Berkomitmen Laksanakan GRC, Bos Pupuk Kaltim Diganjar The Most CommittedGRC Leader

Berkomitmen Laksanakan GRC, Bos Pupuk Kaltim Diganjar The Most CommittedGRC Leader Kredit Foto: Ist

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, dinobatkan sebagai The Most CommittedGRC Leader, pada ajang TOP GRC Award 2020 gelaranTOP Bussiness bekerjasama dengan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). Penghargaan ini menyusul dua kategori yang berhasil diraih Pupuk Kaltim, yakni TOP GRC 2020 dengan predikat 4 stars dan TOP Board of Commissioner GRC.

Rahmad Pribadi dinilai berkomitmen penuh dalam pelaksanaan Governance, Risk and Compliance (GRC) dalam aktivitas bisnis Perusahaan, sekaligus mendukung penerapan manajemen risiko individu, sehingga budaya sadar risiko di lingkungan Pupuk Kaltim meningkat setiap tahun. Hal itu dilihat dari pelaksanaan proses bisnis Pupuk Kaltim sesuai penerapan GCG yang menitikberatkan pada Transparansi, Akuntabilitas, Independensi, Responsibility dan Fairness.

Rahmad Pribadi, menuturkan bahwa jajaran Direksi Pupuk Kaltim terus berkomitmen menerapkan GRC dalam setiap pengambilan keputusan, dengan peran dan tanggungjawab yang terbagi pada sejumlah kebijakan, di antaranya menetapkan dan mengevaluasi kebijakan pedoman maupun prosedur penerapan GCG, serta manajemen risiko dan kepatuhan secara berkala.

Baca Juga: Begini Cara Pupuk Kaltim Dorong Produktivitas Pertanian Gorontalo

Selanjutnya menerapkan dan mensosialisasikan GCG, manajemen risiko dan kepatuhan sesuai prinsip GCG, membangun komitmen dan awareness penerapan GCG, serta manajemen risiko dan kepatuhan di seluruh lini bisnis Pupuk Kaltim.

“Pengambilan keputusan dilandasi prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dengan mempertimbangkan manajemen risiko,” ujar Rahmad Pribadi.

Dari peran dan tanggungjawab yang dijalankan, skor GCG Pupuk Kaltim mencapai predikat sangat baik sesuai asesmen Kementerian BUMN, serta mendapat predikat Most Trusted Company berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI). Hal itu dilihat dari penerapan sistem dan kebijakan GCG dengan dampak positif ke Perusahaan, mulai tata kelola yang lebih profesional, independensi tata kerja Dewan Komisaris dan Direksi, pengelolaan anak perusahaan yang lebih profesional, hingga pengawasan dan advice yang lebih efektif dan efisien dari Dewan Komisaris kepada Direksi.

Baca Juga: Punya Stok 5 Kali Lipat, Pupuk Kaltim Siap Salurkan Tambahan Alokasi

Sedangkan untuk sistem dan kebijakan manajemen kepatuhan, penerapan kode etik di lingkungan Pupuk Kaltim memberi dampak pengelolaan Perusahaan dengan nilai moral tinggi, sekaligus mampu mencegah terjadinya kecurangan (fraud) dan Perusahaan terhindar dari risiko kasus hukum.

Untuk kebijakan manajemen risiko, Pupuk Kaltim telah menyusun roadmap, kebijakan dan pedoman berbasis ISO 31000 melalui SK Direksi, termasuk mengatur pengelola dan Key Person MR, HIRARC dan Asdam, hingga kewajiban pelaporan risiko individu seluruh karyawan sesuai prosedur penerapan manajemen risiko.


“Penilaian GCG Pupuk Kaltim meningkat setiap tahun dan tertinggi dari seluruh anak usaha Pupuk Indonesia Grup. Seluruh capaian tersebut akan terus dipertahankan dan ditingkatkan, karena telah menjadi budaya kerja di Pupuk Kaltim,” pungkas Rahmad Pribadi.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini