Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.

Nasib Perusahaan Milik Konglomerat Sri Prakash Lohia, Miliarder ke-4 RI: Indorama Synthetics

Nasib Perusahaan Milik Konglomerat Sri Prakash Lohia, Miliarder ke-4 RI: Indorama Synthetics
WE Online, Jakarta -

Sri Prakash Lohia ialah pebisnis berdarah India yang sempat mendapat sorotan publik karena mampu menyalip posisi Prajogo Pangestu dalam daftar 500 orang terkaya di dunia. Lohia lahir pada 11 Juli 1952 di Kolkata, India. 

Meski lahir dan tumbuh besar di India, Lohia berhasil mengepakkan sayap bisnisnya di Indonesia hingga akhirnya menyandang status konglomerat keempat di RI setelah duo Hartono dan Tan Siok Tjien. Baca Juga: Perusahaan Milik Konglomerat Tan Siok Tjien Sang Miliarder ke-3 RI: Gudang Garam Gigit Jari

Baca Juga: Nasib Perusahaan Milik Konglomerat Budi Hartono: Bos Djarum, Orang Terkaya Nomor 1

Dilansir dari Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan bersih yang dimiliki oleh Lohia mencapai US$6,07 miliar, terhitung sampai dengan 15 Oktober 2020. Dengan harta kekayaan yang setara Rp89,40 triliun itu memboyong Lohia ke posisi 365 dalam daftar orang terkaya di dunia.

Bergelimangnya harta yang dimiliki Lohia bukan serta-merta ia dapatkan secara instan, melainkan berkat usahanya membangun kerajaan bisnis melalui Indorama Corporation. Langkahnya membangun Indorama diawali ketika ia bersama sang ayah memutuskan pindah dari India ke Indonesia pada tahun 1974 silam dan mendirikan Indorama Synthetics, pabrik garmen yang memproduksi benang pintal di Purwakarta, Jawa Barat. 

Ketika itu, di usianya yang masih belia, ia mampu mendiversifikasi Indorama Synthetics dan mulai memproduksi polyethylene terephthalate (PET) bahan pembuat botol plastik. 

Tak berhenti sampai di sana, Lohia memboyong Indorama ke industri petrokimia dengan melalui akuisisi Eleme Petrochemicals Company pada tahun 2006 silam. Langkah yang menjadi bagian dari ekpansi bisnis itu pun kini mengukuhkan Indorama sebagai salah satu investor terbesar di sektor petrokimia Afrika Barat.

Lantas, di tengah kondisi penuh tantangan seperti sekarang ini bagaimana performa Indorama sepanjang semester I 2020? Terlebih lagi, industri tekstil dan petrokimia menjadi ikut terdampak oleh pandemi Covid-19. Berikut adalah rangkuman kinerja keuangan Indorama periode Januari hingga Juni 2020.

Baca Juga

Tag: Sri Prakash Lohia, PT Indo-Rama Synthetics Tbk (Indorama), PT Indorama, Orang Terkaya, konglomerat

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Alchetron

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19