Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:40 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,87% pada penutupan sesi I.
  • 08:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 45,26 USD/barel.
  • 08:33 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Euro pada level 1,1945 USD/EUR.
  • 08:32 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Poundsterling pada level 1,3341 USD/GBP.
  • 08:31 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,91% pada level 29.638.
  • 08:30 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 1,18% pada level 2.621.
  • 08:29 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 1,38% pada level 26.798.
  • 08:28 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,46% pada level 3.621.
  • 08:27 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup negatif 1,59% pada level 6.266.
  • 08:27 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 104,34 JPY/USD.
  • 08:25 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.779 USD/troy ounce.

Hadapi China, AS Setuju Jual Senjata ke Taiwan hingga Puluhan Triliun

Hadapi China, AS Setuju Jual Senjata ke Taiwan hingga Puluhan Triliun
WE Online, Jakarta -

Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) menyetujui kemungkinan penjualan tiga sistem senjata ke Taiwan. Termasuk sensor, rudal, dan artileri. Nilainya, mencapai 1,8 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 26,4 triliun.

Berdasarkan laporan dari kantor berita Reuters, Gedung Putih juga telah menyetujui lima penjualan terpisah peralatan militer canggih ke Taiwan. Dengan nilai total sekitar 5 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 73,4 triliun.

Baca Juga: Perang China-Taiwan Tinggal Hitungan Hari?

Penjualan senjata itu disetujui pemerintahan Trump, salah satunya karena ingin meningkatkan tekanan terhadap China di tengah kekhawatiran atas aksi negara itu terhadap Taiwan.

Dari laporan Deplu AS kepada Kongres, sistem persenjataan tersebut yakni, 11 peluncur roket berbasis truk yang dibuat Lockheed Martin. Senjata itu juga disebut sebagai Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS). Nilainya sekitar 436,1 juta dolar AS atau setara dengan Rp 6,4 triliun.

Persetujuan itu juga mencakup 135 rudal Standoff Land Attack Missile Expanded Response (SLAM-ER), dan peralatan terkait yang dibuat Boeing, dengan perkiraan nilai sekitar 1,008 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 14,8 triliun.

Selain itu, ada juga enam pod sensor eksternal MS-110 Recce, yang dibuat Collins Aerospace untuk jet tempur. Perkiraan harganya 367,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,3 triliun.

Pemberitahuan lebih lanjut dari Kongres, mungkin bakal diumumkan pada Rabu (22/10) waktu AS. Termasuk drone yang dibuat General Atomics dan rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat, yang dibuat oleh Boeing. Senjata-senjata itu berfungsi sebagai rudal jelajah pertahanan pantai.

Sebuah sumber mengatakan, 100 stasiun rudal jelajah dan 400 rudal bernilai sekitar 2 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 29,3 triliun juga masuk bagian yang akan ditransaksikan. Sebelumnya, September lalu Reuters pertama kali melaporkan, bahwa penjualan sistem senjata utama ke Taiwan sedang melalui proses ekspor dari AS.

Setelah mendapatkan pemberitahuan resmi, Kongres AS punya waktu 30 hari untuk menyetujui atau menolak rencana penjualan tersebut. Tapi hal itu tidak dilakukan, karena AS berupaya mendukung secara luas terhadap sistem pertahanan Taiwan.

Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri Taiwan pun menyambut baik kabar ini. Taiwan menyebut, senjata itu akan membantu meningkatkan kemampuan pertahanan negaranya.

Dalam pernyataannya, kementerian Pertahanan Taiwan menyebut, penjualan senjata ini menunjukkan bahwa AS sangat mementingkan posisi strategis kawasan Indo-Pasifik dan Selat Taiwan.

"AS secara aktif membantu negara kami memperkuat kemampuan pertahanan secara keseluruhan," bunyi pernyataan itu.

Hingga saat ini, China menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya. Karena itu, China akan melakukan cara apapun, termasuk dengan kekerasan, agar Taiwan tunduk pada China.

Sedangkan AS menganggap Taiwan sebagai pos terdepan demokrasi yang penting. Hukum AS pun mewajibkan negara itu menyediakan sarana mempertahankan diri.

Terkait hal ini, Kedutaan China belum memberikan tanggapannya. Tapi pekan lalu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan, penjualan senjata AS ke Taiwan sangat merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China. Mereka juga mendesak AS membatalkan rencana penjualan senjata ke Taiwan.

Pemerintah AS belakangan makin meningkatkan tekanan terhadap China, terutama menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) AS, 3 November nanti. Presiden Donald Trump yang juga kembali bertarung di Pilpres itu, bahkan menjadikan kebijakannya yang keras ke China sebagai tema kebijakan luar negeri utama.

AS sangat ingin melihat Taiwan meningkatkan kemampuan pertahanannya dalam menghadapi gerakan China, yang semakin agresif mengintimidasi Taiwan. Pekan lalu, Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O Brien mengatakan, untuk saat ini China mungkin belum siap menyerang Taiwan.

Tapi, menurutnya, pulau itu perlu membentengi dirinya sendiri dari serangan di masa depan, atau upaya apa pun untuk mengisolasi melalui non-militer, seperti embargo.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), Taiwan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Antara/REUTERS/Ann Wang

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5612.415 -170.920 705
2 Agriculture 1317.058 28.447 24
3 Mining 1674.088 -3.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.286 -28.789 80
5 Miscellanous Industry 958.275 -39.047 53
6 Consumer Goods 1839.376 -49.225 60
7 Cons., Property & Real Estate 372.398 -6.104 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 945.008 -49.687 79
9 Finance 1259.171 -43.051 93
10 Trade & Service 681.109 -16.238 174
No Code Prev Close Change %
1 TOBA 400 494 94 23.50
2 HRUM 2,290 2,780 490 21.40
3 YPAS 396 462 66 16.67
4 CLAY 1,450 1,690 240 16.55
5 FIRE 386 448 62 16.06
6 DOID 354 410 56 15.82
7 ARGO 1,730 1,990 260 15.03
8 BOSS 143 163 20 13.99
9 HITS 448 510 62 13.84
10 LPKR 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 CSAP 372 346 -26 -6.99
2 LPPF 1,360 1,265 -95 -6.99
3 UNTR 24,725 23,000 -1,725 -6.98
4 INKP 9,325 8,675 -650 -6.97
5 BBSS 115 107 -8 -6.96
6 BMTR 288 268 -20 -6.94
7 MAPI 865 805 -60 -6.94
8 LINK 2,600 2,420 -180 -6.92
9 ADMG 159 148 -11 -6.92
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,460 3,230 -230 -6.65
2 ASII 5,550 5,300 -250 -4.50
3 BBRI 4,270 4,090 -180 -4.22
4 BRIS 1,470 1,430 -40 -2.72
5 DOID 354 410 56 15.82
6 TOWR 1,125 1,095 -30 -2.67
7 BBNI 6,350 6,000 -350 -5.51
8 PGAS 1,490 1,390 -100 -6.71
9 AGRO 570 540 -30 -5.26
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91