Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:18 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,54% pada level 24.918.
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,24% pada level 2.360.
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.516.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,04% pada level 3.277.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,29% pada level 2.535.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,07% pada level 5.847.
  • 16:13 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,19% terhadap Yuan pada level 6,6721 CNY/USD.
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup tertahan terhadap Dollar AS pada level 14.660 IDR/USD.

Omnibus Law Emang Dahsyat, Pakuwon Jati hingga Summarecon Ibarat Panen Durian Runtuh!

Omnibus Law Emang Dahsyat, Pakuwon Jati hingga Summarecon Ibarat Panen Durian Runtuh!
WE Online, Jakarta -

Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja resmi disahkan menjadi Undang-Undang (UU Cipta Kerja) pada Senin, 5 Oktober 2020. Terlepas dari pro kontra yang ada, UU Cipta Kerja dinilai mampu menjadi angin segar bagi industri properti di Tanah Air.  

Baca Juga: Skandal Pailit Perusahaan Properti Ini Berakhir ....

Bahkan, sejumlah analis menilai kinerja emiten properti akan terdongkrak oleh adanya UU tersebut, terutama bagi Pakuwon Jati hingga Summarecon Agung yang diklaim memiliki eksposur tertinggi ke pembeli asing. Hal itu disampaikan oleh grup riset Maybank pada beberapa waktu lalu.

"Menurut kami, regulasi kepemilikan asing hanya ditujukan segmen tertentu dari pasar properti. Hal itu akan menguntungkan permintaan properti secara keseluruhan dalam dua tahun ke depan," bunyi riset Maybank sebagaimana dilansir di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga: Nahas! Dolar AS dan Global Membalas, Nilai Tukar Rupiah Amblas

Optimisme tersebut juga tergambarkan melalui pergerakan saham dua emiten properti tersebut. Melansir dari data perdagangan RTI, sejak pengesahan UU Omnibus Law, saham bersandi PWON dan SMRA itu ibarat mendapat durian runtuh karena bergerak dengan tren yang positif. 

Hampir setiap hari perdagangan, saham PWON bertengger di zona hijau dengan capaian apresiasi 3,14% dalam sepekan. Tren kenaikan saham bahkan sudah terjadi sejak Selasa, 6 Oktober 2020, sehari setelah pengesahan UU. Selama empat hari berturut-turut, saham PWON menghijau dengan penguatan signifikan, yakni masing-masing 2,33% ke Rp352 per saham, 0,57% ke  Rp354 per saham, 4,52% ke 370 per saham, dan 3,24% ke Rp382 per saham.

Kemudian, penguatan berlanjut hingga Senin dan Selasa pekan ini, masing-masing ditutup hijau 3,66% ke  Rp396 per saham dan 1,10% ke Rp400 per saham. Sementara itu, untuk perdagangan hari ini saham PWON bergerak variatif dengan jangkauan level terendah di Rp390 per saham dan level tertinggi di Rp398 per saham. Pada penutupan sesi I, saham PWON stagnan di level Rp394 per saham.

Tak kalah positifnya dari PWON, saham SMRA justru tercatat menguat hingga 7,63% dalam sepekan atau setara dengan Rp11,40% dalam sebulan terakhir. Pada pekan lalu, saham SMRA ditutup hijau sebanyak tiga kali, yaitu pada Senin 0,91% ke Rp555 per saham, Selasa 1,80% ke Rp565 per saham, dan Kamis 4,42% ke Rp590 per saham.

Sampai dengan pekan ini, saham SMRA bergerak dominan di zona hijau, yaitu pada Senin dengan apresiasi 5,93% ke Rp625 per saham, Rabu sebesar 4,00% ke Rp650 per saham, dan Jumat siang ini ditutup hijau 2,42% ke level Rp635 per saham. Harga saham SMRA hanya tercatat sekali memerah, yakni pada Kamis, 15 Oktober 2020 lalu sebesar -4,62% ke level Rp620 per saham.

Baca Juga

Tag: PT Pakuwon Jati Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, Properti, Omnibus Law, UU Cipta Kerja

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Ist

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.47 3,909.96
British Pound GBP 1.00 19,360.36 19,166.25
China Yuan CNY 1.00 2,215.33 2,193.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,811.69 14,664.31
Dolar Australia AUD 1.00 10,554.81 10,442.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.19 1,892.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.61 10,800.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,485.20 17,305.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.25 3,534.42
Yen Jepang JPY 100.00 14,145.44 14,000.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5112.188 20.372 706
2 Agriculture 1162.155 9.913 24
3 Mining 1435.499 5.179 47
4 Basic Industry and Chemicals 765.630 -1.582 80
5 Miscellanous Industry 951.694 22.664 53
6 Consumer Goods 1825.836 15.501 60
7 Cons., Property & Real Estate 323.756 11.438 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 812.761 -9.712 79
9 Finance 1127.096 1.833 93
10 Trade & Service 636.513 -0.535 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 376 470 94 25.00
2 BOLT 505 630 125 24.75
3 POLL 4,330 5,400 1,070 24.71
4 JSPT 920 1,135 215 23.37
5 PDES 202 244 42 20.79
6 JAWA 82 99 17 20.73
7 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
8 SMSM 1,260 1,400 140 11.11
9 PALM 280 310 30 10.71
10 GEMA 308 338 30 9.74
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 100 93 -7 -7.00
2 AIMS 129 120 -9 -6.98
3 BAJA 101 94 -7 -6.93
4 PBSA 650 605 -45 -6.92
5 TIRA 260 242 -18 -6.92
6 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
7 DMMX 188 175 -13 -6.91
8 YPAS 290 270 -20 -6.90
9 ESIP 117 109 -8 -6.84
10 OKAS 103 96 -7 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
2 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
3 TLKM 2,700 2,630 -70 -2.59
4 ANTM 1,085 1,085 0 0.00
5 ASRI 151 149 -2 -1.32
6 AGRO 370 350 -20 -5.41
7 BRPT 945 925 -20 -2.12
8 BBRI 3,300 3,290 -10 -0.30
9 BEST 179 182 3 1.68
10 PWON 404 416 12 2.97