Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,13% pada level 26.486.
  • 17:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,92% pada level 2.602.
  • 17:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,09% pada level 3.414.
  • 17:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,27% pada level 2.848.
  • 17:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,25% pada level 6.367.
  • 17:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 6,5655 CNY/USD.
  • 17:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,11% terhadap Dollar AS pada level 14.149 IDR/USD.

Waspada! Indonesia Terancam Krisis Panjang, Melebihi Krisis Moneter 1998

Waspada! Indonesia Terancam Krisis Panjang, Melebihi Krisis Moneter 1998
WE Online, Jakarta -

Ekonom mengungkapkan, sejatinya perekonomian Indonesia yang dibayangi resesi sudah menunjukkan tren penurunan sebelum adanya pandemi Covid-19. Bahkan, sejak satu dekade belakangan secara struktural dari tahun 2005 hingga 2020, pertumbuhan PDB antarkuartal di kuartal 3 selalu lebih rendah dibanding pertumbuhan PDB di kuartal 2.

"Hanya di tahun 2009, 2014, dan 2015 terlihat kinerja pertumbuhan kuartal 3 lebih tinggi dibanding kuartal 2," ujar Chief Economist CIMB Niaga, Adrian Panggabean, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Pengusaha Enggan Naikkan UMP 2021, KSPI: Krisis 1998 Saja Bisa

Tahun 2009 adalah fase terjadinya global financial crisis. Tahun 2014-2015 adalah fase terjadinya kejatuhan harga-harga komoditas dunia termasuk batu bara. Dengan mengacu pada definisi terkait resesi, Indonesia sebenarnya telah memasuki zona resesi bahkan sejak kuartal I 2020. Pertumbuhan antarkuartal di kuartal 4 2019 telah mengalami kontraksi sebesar -0,21% dan kontraksi kedua di kuartal I 2020 sebesar -1,55%.

"Sehingga, kontraksi ketiga di kuartal II 2020 sebesar -4,20% dapat dipandang sebagai konfirmasi bahwa Indonesia memang telah berada zona resesi sejak semester pertama tahun ini," katanya.

Adrian memproyeksi, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 berada di -3,3% yoy. Ini artinya, perekonomian Indonesia sudah akan mengalami kontraksi selama empat kuartal berturut-turut sejak kuartal IV 2019.

"Proyeksi ekonomi di tahun 2020 dan 2021 memperlihatkan bahwa lemahnya momentum ekonomi Indonesia mungkin akan berlanjut sampai kuartal I 2021. Saya memperkirakan kontraksi ekonomi akan berlanjut di kuartal IV 2020, sebesar -2,3% yoy," bebernya.

Adapun pertumbuhan ekonomi di seluruh tahun 2020 dengan demikian akan mencapai -2,0% yoy. Selanjutnya, bila kontraksi struktural masih berlanjut sampai kuartal I 2021, Indonesia akan berada dalam zona resesi yang bahkan lebih panjang dibanding episode krisis moneter di tahun 1998.

Bergesernya garis pertumbuhan Indonesia sebagai akibat dari resesi yang berkepanjangan saat ini akan membuat momentum pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi terbatas. "Sehingga saya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 hanya akan mencapai 3,8% yoy," tandasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Ekonomi Indonesia, Resesi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,795.45 3,757.58
British Pound GBP 1.00 18,966.47 18,774.93
China Yuan CNY 1.00 2,170.87 2,148.29
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,234.82 14,093.18
Dolar Australia AUD 1.00 10,422.74 10,311.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.06 1,817.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,607.96 10,500.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,903.85 16,734.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,482.95 3,444.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,720.31 13,582.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5652.764 81.108 705
2 Agriculture 1242.319 3.909 24
3 Mining 1605.038 42.110 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.060 26.748 80
5 Miscellanous Industry 1019.264 10.676 53
6 Consumer Goods 1867.172 10.917 60
7 Cons., Property & Real Estate 358.681 5.810 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 959.287 24.113 79
9 Finance 1285.741 12.086 93
10 Trade & Service 666.726 8.434 174
No Code Prev Close Change %
1 RELI 266 332 66 24.81
2 SMBR 645 795 150 23.26
3 MTSM 184 226 42 22.83
4 GGRP 342 420 78 22.81
5 SKLT 1,425 1,710 285 20.00
6 AKPI 314 370 56 17.83
7 ENRG 60 70 10 16.67
8 YPAS 350 408 58 16.57
9 FORU 98 114 16 16.33
10 INDY 1,170 1,360 190 16.24
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 220 198 -22 -10.00
2 KMDS 492 458 -34 -6.91
3 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
4 YULE 350 326 -24 -6.86
5 NICK 322 300 -22 -6.83
6 TAMA 179 167 -12 -6.70
7 PGLI 240 224 -16 -6.67
8 GLVA 394 368 -26 -6.60
9 RONY 274 256 -18 -6.57
10 CSMI 540 505 -35 -6.48
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,030 1,070 40 3.88
2 TLKM 3,220 3,320 100 3.11
3 SMBR 645 795 150 23.26
4 PPRO 67 70 3 4.48
5 BRPT 955 1,045 90 9.42
6 BBNI 5,675 5,900 225 3.96
7 FREN 68 70 2 2.94
8 BBRI 4,020 4,080 60 1.49
9 ADHI 920 1,025 105 11.41
10 ANTM 1,210 1,255 45 3.72