Portal Berita Ekonomi Sabtu, 28 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Bos OJK Bongkar Penyebab Investor Asing Sering Kabur dari Indonesia

Bos OJK Bongkar Penyebab Investor Asing Sering Kabur dari Indonesia
WE Online, Jakarta -

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso membongkar alasan mengapa investor asing melakukan penarikan dana besar-besaran saat terjadi gejolak ekonomi.Ia mengungkapkan, bahwa selama ini investor global mengeluhkan rendahnya variasi instrumen hedging di pasar keuangan Indonesia. Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) saja, sepanjang tahun 2020 investor asing telah mencatatkan jual bersih sebesar Rp46,545 triliun.

Sehingga, lanjut Wimboh, upaya untuk memperdalam pasar keuangan harus dilakukan dengan meningkatkan variasi instrumen investasi yang memenuhi kebutuhan pasar, termasuk penguatan instrumen hedging."Selama ini instrumen hedging kita belum mumpuni, terutama pada hedging nilai tukar," ujar Wimboh dalam acara Capital Market Summit & Expo 2020 di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Asing Tarik Dana Triliunan Rupiah, IHSG Berakhir di Zona Merah!

Wimboh berharap agar para pelaku pasar berperan untuk menciptakan market deepening dengan meningkat supply dan demand guna meredam volatilitas di pasar. ā€¯Upaya meningkatkan variasi instrumen investasi dan jumlah investor harus dibarengi dengan penguatan instrumen hedging nilai tukar, hedging suku bunga maupun hedging default," tambahnya.

Pada awal tahun ini, pihaknya memiliki optimisme yang tinggi terhadap pasar modal domestik, karena meredanya isu ketegangan perdagangan antara AS dan China, serta adanya proyeksi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Tetapi, ada tamu yang tak diundang, yaitu Covid-19," imbuhnya.

Baca Juga: Pekan Ketiga September, Dana Asing Kabur Rp4,64 Triliun

Sehingga, lanjut dia, pada 24 Maret 2020 posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada level terendah 3.937, padahal pada Januari 2020 berada di atas 6.000. "Sekarang, IHSG sudah kembali ke atas 5.000. Sehingga, ini membuat kami bertambah yakin industri pasar modal akan lebih baik yang seiring juga dengan perbaikan ekonomi," tutur Wimboh.

OJK pun akan lebih fokus menjaga pasar saham agar lebih dalam, agar kondisinya bisa lebih berdaya tahan terhadap gejolak ekonomi global maupun dalam negeri. Dia menambahkan, saat ini pasar saham Indonesia sangat terbantu oleh aktivitas transaksi investor ritel domestik.

"Sekarang ini, sebesar 73 persen transaksi di pasar saham adalah dilakukan oleh investor ritel. Angka ini merupakan transaksi paling banyak untuk kurun lima tahun terakhir," tutup Wimboh.

Baca Juga

Tag: Wimboh Santoso, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), Investor Asing

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47