Portal Berita Ekonomi Sabtu, 28 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,28% pada level 26.894.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,29% pada level 2.633.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,40% pada level 26.644.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,14% pada level 3.408.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,15% pada level 2.861.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,45% pada level 6.334.
  • 16:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yuan pada level 6,5778 CNY/USD.
  • 16:30 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.090 IDR/USD.

MUI Ingatkan Pemerintah: Jangan Pakai Paradigma Arogan, Mentang-Mentang Berkuasa

MUI Ingatkan Pemerintah: Jangan Pakai Paradigma Arogan, Mentang-Mentang Berkuasa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menerima naskah Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno. MUI akan segera mengkaji naskah UU tersebut dan menyampaikan hasilnya ke pemerintah.

"Kita sudah punya naskah (UU Cipta Kerja) yang asli. Kita sudah mulai membahas UU Cipta Kerja ini bukan berdasarkan informasi dari pihak yang tidak jelas," kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), KH Muhyiddin Junaidi, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Rombongan Ulama MUI Pulang dari Istana Jokowi dengan Tangan Hampa

MUI berharap agar pemerintah mendengarkan aspirasi rakyat. Sudah sekian banyak protes kepada pemerintah dan DPR, mengapa tidak didengarkan. Waketum MUI menegaskan, jangan sampai aspirasi rakyat tumpah ke jalan-jalan sehingga akan menimbulkan pro dan kontra, kasihan rakyat.

"Kalau paradigmanya adalah arogansi kekuasaan, mentang-mentang berkuasa, ini bukan penyelesaian yang terbaik dari negarawan yang bijak, negarawan yang bijak itu tahu mengapa dirinya diprotes, ini sudah diprotes di mana-mana tapi masih tidak mengerti," kata Kiai Muhyiddin.

Kiai Muhyiddin mengatakan MUI akan mengkaji titik lemah dan kekuatan UU Cipta Kerja sehingga tahu apa saja yang harus dihilangkan dan dipertahankan. Untuk itu, MUI sudah membentuk tim terdiri dar pakar hukum dan perundang-undangan serta ahli ketatanegaraan.

Ia menyampaikan hasil kajian MUI dengan para pakar terhadap UU Cipta Kerja akan disampaikan ke pemerintah. Nanti terserah pemerintah mau bagaimana menanggapi masukan dari MUI.

"Kalau pemerintah masih ngotot dan tidak mau mendengarkan saran dari kita, ya kita serahkan kepada rakyat. Artinya, terserah rakyat maunya seperti apa," ujarnya.

Kiai Muhyiddin menegaskan, MUI nanti menyampaikan aspirasi dan hasil kajian UU Cipta Kerja kepada pemerintah dengan jalur resmi. Kalau pemerintah masih enggan menanggapi dan mendengarkan, maka itu bukan salah MUI, itu salah pemerintah yang tidak mau mendengarkan aspirasi.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Majelis Ulama Indonesia (MUI), Omnibus Law

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47