kartu Prakerja, Jangan Isi Formulir di Link prakerja.vip!

Baca Juga: Lagi-Lagi Donald Trump Sebar Hoaks di Twitter, Sampai Kena Sanksi!

Menurutnya, Washington memeras pembuat chip agar menghindari kerja sama dengan Huawei. Ia pun membantah tuduhan AS yang menyebut peralatan Huawei berisiko menjadi alat mata-mata pemerintah China.

Liu menambahkan, "meski begitu, kami yakin dapat terus melayani pelanggan Eropa di sektor 5G karena banyak persiapan dan investasi di muka (yang Huawei lakukan) dengan teknologi paling canggih."

Di lini bisnis konsumen, Huawei masih mencari solusi pemberian dukungan layanan kepada jutaan pengguna ponselnya. Sebab, Google tak boleh lagi memberi dukungan teknis pada ponsel terbarunya yang menggunakan Android.

"Untuk pelanggan individu, kami melihat kesulitan besar. Ada 90 juta pengguna Huawei di Eropa. Google tidak lagi boleh bekerja sama dengan Huawei, jadi, Google tak lagi merilis pembaruan ponsel pintar Huawei dengan sistem operasi Android. Kami masih mencari solusi" katanya.

Di tengah tekanan AS itu, operator telekomunikasi Eropa, Orange dan Proximus lebih memilih Nokia untuk pembangunan jaringan 5G di Belgia.

Di sisi lain, Anggota Uni Eropa lainnya meningkatkan pengawasan terhadap vendor berisiko tinggi; membuat Huawei mesti menjalani pemeriksaan kritis dan mengarahkan operator Eropa lainnya untuk menghapus Huawei dari jaringannya--menurut para analis.

Baca Juga

Tag: Huawei Technologies Co Ltd, Jaringan 5G, Telekomunikasi, Amerika Serikat (AS)

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Unsplash/Omid Armin

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.64 3,910.24
British Pound GBP 1.00 19,165.79 18,973.62
China Yuan CNY 1.00 2,211.98 2,189.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,814.71 14,667.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,509.56 10,403.52
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.58 1,892.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.67 10,807.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,355.43 17,176.88
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,575.84 3,535.99
Yen Jepang JPY 100.00 14,058.37 13,917.16
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5126.330 22.916 707
2 Agriculture 1166.383 -9.325 24
3 Mining 1442.328 20.278 47
4 Basic Industry and Chemicals 752.933 1.309 80
5 Miscellanous Industry 897.894 7.514 53
6 Consumer Goods 1850.009 -8.664 60
7 Cons., Property & Real Estate 321.298 2.587 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 827.207 -4.169 79
9 Finance 1137.505 12.096 94
10 Trade & Service 636.465 1.975 175
No Code Prev Close Change %
1 RUIS 270 320 50 18.52
2 BVIC 103 116 13 12.62
3 ANTM 940 1,055 115 12.23
4 KBAG 62 69 7 11.29
5 PAMG 90 98 8 8.89
6 PBSA 600 650 50 8.33
7 SMDR 270 290 20 7.41
8 TCPI 5,500 5,900 400 7.27
9 SINI 448 480 32 7.14
10 SIPD 1,120 1,200 80 7.14
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 374 338 -36 -9.63
2 INRU 1,000 930 -70 -7.00
3 TFCO 488 454 -34 -6.97
4 PCAR 316 294 -22 -6.96
5 OPMS 202 188 -14 -6.93
6 AKSI 404 376 -28 -6.93
7 AMAN 318 296 -22 -6.92
8 BNLI 2,480 2,310 -170 -6.85
9 ESTI 73 68 -5 -6.85
10 YPAS 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 ANTM 940 1,055 115 12.23
2 BRIS 1,395 1,400 5 0.36
3 KBAG 62 69 7 11.29
4 TLKM 2,750 2,710 -40 -1.45
5 TOWR 1,025 1,005 -20 -1.95
6 BEST 179 182 3 1.68
7 AGRO 446 426 -20 -4.48
8 PURA 138 131 -7 -5.07
9 BBRI 3,250 3,280 30 0.92
10 ASII 4,930 5,000 70 1.42