Portal Berita Ekonomi Sabtu, 28 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kejahatan Siber Makin Menjadi-jadi, Bagaimana Cara Bank DBS Proteksi Nasabah?

Kejahatan Siber Makin Menjadi-jadi, Bagaimana Cara Bank DBS Proteksi Nasabah?
WE Online, Jakarta -

Kejahatan siber, seperti pembobolan dana dan pembocoran data pribadi, merupakan risiko yang harus dihadapi sektor perbankan di tengah perkembangan teknologi saat ini. Meskipun begitu, risiko ini bukan berarti tak bisa diantisipasi dengan kecanggihan teknologi itu pula.

Meraih penghargaan sebagai Bank Teraman di Asia atau The Asia's Safest Bank dari Global Finance, Bank DBS sedikit membocorkan rahasianya bisa mempertahankan gelar tersebut selama sebelas tahun berturut-turut. Bank DBS sendiri memiliki Digibank by DBS sebagai produk digital banking-nya.

Baca Juga: Hadapi Pandemi, DBS Indonesia Bakal Genjot Kredit Korporasi

Managing Director, Head of Digital Banking, PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto, menjelaskan bahwa bank menjaga keamaan digital mulai dari awal seseorang menjadi nasabah. Verifikasi nasabahnya berbasis biometrik; hasi kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

"Dalam proses KYC (know your customer), kami memastikan nasabah tersebut adalah individu yang sesuai atau sebenarnya dengan menggunakan e-KTP dan verifikasi biometrik dengan sidik jari," beber Leonardo kepada redaksi Warta Ekonomi, belum lama ini.

Bocorannya, saat ini Bank DBS tengah mengembangkan teknologi face recognition sebagai metode verifikasi nasabah yang lebih mudah dan lebih aman. Sistem ini akan segera diimplementasikan usai mendapat restu dari regulator.

Lenonardo bilang, "yang kami harapkan setelah mendapat persetujuan regulator, dapat memberikan akses kepada nasabah yang lebih luas, lebih mudah, serta lebih aman."

Sementara dalam bertransaksi perbankan, DBS menerapkan prinsip verifikasi dua langkah atau two factor authentication (2FA). Dalam hal ini, bank menggunakan teknologi soft-token sehingga dapat dipastikan transaksi dilakukan di perangkat yang benar dan tidak diretas dari perangkat lain.

"Dengan soft-token yang sudah tertanam di dalam aplikasi Digibank by DBS memungkinkan transaction authentication dapat dilakukan secara transparan tanpa perlu tambahan OTP (one time password) ataupun hard-token lagi," kata dia menjelaskan.

Menurut Leonardo, bank juga melakukan evaluasi terus-menerus mengenai tren keamanan siber, mengamati pola modusnya, dan mengembangkan monitoring logic untuk meminimalisasi impact fraud jika ada.

Selain teknologi dari sisi bank, dia mengingatkan pentingnya bagi nasabah untuk menjaga data pribadi mereka. Seperti analogi rumah yang dipasang banyak gembok, alarm, dan CCTV, tapi jika pelaku kejahatan diberikan kunci pintu masuk atau diberikan akses maka mereka masih tetap bisa masuk rumah.

"Oleh karena itu, Bank DBS Indonesia bersama dengan rekan-rekan di industri perbankan secara aktif mengedukasi para nasabah tentang pentingnya menjaga informasi pribadi, seperti login, password, dan OTP," ujar Leonardo.

Edukasi terkait proteksi kerahasiaan data seperti data PIN atau OTP ini dilakukan, baik di dalam aplikasi maupun melalui berbagai media di luar aplikasi.

Baca Juga

Tag: PT Bank DBS Indonesia, Digibank

Penulis: Rosmayanti

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: DBS

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47