Portal Berita Ekonomi Minggu, 29 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kisah Perusahaan Raksasa: Fannie Mae, Penguasa Utama Pasar Hipotek AS Bernilai USD3,5 Triliun

Kisah Perusahaan Raksasa: Fannie Mae, Penguasa Utama Pasar Hipotek AS Bernilai USD3,5 Triliun
WE Online, Jakarta -

Fannie Mae dikenal juga sebagai Federal National Mortgage Association (FNMA) adalah perusahaan jasa keuangan non-bank terbesar di dunia. Perusahaan pemegang saham ini dikatakan salah satu perusahaan terbesar di Amerika Serikat (AS). 

Perusahaan ini diketahui beroperasi secara eksklusif di pasar hipotek sekunder, melayani pasar perumahan keluarga tunggal dan multi keluarga. Fannie Mae juga bekerja untuk mendorong pembangunan perumahan dan komunitas di seluruh negeri.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: SAIC Motor, Otomotif Bernilai Fantastis Kelahiran Shanghai

Fannie Mae Headquarters.JPG

Sambil memegang aset 675 miliar dolar AS, Fannie Mae juga menjamin lebih dari 700 miliar dolar AS di Mortgage-Backed Securities (MBS). Lembaga sempat jadi milik pemerintah ini telah membuat dampak yang luar biasa pada industri keuangan rumah tangga sejak disewa oleh Kongres pada 1938. Diatur oleh pemerintah federal, Fannie Mae adalah instrumen yang tidak biasa dalam perekonomian AS.

Salah satu perusahaan yang masih didukung pemerintah ini tetap menjadi roda penggerak pentig di pasar perumahan AS. Fannie Mae menyediakan lebih dari 650 miliar dolar AS likuiditas ke pasar hipotek perumahan pada 2019 dengan membeli atau mengamankan pinjaman di balik lebih dari 3 juta pembelian rumah, pembiayaan ulang dan sewa.

Selain membiayai kira-kira satu dari empat hipotek keluarga tunggal di AS, perusahaan juga mendukung 70 miliar dolar AS dalam pembiayaan multi-keluarga pada 2019. Sebagian besar dari kegiatan itu mendukung perumahan yang terjangkau.

Kekayaan Fannie Mae bisa dilihat dari tiga aspek. Pertama aset utama perusahaan pada 2020 tercatat mencapai 3,50 triliun dolar AS, sedikit naik dari tahun sebelumnya di angka 3,41 miliar dolar. Kedua laba bersih perusahaan pada tahun ini sebesar 14,16 miliar dolar turun 11 persen dari tahun sebelumnya yang sempat menyentuh angka 15,95 miliar dolar. Yang terakhir adalah pendapatan total perusahaan yang berhasil dibukukan sejumlah 120,30 miliar dolar tahun ini dari sebelumnya 120,10 miliar dolar di tahun sebelumnya.

Capaian tersebut memberika nilai tersendiri bagi Fannie Mae. Dengan itu, perusahaan duduk di peringkat 53 dalam daftar perusahaan raksasa milik Global 500 Fortune.

Perjalanan perusahaan raksasa asal AS Fannie Mae akan dibahas dan diulas pada kesempatan Selasa (20/10/2020) kali ini oleh Warta Ekonomi. Tulisan tersebut akan disajikan sebagai berikut. 

Fannie Mae awalnya dirancang untuk membantu meringankan masalah perumahan negara selama masa Depresi Besar. Judul III Undang-Undang Perumahan Federal tahun 1934 mengatur penggabungan asosiasi hipotek nasional swasta untuk menciptakan pasar hipotek sekunder nasional. 

Namun pada Februari 1938, karena belum ada asosiasi swasta yang terbentuk, Administrasi Perumahan Federal menyewa National Mortgage Association of Washington untuk membeli dan menjual hipotek. Namanya diubah tiga bulan kemudian menjadi Federal National Mortgage Association atau FNMA. Sejak saat itu dikenal sebagai Fannie Mae.

Pemerintah federal tertarik untuk memfasilitasi hipotek rumah sebagai cara untuk memperkuat industri konstruksi perumahan serta menyediakan perumahan yang layak bagi warganya. Depresi telah sangat merugikan lembaga pemberi pinjaman swasta. 

Tujuan utama Fannie Mae adalah mendirikan pasar hipotek sekunder untuk meremajakan pemberi pinjaman asli seperti bank hipotek, asosiasi simpan pinjam, dan bank komersial dengan merangsang arus kas yang cukup untuk memungkinkan mereka memberikan pinjaman baru. Fannie Mae membeli hipotek yang diasuransikan oleh Administrasi Perumahan Federal (FHA) dari pemberi pinjaman swasta ini, dan menyimpannya untuk portofolionya sendiri atau menjualnya kepada investor swasta.

Pasar sekunder yang diciptakan Fannie Mae juga membuat para pemberi pinjaman swasta yakin untuk membuat hipotek yang diasuransikan FHA. Keyakinan pemodal ini sangat langka sebab di sisi lain banyak sebagian enggan melakukannya. 

Setelah yakin bahwa mereka dapat dengan mudah mengubah hipotek ini menjadi uang tunai jika diperlukan, pemberi pinjaman lebih cenderung untuk memberikan kredit hipotek. Selain itu, pasar hipotek sekunder membantu meredakan perbedaan antara daerah kaya modal dan miskin modal di negara tersebut. 

Fannie Mae bisa membeli hipotek dari Selatan atau Barat wilayah negara dan menjualnya kepada investor di Timur yang kaya modal. Dengan cara ini seorang bankir Boston dapat berinvestasi dalam hipotek Arizona sementara pemberi pinjaman lokal di Arizona tidak lagi dibatasi dalam jumlah pinjaman yang dapat dia lakukan dengan setoran tunai pelanggannya. 

Baca Juga

Tag: Federal National Mortgage Association (FNMA/Fannie Mae), Perusahaan Raksasa

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47