Portal Berita Ekonomi Sabtu, 05 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:41 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,40% pada level 26.835.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,31% pada level 2.731.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,22% pada level 26.751.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,07% pada level 3.444.
  • 16:39 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,62% pada level 2.839.
  • 16:39 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,72% pada level 6.536.
  • 16:38 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yuan pada level 6,5331 CNY/USD.
  • 16:38 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,25% terhadap Dollar AS pada level 14.105 IDR/USD.

PKS Akui Kini DPR bak 'Macan Ompong'

PKS Akui Kini DPR bak 'Macan Ompong'
WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR, Mulyanto, mengaku setuju jika DPR dinilai kurang bertaji dalam satu tahun pertama Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Khusunya dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan.

"Fungsi DPR RI secara teknis dalam legislating, budgeting, dan controlling sebagian memang menjadi kurang powerfull lagi," ujar Mulyanto kepada Republika.co.id, Rabu (21/10/2020).

Baca Juga: PKS Kritik Keras Jokowi: Kinerja di bawah Standar, Cebong vs Kadrun Belum Terdamaikan

Fungsi anggaran DPR juga disebut diambil alih oleh pemerintah dengan alasan penanganan Covid-19. Hal itu terjadi lewat Perppu Nomor 1 Tahun 2020 terkait penanggulangan Covid-19 yang sudah menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020.

Menurutnya, hal ini terjadi karena mayoritas fraksi yang ada di DPR merupakan partai pendukung Jokowi-Ma'ruf sehingga ia tak heran jika DPR saat ini seakan selalu setuju dengan kebijakan pemerintah.

"Karenanya dapat diduga kalau keputusan politik yang diambil DPR lebih mengarah pada kemudahan jalan bagi kebijakan eksekutif," ujar Mulyanto.

Mulyanto berharap, DPR dapat menjadi lembaga independen yang kembali bertaji dalam mengawasi kebijakan pemerintah agar DPR tak lagi dicap sebagai tukang stempel di era Jokowi-Ma'ruf.

"Tetap menjadi sebuah kekuatan penyeimbang yang mandiri dan independen sehingga dapat menjalankan fungsi check and balances yang tepat," ujar Mulyanto.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menyampaikan evaluasinya terhadap satu tahun kinerja pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin. Menurutnya, kepiawaian Jokowi menggaet Partai Gerindra masuk ke dalam koalisi pemerintah telah berhasil menjadikan DPR saat ini seperti halnya macan ompong yang tak berkutik di hadapan pemerintah.

Menurutnya, DPR sebagai lembaga legislatif dianggap telah kehilangan perannya dalam hal pengawasan. Lucius berpandangan faktor itulah yang kemudian membuat omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja begitu mudah diselesaikan.

"Padahal, secara umum kinerja legislasi parlemen sangat buruk, tetapi pada RUU yang menjadi fokus pemerintah, DPR bisa ngegas membahasnya sesuai dengan yang diinginkan pemerintah," ujarnya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Joko Widodo (Jokowi), Maruf Amin

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,800.27 3,762.36
British Pound GBP 1.00 19,180.14 18,985.06
China Yuan CNY 1.00 2,176.95 2,154.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,252.91 14,111.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.34 10,484.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.73 1,820.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,686.74 10,574.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,308.73 17,133.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,505.39 3,466.25
Yen Jepang JPY 100.00 13,729.80 13,586.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5810.483 -12.459 705
2 Agriculture 1349.078 -33.127 24
3 Mining 1757.336 10.549 47
4 Basic Industry and Chemicals 905.302 0.979 80
5 Miscellanous Industry 1017.388 9.189 53
6 Consumer Goods 1875.745 -1.791 60
7 Cons., Property & Real Estate 381.217 -4.442 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 963.016 -5.222 79
9 Finance 1308.754 -5.995 93
10 Trade & Service 705.473 1.953 174
No Code Prev Close Change %
1 POLA 75 101 26 34.67
2 SMMT 90 121 31 34.44
3 ICON 54 72 18 33.33
4 FIRE 820 1,025 205 25.00
5 IRRA 925 1,155 230 24.86
6 PCAR 390 486 96 24.62
7 CASS 222 276 54 24.32
8 ARTO 3,300 4,050 750 22.73
9 FITT 58 70 12 20.69
10 SOCI 145 174 29 20.00
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 186 173 -13 -6.99
2 BOLT 790 735 -55 -6.96
3 RELI 434 404 -30 -6.91
4 JSKY 264 246 -18 -6.82
5 PTIS 162 151 -11 -6.79
6 DIVA 2,210 2,060 -150 -6.79
7 ARII 444 414 -30 -6.76
8 DFAM 240 224 -16 -6.67
9 ARGO 1,800 1,680 -120 -6.67
10 CBMF 600 560 -40 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ADRO 1,375 1,435 60 4.36
2 BBRI 4,400 4,300 -100 -2.27
3 TLKM 3,300 3,250 -50 -1.52
4 ELSA 364 370 6 1.65
5 TRIN 212 222 10 4.72
6 KAEF 3,500 3,550 50 1.43
7 IRRA 925 1,155 230 24.86
8 PPRO 108 105 -3 -2.78
9 BBKP 332 332 0 0.00
10 BUMI 71 68 -3 -4.23