Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.

Guru Besar IPB University: Kelapa Sawit Potensial dalam Implementasi SDGs

Guru Besar IPB University: Kelapa Sawit Potensial dalam Implementasi SDGs
WE Online, Jakarta -

South East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), IPB University bekerja sama dengan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University dan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) menggelar Food Ingredient Asia Conference (FiAC) ke-6 secara daring, 14-16 Oktober 2020.

Dr Azis Boing Sitanggang dalam sambutannya mengatakan, FiAC merupakan wadah untuk mendiseminasikan dan mendiskusikan hasil penelitian dan isu terkini terkait pangan di Indonesia dan dunia.

Baca Juga: Potensi Pabrik Sawit Petani Mengisi Ruang Kosong Kebutuhan Lokal

Sementara itu, Kepala LPPM IPB University, Dr Ernan Rustiadi, mengungkapkan, populasi dunia yang terus bertambah seiring dengan terbatasnya lahan produktif merupakan tantangan bagi ketahanan pangan dunia.

"Ini harus diatasi dengan meningkatkan produktivitas lahan yang tersedia, meminimalkan food loss, serta mengelola konsumsi pangan substansial yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Prof Dr Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar IPB University dalam paparannya menerangkan tentang potensi kelapa sawit nasional. Menurutnya, kelapa sawit memiliki potensi dalam mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs). Terlebih, Indonesia merupakan tempat produsen kelapa sawit.

"Produktivitas kelapa sawit sangat tinggi, dapat menghasilkan minyak nabati mencapai delapan ton per hektare per tahun. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan minyak dari kedelai dan biji bunga matahari yang hanya mampu menghasilkan 0,4 ton dan 0,5 ton minyak per hektarenya," jelas Prof Purwiyatno.

Kelapa sawit juga memiliki umur produktif  mencapai 25 tahun dengan biaya produksi relatif lebih murah. Prof Hariyadi melanjutkan, berdasarkan data yang dihimpun Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), sepanjang tahun 2019 produksi minyak sawit Indonesia mencapai 51,8 ton crude palm oil (CPO). Jumlah ini 9 persen lebih tinggi dari produksi tahun 2018.

Hal tersebut, katanya, menjadikan Indonesia layak disebut sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi dunia, permintaan terhadap minyak nabati selama satu dekade ke depan akan terus meningkat.

"Komoditas minyak kelapa sawit telah bertumbuh secara kuat menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar 1,5 sampai 2,5 persen. Ini yang menjadikan pemerintah Indonesia menjadikan kelapa sawit sebagai faktor kunci perekonomian," tambahnya.

Tidak hanya sebagai penghasil devisa, kelapa sawit juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk kualitas pendidikan dan kesehatan. Karenanya, tak bisa dimungkiri bahwa minyak kelapa sawit memainkan peran yang signifikan dalam mencapai target SDGs.

Namun demikian, perlu beberapa strategi untuk menjawab berbagai tantangan seperti aspek keamanan pangan dan risiko kesehatan. Faktanya, sebanyak 85 persen minyak kelapa sawit digunakan untuk memasak makanan. Oleh karena itu, perlu dipastikan keamanan secara keseluruhan rantai pasoknya sejak tahapan produksi hingga akhir.

Prof Hariadi juga menegaskan, Indonesia perlu membangun kegiatan riset dan pengembangan agar menghasilkan nilai komposisi kelapa sawit yang lebih tinggi dan berkualitas. Termasuk minyak yang bebas lemak trans dan kaya akan fitonutrien.

Dalam kegiatan ini juga turut hadir sebagai pembicara Dr Emmanuel Hatzakis (Ohio State University, USA), Prof Dr Michael Murkovic (Graz University of Technology, Austria). Di hari kedua, kegiatan diisi oleh Dr Dede Adawiyah (IPB University), Dr-Ing Dase Hunaefi (IPB University), Prof Dr Lilis Nuraida (SEAFAST Center IPB University), Prof Dr Chin-Kun Wang (Chung Shan Medical University, Taiwan), dan ditutup oleh Prof Dr Umar Santoso (President of IAFT/PATPI).

Baca Juga

Tag: Agribisnis, Sawit, Kelapa Sawit, Sustainable Development Goals (SDGs), Institut Pertanian Bogor (IPB)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19