Portal Berita Ekonomi Sabtu, 28 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,28% pada level 26.894.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,29% pada level 2.633.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,40% pada level 26.644.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,14% pada level 3.408.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,15% pada level 2.861.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,45% pada level 6.334.
  • 16:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yuan pada level 6,5778 CNY/USD.
  • 16:30 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.090 IDR/USD.

Awasi Ketat Agama, China Mulai Sensor Kata 'Jesus' dan 'Kristus'

Awasi Ketat Agama, China Mulai Sensor Kata 'Jesus' dan 'Kristus'
WE Online, Beijing -

Pengawasan terhadap agama di China menjadi perhatian internasional. Meski China berulangkali membantah mengekang kebebasan beragama, namun kalangan masyarakat sipil kerap mengeluhkan pembatasan yang dilakukan oleh Beijing.

Berdasarkan laporan VOA News, Selasa (20/10/2020), Partai Komunis China mensensor teks agama dan buku yang dianggap subsversif, termasuk literatur yang didistribusikan oleh kalangan Krsitiani.

Baca Juga: China Gak Main-main buat Perketat Pengawasan Agama-agama

Menurut keterangan China Aid, lembaga sipil Kristen yang fokus untuk meningkatkan kesadaran beragama di China, sensor-sensor mulai menghilangkan kata 'Christ' (kristus) dan 'Jesus' dari sejumlah publikasi, termasuk jaringan media sosial. Kata itu diganti oleh 'JD' dan 'YS'.  Kalangan kristiani disebut juga telah mengganti kata-kata yang sensitif itu untuk menghindari sensor online.

Masih dilaporkan VOA, otoritas China juga mengawasi gereja-gereja di sana. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah gereja dan salib yang dihancurkan oleh negara dengan sangkaan melanggar aturan.

Menurut Xu Yonghai, seorang pastor di Beijing kepada VOA, sejak 2014, Partai Komunis China telah menargetkan gereja yang sudah disetujui pemerintah. 

"Selama era presiden Jiang Zemin, semua gereja tidak pernah mengalami tekanan. Namun sejak 2014, pemerintah mulai membatasi baik itu gereja di 'bawah tanah' atau gereja diakui pemerintah," ujarnya.

Hal itu, kata ia, menunjukkan bahwa China memperketat pengawasan terhadap agama dan mendorong paham komunisme.

Sementara itu dilema juga alami umat Katolik. Meski otoritas Vatikan terus menjalin komunikasi dengan Partai Komunis, tapi sejumlah kalangan Katolik menilai kebebasan beragama mereka tak membaik. Terutama, jemaat yang mendatangi gereja-gereja 'bawah tanah'.

Pada bulan ini China dan Vatikan telah sepakat bahwa penunjukkan Uskup di Negara Tirai Bambu itu harus mendapat persetujuan dari Beijing.

Mr Zhang, salah seorang penganut Katolik di Provinsi Yunan mengatakan kepada VOA bahwa ia percaya adalah sebuah dosa bernegosiasi dan berkompromi dalam hal-hal yang suci seperti penunjukan Uskup dengan persetujuan Partai Komunis China.

"Tindakan Paus adalah pengkhianatan terhadap tuhan," ujarnya.

Sebelumnya umat Islam di Xinjiang dilaporkan juga mendapat pengawasan ketat oleh otoritas China. Beijing dinilai telah melakukan pembatasan kebebasan beragama Muslim Uighur dan memberikan pemahaman tentang Komunisme China secara paksa.

Negara-negara Barat bahkan menyebut China telah membuat kamp khusus untuk mendoktrin Muslim di Xinjiang. China berulangkali membantah tuduhan tersebut, dan menyebut Kamp hanyalah sebuah tempat pelatihan untuk meningkatkan keahlian.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), Agama

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Asia News

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47