Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,75% pada level 24.754.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,53% pada level 2.370.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,31% pada level 23.639.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,09% pada level 3.325.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,07% pada level 2.526.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 1,57% pada level 5.797.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,30% terhadap Yuan pada level 6,6569 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,17% terhadap Dollar AS pada level 14.632 IDR/USD.

Sering ke Luar Negeri, Prabowo Subianto Bawa Misi 'Nego' Harga Alutsista

Sering ke Luar Negeri, Prabowo Subianto Bawa Misi 'Nego' Harga Alutsista
WE Online, Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tercatat beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Ternyata, kepergian Prabowo keluar negeri bukanlah tanpa alasan.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, dia berpergian ke luar negeri untuk melakukan diplomasi internasional ihwal pertahanan terhadap beberapa negara. Selain itu, dia mencari harga-harga terbaik untuk memodernkan alutsista milik Indonesia.

Baca Juga: Organisasi HAM Pertanyakan Visa, Dahnil: Pak Prabowo Sudah Terima Banyak Tuduhan

"Dalam pembelanjaan pembelian alutsista, alat-alat utama, alat-alat sistem pertahanan, saya ingin harga yang terbaik-harga yang paling murah, tetapi kualitas paling tinggi, ya ini selalu perjuangan saya. Itulah yang membuat saya harus banyak keliling ke luar negeri," kata Prabowo dalam video yang diunggah oleh Kementerian Pertahanan, Kamis (15/10/2020).

Kata Prabowo, Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap bahan-bahan pokok dari luar negeri. Untuk mendapatkan bahan tersebut, sambungnya, tidak bisa langsung saja bernegosiasi pabrik tanpa persetujuan dari Menteri Pertahanan negara yang bersangkutan.

"Karena kita banyak tergantung teknologi masih banyak dari luar. Sementara itu masih butuh sebagian dari luar. Nah untuk beli teknologi militer dari luar harus ada izin dari pemerintah, enggak bisa kita langsung ke pabriknya," tuturnya.

"Karena itu kita harus datang ke pemerintah, saya harus datang ke Menteri Pertahanan negara ini, kulo nuwun, sowan, minta izin. Kalau mereka baik sama kita, mereka memandang Indonesia bersahabat, baru kita bikin perjanjian kerjasama pertahanan," imbuhnya.

Saat diplomasi disetujui oleh pemerintah suatu negara, kata Prabowo, barulah Indonesia bisa bernegosiasi dengan pabrik-pabrik produsen alutsista. Menurutnya, terkadang juga ada diplomasi yang tidak berjalan sesuai rencana, tak jarang juga negara yang tidak memberikan izin tersebut.

"Kadang-kadang capek datangi semua negara unuk mendapatkan izin boleh apa tidak. Kadang-kadang dia mau kasih, tetapi negara ini engga mau kasih. Jadi ada tingkatanya. Karena itu persahabatan diplomasi sangat penting," ucapnya.

Namun, Prabowo menegaskan, bukan berarti Indonesia mengesampingkan industri pertahanan dalam negeri. Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin industri dalam negeri terus dikembangkan.

"Kita ingin kembangkan, presiden ingin kembangkan industri dalam negeri. Ini terus kita kebut," pungkasnya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Checkitout.info

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,927.93 3,888.63
British Pound GBP 1.00 19,112.38 18,919.29
China Yuan CNY 1.00 2,210.74 2,188.52
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,731.29 14,584.71
Dolar Australia AUD 1.00 10,425.33 10,320.14
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,900.81 1,881.87
Dolar Singapura SGD 1.00 10,869.39 10,757.27
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,444.79 17,269.76
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,554.85 3,515.23
Yen Jepang JPY 100.00 13,980.54 13,837.49
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5096.446 -3.394 707
2 Agriculture 1163.989 1.570 24
3 Mining 1444.949 11.076 47
4 Basic Industry and Chemicals 759.889 4.898 80
5 Miscellanous Industry 930.858 11.455 53
6 Consumer Goods 1822.694 -3.494 60
7 Cons., Property & Real Estate 313.044 -2.121 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 820.850 1.847 79
9 Finance 1123.950 -7.834 94
10 Trade & Service 639.715 3.932 175
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 96 114 18 18.75
2 LION 238 270 32 13.45
3 PTIS 137 155 18 13.14
4 CNTX 200 226 26 13.00
5 TRIN 234 262 28 11.97
6 SAME 134 150 16 11.94
7 WAPO 70 78 8 11.43
8 INTD 142 156 14 9.86
9 INKP 8,650 9,475 825 9.54
10 PORT 440 480 40 9.09
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 306 276 -30 -9.80
2 BRIS 1,500 1,395 -105 -7.00
3 OKAS 115 107 -8 -6.96
4 POLL 4,890 4,550 -340 -6.95
5 BNLI 2,590 2,410 -180 -6.95
6 LCKM 346 322 -24 -6.94
7 JSKY 188 175 -13 -6.91
8 APEX 160 149 -11 -6.88
9 CTBN 2,930 2,730 -200 -6.83
10 PCAR 294 274 -20 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,500 1,395 -105 -7.00
2 ANTM 1,035 1,100 65 6.28
3 SAME 134 150 16 11.94
4 WSKT 715 770 55 7.69
5 BBRI 3,250 3,240 -10 -0.31
6 TLKM 2,670 2,680 10 0.37
7 AGRO 424 396 -28 -6.60
8 BMRI 5,650 5,525 -125 -2.21
9 PURA 134 125 -9 -6.72
10 BBCA 29,025 28,900 -125 -0.43