Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,13% pada level 24.786.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,67% pada level 2.355.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,70% pada level 23.474.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,38% pada level 3.312.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,04% pada level 2.526.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,37% pada level 5.754.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,32% terhadap Yuan pada level 6,6725 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,19% terhadap Dollar AS pada level 14.660 IDR/USD.

Tips Pakai Listrik dengan Benar dari PLN

Tips Pakai Listrik dengan Benar dari PLN
WE Online, Jakarta -

Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Energi tersebut sangat besar perannya dalam kehidupan manusia. Sebab, hampir setiap perangkat kerja kini membutuhkan listrik.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B Pangaribuan, mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya selalu waspada terhadap bahaya yang bisa ditimbulkan oleh listrik. Di sisi lain, dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan bahaya listrik jika sudah menggunakannya sebagaimana mestinya.

Baca Juga: 298 Gardu PLN Terendam Banjir di Pameungpeuk, Garut

"Listrik akan menjadikan kehidupan yang lebih baik jika diperlakukan juga dengan baik," kata Doddy dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2020).

Doddy memberikan tips bagaimana terhindar dari bahaya listrik sebagai berikut:

1. Gunakan listrik sesuai daya tersambung di rumah. Apabila Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter PLN sering turun karena kurang daya, segeralah untuk menambah daya listrik agar alat elektronik juga tidak cepat rusak akibat sering mati tiba-tiba karena MCB sering turun.

2. Tidak mengganti MCB sendiri dengan tujuan memperbesar daya listrik yang masuk ke rumah karena bisa berbahaya baik bagi lingkungan maupun rumah itu sendiri. Arus listrik besar dan tidak diimbangi dengan kabel yang sesuai bisa menyebabkan kabel panas, berujung pada korsleting listrik sampai kebakaran.

3. Tidak mengambil listrik langsung dari tiang listrik karena arus listrik yang masuk ke rumah menjadi tidak terukur dan bisa berakhir pada kebakaran seperti mengganti MCB sendiri. Selain itu, masyarakat juga dirugikan karena tegangan listrik di sekitar bisa saja menjadi drop.

PLN sudah mengatur dan membagi listrik suatu gardu listrik sesuai dengan daya yang terdaftar di PLN pada suatu daerah. Apabila ada penggunaan listrik yang tidak terdaftar dan tidak terukur, hal itu akan memengaruhi juga tegangan listrik yang ada di daerah tersebut.

4. Menggunakan alat elektronik atau jaringan listrik yang sudah Standar Nasional Indonesia (SNI) karena sudah melalui uji kelayakan. Selain itu, masyarakat juga harus memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk instalasi listrik di rumahnya sebagai tanda bahwa instalasi listrik sesuai dengan standar.

5. Listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi wewenang Pemerintah Daerah setempat. Apabila masyarakat menginginkan adanya PJU di wilayahnya bisa menghubungi pemerintah daerah setempat atau swadaya masyarakat sendiri. Mengambil listrik dari tiang untuk penerangan jalan bukanlah jalan pintas.

Pengambilan listrik dari tiang menggunakan kabel yang tidak standar bisa berbahaya bagai keselamatan jiwa. Kabel yang tidak standar akan rentan terkelupas dan menimbulkan kebocoran arus listrik.

Apabila kabel terkelupas tersebut menempel pada bahan yang mudah menghantarkan listrik bisa mengakibatkan sengatan aliran listrik pada orang yang memegangnya.

Baca Juga

Tag: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Energi Listrik

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.38 3,898.98
British Pound GBP 1.00 19,395.13 19,194.83
China Yuan CNY 1.00 2,215.93 2,193.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,479.66 10,373.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,895.91 10,781.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,495.65 17,315.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,562.59 3,521.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,108.79 13,964.40
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5091.816 -4.630 707
2 Agriculture 1152.242 -11.747 24
3 Mining 1430.320 -14.629 47
4 Basic Industry and Chemicals 767.212 7.323 80
5 Miscellanous Industry 929.030 -1.828 53
6 Consumer Goods 1810.335 -12.359 60
7 Cons., Property & Real Estate 312.318 -0.726 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 822.473 1.623 79
9 Finance 1125.263 1.313 94
10 Trade & Service 637.048 -2.667 175
No Code Prev Close Change %
1 JAWA 61 82 21 34.43
2 ITIC 715 890 175 24.48
3 ASRI 123 151 28 22.76
4 NZIA 202 244 42 20.79
5 ATIC 550 625 75 13.64
6 PGLI 155 175 20 12.90
7 ROCK 1,065 1,195 130 12.21
8 MIDI 1,250 1,400 150 12.00
9 DPNS 216 240 24 11.11
10 APLN 103 114 11 10.68
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 320 298 -22 -6.88
2 MTPS 320 298 -22 -6.88
3 JSKY 175 163 -12 -6.86
4 PURE 234 218 -16 -6.84
5 GSMF 88 82 -6 -6.82
6 AGRS 176 164 -12 -6.82
7 BRIS 1,395 1,300 -95 -6.81
8 SIPD 1,260 1,175 -85 -6.75
9 MPRO 890 830 -60 -6.74
10 DFAM 330 308 -22 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ASRI 123 151 28 22.76
2 ANTM 1,100 1,085 -15 -1.36
3 SAME 150 164 14 9.33
4 WSKT 770 765 -5 -0.65
5 BBRI 3,240 3,300 60 1.85
6 APLN 103 114 11 10.68
7 BRPT 885 945 60 6.78
8 TOWR 1,000 1,000 0 0.00
9 TLKM 2,680 2,700 20 0.75
10 BBKP 244 254 10 4.10