Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,11% pada level 24.569.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,50% pada level 2.358.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,44% pada level 23.567.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,47% pada level 3.328.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,54% pada level 2.529.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,26% pada level 5.900.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yuan pada level 6,6791 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,34% terhadap Dollar AS pada level 14.658 IDR/USD.

Kisah Perusahaan Raksasa: Marathon Petroleum, Menjadi Konglomerat Minyak Berkat Tangan Miliuner AS

Kisah Perusahaan Raksasa: Marathon Petroleum, Menjadi Konglomerat Minyak Berkat Tangan Miliuner AS
WE Online, Jakarta -

Marathon Petroleum Corporation adalah salah satu perusahaan minyak papan atas di Amerika Serikat (AS). Korporasi ini telah ada pada abad ke-20 dengan berbagai operasinya mulai dari eksplorasi dan produksi hingga penyulingan, pemasaran, dan pendistribusian. 

Perusahaan raksasa dari sektor energi minyak di seluruh dunia tengah goyah di tengah serangan pandemi virus corona atau Covid-19. Tak terkecuali dengan kondisi dari Marathon Petroleum. 

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Microsoft, Taipan Software Pengantar Bill Gates Jadi Miliuner

6053za_C634.jpg

Dalam catatan Global 500 milik Fortune, Marathon pada 2018-2019 hanya berada di peringkat 72 dengan rerata pendapatan per tahun sebesar 97,10 miliar dolar AS. Capaian ini didukung dengan laba bersih yang diraih mencapai 2,78 miliar dolar AS. 

Keperkasaan Marathon semakin nampak selama tahun operasional 2019-2020. Di tahun ini, Marathon melaju kencang meraih posisi 48 dalam Global 500. Lompatan jauh perusahaan ini tidak lain didukung oleh perolehan 28,5 persen pendapatan tahunan 124,81 miliar dolar AS dari sebelumnya 97,10 miliar dolar. Meski begitu, Marathon tidak mengalami peningkatan dalam laba yang diraihnya.

Pada Selasa (13/10/2020) kali ini, Warta Ekonomi berkesempatan mengulas perjalanan perusahaan raksasa dari AS ini. Berbekal sejumlah sumber, kami sajikan uraian kisah taipan tersebut menjadi tulisan sebagai berikut. 

Perjalanan dimulai pada abad ke-19. Ketika itu, Henry M. Ernst bersama empat rekannya pada Agustus 1887 mendirikan Ohio Oil Company. Di kota Ohio itu, perusahaan memulai eksplorasi sekaligus produksi minyaknya. 

Ohio Oil dengan cepat menjadi produsen minyak mentah terbesar di Ohio. Selama dua tahun kesuksesan pertumbuhannya, John D. Rockefeller, orang terkaya dari AS sekaligus pemilik Standard Oil Trust pada 1889 membeli perusahaan minyak Ohio tersebut. Berkat tangan dingin Rockefeller, jalur bisnis Ohio kian cemerlang.

1953.jpg

Ohio segera memantapkan dirinya sebagai perusahaan minyak besar dengan menguasai setengah dari produksi minyak di tiga negara bagian pada 1908. Namun sayang, pada 1911, ketika Standard Oil dibubarkan oleh pemerintah AS atas dasar monopoli minyak Ohio terpakasa kembali beroperasi sebagai perusahaan independen. 

Dengan status barunya ini, Ohio kemudian menunjuk orang baru untuk duduk di kursi presiden perusahaan. Adalah James Donnell, pengusaha veteran dalam sektor minyak yang berkesempatan memimpin Ohio. Di bawah kendalinya, Ohio memperluas bisnisnya ke wilayah Wyoming dan sekitarnya. 

Dengan status barunya ini, Ohio banyak mengambil langkah signifikan pada awal abad ke-20. Pada 1915, Ohio resmi memiliki 1.800 mil pipa minyak dengan fasilitas penyimpanannya. Di tahun yang sama, Ohio membeli Lincoln Oil Refining Company untuk mengintegrasikan dan mengembangkan unit-unit minyak mentah miliknya.

Selain itu, pengakuisisian ini dilakukan atas dasar meningkatnya kebutuhan untuk memasarkan produk selaras dengan kebutuhan bahan bakar akibat melonjaknya jumlah kendaraan bermotor (mobil) pada saat itu.

Raksasa dari Ohio itu pada 1926 menemukan ladang minyak baru di Yates, Permian Basin, di wilayah New Mexico dan West Texas. Perusahaan dengan cepat menyadari bahwa Ohio melakukan langkah besar dalam eksplorasi minyaknya. Atas dasar ini, Ohio sadar membutuhkan lebih banyak gerai untuk memasarkan produknya. Pada 1930, Ohio mulai mendistribusikan produk Linco-nya ke seluruh Ohio, Indiana, Illinois, Michigan, dan Kentucky. 

1930.jpg

Ohio lagi-lagi melakukan perluasan dengan membeli Transcontinental Oil Company pada 1930. Perusahaan yang dibeli Ohio ini diketahui memiliki kilang minyak cukup luas di Texas dan memiliki merek dagang yang besar pada saat itu bernama Marathon. 

Ohio akhirnya mengadopsi nama Marathon menggantikan Linco untuk merek dagangnya secara resmi. Di bawah nama Marathon, perusahaan melakukan langkah signifikan pada 1929 dengan membuka beberapa stasiun bahan bakar di Dallas. 

Merek Marathon terbukti sangat populer. Pada Perang Dunia II, Ohio menggarap lima wilayah negara bagian di AS menjadi daerah pemasarannya. 

Baca Juga

Tag: Perusahaan Raksasa, Marathon Petroleum Corporation

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/John Gress

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,946.95 3,907.47
British Pound GBP 1.00 19,159.07 18,965.50
China Yuan CNY 1.00 2,213.75 2,191.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,802.65 14,655.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,428.47 10,323.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,910.02 1,890.99
Dolar Singapura SGD 1.00 10,903.54 10,794.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,422.72 17,243.50
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,572.07 3,533.11
Yen Jepang JPY 100.00 14,025.63 13,884.76
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5099.840 -26.490 707
2 Agriculture 1162.419 -3.964 24
3 Mining 1433.873 -8.455 47
4 Basic Industry and Chemicals 754.991 2.058 80
5 Miscellanous Industry 919.403 21.509 53
6 Consumer Goods 1826.188 -23.821 60
7 Cons., Property & Real Estate 315.165 -6.133 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.003 -8.204 79
9 Finance 1131.784 -5.721 94
10 Trade & Service 635.783 -0.682 175
No Code Prev Close Change %
1 TIRA 220 270 50 22.73
2 HITS 440 500 60 13.64
3 SIPD 1,200 1,350 150 12.50
4 BNLI 2,310 2,590 280 12.12
5 HRUM 1,730 1,905 175 10.12
6 KPAS 66 71 5 7.58
7 KIOS 160 172 12 7.50
8 BRIS 1,400 1,500 100 7.14
9 BOSS 113 121 8 7.08
10 MBTO 80 85 5 6.25
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 338 306 -32 -9.47
2 CTBN 3,150 2,930 -220 -6.98
3 MTPS 344 320 -24 -6.98
4 JSKY 202 188 -14 -6.93
5 OPMS 188 175 -13 -6.91
6 NFCX 1,880 1,750 -130 -6.91
7 NZIA 232 216 -16 -6.90
8 BBHI 174 162 -12 -6.90
9 POLL 5,250 4,890 -360 -6.86
10 BBYB 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,400 1,500 100 7.14
2 ANTM 1,055 1,035 -20 -1.90
3 HMSP 1,500 1,415 -85 -5.67
4 TLKM 2,710 2,670 -40 -1.48
5 BBRI 3,280 3,250 -30 -0.91
6 AGRO 426 424 -2 -0.47
7 GGRM 43,075 40,550 -2,525 -5.86
8 BNLI 2,310 2,590 280 12.12
9 TOWR 1,005 1,005 0 0.00
10 IRRA 875 880 5 0.57