Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:08 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,05 USD/barel.
  • 13:07 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 40,97 USD/barel.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,24% terhadap Euro pada level 1,1832 USD/EUR.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,3028 USD/GBP.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Yen pada level 104,88 JPY/USD.
  • 13:05 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.897 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,71% pada penutupan sesi I.

Wanti-Wanti Hipmi Soal Mafia Pailit di Sektor Properti

Wanti-Wanti Hipmi Soal Mafia Pailit di Sektor Properti
WE Online, Jakarta -

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Ajib Hamdani, menyatakan bahwa di tengah perjuangan untuk bangkit dari hantaman badai pandemi Covid, industri properti juga harus menghadapi persoalan serius akibat maraknya oknum tidak bertanggung jawab yang menjadi mafia dan sindikat pailit dalam proyek properti.

Menurut Ajib, kasus seperti ini sebelumnya sempat ramai terjadi pada tahun 2012 dan 2014. Tentu ini sangat berbahaya bagi perekonomian Indonesia yang sedang beranjak pulih jika pemerintah tidak segera mengambil langkah tegas.

Baca Juga: Fakta-fakta Ace Hardware Digugat Pailit, Direktur Imbau Investor Lakukan...

"Maraknya kasus kepailitan ini menciptakan potensi krisis baru bagi perekonomian yang sedang dalam tahap pemulihan, terutama industri properti nasional. Jika tidak ada perhatian dan penanganan yang tepat, dampak dari masalah ini secara sistemik dapat memengaruhi ratusan industri berikut dengan puluhan juta tenaga kerja," ujar Ajib di Jakarta (12/10/2020).

Kelonggaran dalam undang-undang juga menjadi salah satu faktor kembali ramainya kasus kepailitan tersebut. Padahal, industri properti mulai menunjukan performanya sebagai industri dengan kenaikan yang cukup signifikan ketika indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam, yakni 1,26% di sesi I perdagangan pada bulan September 2020.

"Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 1,46% ke level 301,16 bulan lalu. Jangan sampai kontribusi pengusaha sektor properti nasional sia-sia karena kurang maksimalnya perlindungan, baik kepada pelaku usaha maupun konsumennya. Sayang sekali jika capaian tersebut tidak didukung dengan aturan yang dapat menjaga progress pemulihan ekonomi nasional," tambahnya.

Menurutnya, urgensi dari pentingnya RUU Kepailitan dan PKPU untuk terus diakselerasi oleh pemerintah dan DPR. Dengan begitu, Ajib berharap bahwa ke depannya industri properti, pihak pengembang, maupun konsumennya dapat terjaga dan terlindungi dari ulah para oknum dan permasalahan lainnya.

"Adanya payung hukum yang kuat dan dapat melindungi berbagai pihak, dari pengusaha, pemodal, dan pembelinya, tentu dapat menghadirkan iklim ekonomi yang ideal di setiap industri. Pemulihan ekonomi bangsa pun menjadi sebuah keniscayaan. Seperti bambu, untuk dapat menunjang pertumbuhan yang pesat, diperlukan akar atau fondasi yang kuat," tutupnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Properti

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5112.188 20.372 706
2 Agriculture 1162.155 9.913 24
3 Mining 1435.499 5.179 47
4 Basic Industry and Chemicals 765.630 -1.582 80
5 Miscellanous Industry 951.694 22.664 53
6 Consumer Goods 1825.836 15.501 60
7 Cons., Property & Real Estate 323.756 11.438 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 812.761 -9.712 79
9 Finance 1127.096 1.833 93
10 Trade & Service 636.513 -0.535 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 376 470 94 25.00
2 BOLT 505 630 125 24.75
3 POLL 4,330 5,400 1,070 24.71
4 JSPT 920 1,135 215 23.37
5 PDES 202 244 42 20.79
6 JAWA 82 99 17 20.73
7 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
8 SMSM 1,260 1,400 140 11.11
9 PALM 280 310 30 10.71
10 GEMA 308 338 30 9.74
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 100 93 -7 -7.00
2 AIMS 129 120 -9 -6.98
3 BAJA 101 94 -7 -6.93
4 PBSA 650 605 -45 -6.92
5 TIRA 260 242 -18 -6.92
6 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
7 DMMX 188 175 -13 -6.91
8 YPAS 290 270 -20 -6.90
9 ESIP 117 109 -8 -6.84
10 OKAS 103 96 -7 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
2 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
3 TLKM 2,700 2,630 -70 -2.59
4 ANTM 1,085 1,085 0 0.00
5 ASRI 151 149 -2 -1.32
6 AGRO 370 350 -20 -5.41
7 BRPT 945 925 -20 -2.12
8 BBRI 3,300 3,290 -10 -0.30
9 BEST 179 182 3 1.68
10 PWON 404 416 12 2.97