Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:29 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,95 USD/barel.
  • 13:29 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,67 USD/barel.
  • 13:28 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1855 USD/barel.
  • 13:28 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,3144 USD/barel.
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yen pada level 104,63 JPY/USD.
  • 13:27 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.915 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,32% pada penutupan sesi I.

Sukarelawan Sakit, Johnson & Johnson Hentikan Uji Vaksin Ciptaannya

Sukarelawan Sakit, Johnson & Johnson Hentikan Uji Vaksin Ciptaannya
WE Online, New Jersey -

Perusahaan farmasi Johnson & Johnson (J&J) pada Senin mengatakan telah menghentikan sementara uji klinis calon vaksin Covid-19 buatannya. Penghentian dilakukan usai terdapat penyakit tertentu pada partisipan sehingga menunda salah satu upaya profil paling tinggi untuk mencegah pandemi global.

Penyakit tersebut sedang ditinjau dan dievaluasi oleh dewan pengawas keamanan dan data independen serta dokter dari kalangan perusahaan. Demikian menurut J&J melalui pernyataan.

Baca Juga: Rusia Benarkan Para Pakar Swedia Mulai Lirik-lirik Vaksin Sputnik V

J&J menyebutkan bahwa jeda semacam itu merupakan hal biasa dalam uji klinis berskala besar yang bisa melibatkan puluhan ribu partisipan. Menurutnya, "jeda studi" dalam pemberian dosis calon vaksin berbeda halnya dengan "penangguhan regulator" dari otoritas kesehatan. Kasus saat ini adalah jeda.

Langkah J&J mengikuti jejak AstraZeneca, yang pada September menghentikan uji klinis tahap akhir vaksin Covid-19 eksperimental buatannya, yang dikembangkan bersama Universitas Oxford. Penghentian ini lantaran adanya penyakit tertentu yang dialami partisipan riset di Inggris.

Sementara uji klinis di Inggris, Brasil, Afrika Selata,n dan India dilanjutkan, uji klinis di AS masih menunggu ulasan regulator.

Profesor penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine William Schaffner melalui surat daring menyebutkan bahwa "semua orang waspada atas apa yang terjadi dengan AstraZeneca". Menurutnya bisa butuh waktu sepekan untuk mengumpulkan informasi.

"Itu bisa saja kejadian buruk yang serius. Jika penyakit itu seperti kanker prostat, diabetes tak terkontrol, atau serangan jantung maka mereka tidak akan menghentikannya untuk alasan tersebut. Ini kemungkinan peristiwa neurologis," katanya.

Bulan lalu J&J mengklaim vaksin Covid-19 buatannya menghasilkan respons imun yang kuat melawan virus corona dalam uji klinis tahap awal hingga menengah.

Kemudian perusahaan meluncurkan uji klinis akhir  yang melibatkan 60 ribu partisipan yang hasilnya diperkirakan diketahui pada akhir tahun ini atau awal 2021.

Johnson & Johnson menolak membeberkan penyakit tersebut karena masalah privasi. Menurutnya, sejumlah partisipan dalam uji klinis menerima plasebo dan selalu tidak jelas apakah seseorang yang mengalami peristiwa buruk serius dalam uji klinis tersebut menerima plasebo atau obat tersebut.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Vaksin Corona, Virus Corona, Covid-19, Johnson & Johnson

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/REUTERS/Tatyana Makeyeva

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.38 3,898.98
British Pound GBP 1.00 19,395.13 19,194.83
China Yuan CNY 1.00 2,215.93 2,193.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,479.66 10,373.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,895.91 10,781.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,495.65 17,315.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,562.59 3,521.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,108.79 13,964.40
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5096.446 -3.394 707
2 Agriculture 1163.989 1.570 24
3 Mining 1444.949 11.076 47
4 Basic Industry and Chemicals 759.889 4.898 80
5 Miscellanous Industry 930.858 11.455 53
6 Consumer Goods 1822.694 -3.494 60
7 Cons., Property & Real Estate 313.044 -2.121 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 820.850 1.847 79
9 Finance 1123.950 -7.834 94
10 Trade & Service 639.715 3.932 175
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 96 114 18 18.75
2 LION 238 270 32 13.45
3 PTIS 137 155 18 13.14
4 CNTX 200 226 26 13.00
5 TRIN 234 262 28 11.97
6 SAME 134 150 16 11.94
7 WAPO 70 78 8 11.43
8 INTD 142 156 14 9.86
9 INKP 8,650 9,475 825 9.54
10 PORT 440 480 40 9.09
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 306 276 -30 -9.80
2 BRIS 1,500 1,395 -105 -7.00
3 OKAS 115 107 -8 -6.96
4 POLL 4,890 4,550 -340 -6.95
5 BNLI 2,590 2,410 -180 -6.95
6 LCKM 346 322 -24 -6.94
7 JSKY 188 175 -13 -6.91
8 APEX 160 149 -11 -6.88
9 CTBN 2,930 2,730 -200 -6.83
10 PCAR 294 274 -20 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,500 1,395 -105 -7.00
2 ANTM 1,035 1,100 65 6.28
3 SAME 134 150 16 11.94
4 WSKT 715 770 55 7.69
5 BBRI 3,250 3,240 -10 -0.31
6 TLKM 2,670 2,680 10 0.37
7 AGRO 424 396 -28 -6.60
8 BMRI 5,650 5,525 -125 -2.21
9 PURA 134 125 -9 -6.72
10 BBCA 29,025 28,900 -125 -0.43