Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,13% pada level 26.486.
  • 17:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,92% pada level 2.602.
  • 17:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,09% pada level 3.414.
  • 17:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,27% pada level 2.848.
  • 17:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,25% pada level 6.367.
  • 17:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 6,5655 CNY/USD.
  • 17:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,11% terhadap Dollar AS pada level 14.149 IDR/USD.

Debat Vaksin China, Rocky Gerung: Buru-Buru! Yang Terlambat Itu Mikirnya

Debat Vaksin China, Rocky Gerung: Buru-Buru! Yang Terlambat Itu Mikirnya
WE Online, Jakarta -

Stok vaksin Covid-19 asal China akan diterima pemerintah Indonesia pada November 2020. Vaksin yang sudah dibeli pemerintah ada tiga, yaitu Sinovac, Sinopharm, dan Cansino.

Ketiga vaksin itu menurut pemerintah dibeli karena sudah lolos uji klinis fase ketiga. Hal ini jadi pembahasan dalam acara Dua Sisi tvOne 'Simsalabim Vaksin COVID-19' pada Kamis malam, 22 Oktober 2020.

Baca Juga: Untung Jokowi Santai, Kalau Ini Era Soeharto, Rocky Gerung Sudah Hilang!

Dalam acara ini hadir dari pihak pemerintah yakni Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Dany Amrul Ichdan. Dari pihak yang kontra ada pengamat sosial politik Rocky Gerung dan anggota DPR Fraksi Gerindra, Fadli Zon.

Diskusi talkshow ini sering kali memperlihatkan perdebatan. Seperti saat Dany Amrul Ichdan bicara soal 1.620 relawan di Indonesia yang sudah disuntikkan vaksin Sinovac. Dany bilang, pada saatnya jika sudah selesai nanti akan ada riset eksposur untuk melihat secara detail.

"Inilah mitigasi-itigasi para research dari Unpad yang punya standar riset, Bio Farma yang sudah menjadi perusahaan kelas dunia, perusahaan dari 1890 loh itu Bio Farma sudah memproduksi vaksin," kata Dany yang dikutip VIVA pada Jumat (23/10/2020).

Dany meminta agar tak mempersepsikan vaksin buatan China yang tak diterima Brasil. Menurutnya, hal itu karena sikap politik Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang menunda untuk membeli. "Itu kan faktor politis karena ada desakan dari grass root politis," ujar Dany.

Pernyataan Dany itu dipertanyakan Fadli Zon. Sebab, menurutnya, vaksin buatan China masih meragukan. Hal ini seperti sikap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berbeda dengan pemerintah soal vaksin. Bagi Fadli, hal ini penting buat pemerintah agar dapat kepercayaan dari rakyat.

"Nomor satu itu modalnya pemerintah kepercayaan rakyat. Kalau rakyat sudah tak bicara lagi nanti bagaimana," tutur Fadli.

Tak lama giliran Rocky yang dapat kesempatan menyampaikan pandangannya dalam sesi tersebut. Ia menyindir pembelian vaksin ini memang emergency dibikin cepat-cepat seperti pembuatan Omnibus Law UU Cipta Kerja. "Sama kayak Omnibus Law itu dipercepat, buru-buru, yang terlambat itu mikirnya," ujar Rocky.

Rocky heran dengan ucapan Dany soal adanya riset eksposur yang masuk tahapan fase ketiga. Seharusnya, jika siap disuntikan ke jutaan orang maka tak perlu lagi ada riset eskposur. "Kalau sudah selesai buat apa diriset eksposurnya. Itu artinya kita mau tunggu gagalnya vaksin itu. Karena itu logisnya kan," kata Rocky.

Dani menepis argumen Rocky. Kata dia, riset eksposur memang tahapan yang jadi kewajiban ilmuwan. Rocky pun langsung menimpali omongan Dany. Ia bersikeras mestinya riset eksposur sudah tak diperlukan.

"Ngerti saya, tetapi itu bagian tahap ketiga. Kalau sudah dikasih vaksin itu sudah enggak ada eksposur lagi. Tinggal menunggu siapa yang mati dan siapa yang enggak," tutur Rocky.

Merespons Rocky, Dany meminta memahami riset metodologi yang punya tahapan satu sampai tiga, lalu ada monitoring.

"Evaluasi terhadap apa, terhadap relawan itu yang sudah 1.620, ada yang flu enggak, ada yang demam enggak," timpal Dany.

Rocky mengatakan, jika demikian, vaksin itu belum selesai. Ia menyindir bulan November 2020 nanti jutaan orang Indonesia akan jadi sampel terlebih dulu.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Vaksin Corona, China (Tiongkok), Rocky Gerung, Fadli Zon

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,795.45 3,757.58
British Pound GBP 1.00 18,966.47 18,774.93
China Yuan CNY 1.00 2,170.87 2,148.29
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,234.82 14,093.18
Dolar Australia AUD 1.00 10,422.74 10,311.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.06 1,817.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,607.96 10,500.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,903.85 16,734.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,482.95 3,444.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,720.31 13,582.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5652.764 81.108 705
2 Agriculture 1242.319 3.909 24
3 Mining 1605.038 42.110 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.060 26.748 80
5 Miscellanous Industry 1019.264 10.676 53
6 Consumer Goods 1867.172 10.917 60
7 Cons., Property & Real Estate 358.681 5.810 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 959.287 24.113 79
9 Finance 1285.741 12.086 93
10 Trade & Service 666.726 8.434 174
No Code Prev Close Change %
1 RELI 266 332 66 24.81
2 SMBR 645 795 150 23.26
3 MTSM 184 226 42 22.83
4 GGRP 342 420 78 22.81
5 SKLT 1,425 1,710 285 20.00
6 AKPI 314 370 56 17.83
7 ENRG 60 70 10 16.67
8 YPAS 350 408 58 16.57
9 FORU 98 114 16 16.33
10 INDY 1,170 1,360 190 16.24
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 220 198 -22 -10.00
2 KMDS 492 458 -34 -6.91
3 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
4 YULE 350 326 -24 -6.86
5 NICK 322 300 -22 -6.83
6 TAMA 179 167 -12 -6.70
7 PGLI 240 224 -16 -6.67
8 GLVA 394 368 -26 -6.60
9 RONY 274 256 -18 -6.57
10 CSMI 540 505 -35 -6.48
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,030 1,070 40 3.88
2 TLKM 3,220 3,320 100 3.11
3 SMBR 645 795 150 23.26
4 PPRO 67 70 3 4.48
5 BRPT 955 1,045 90 9.42
6 BBNI 5,675 5,900 225 3.96
7 FREN 68 70 2 2.94
8 BBRI 4,020 4,080 60 1.49
9 ADHI 920 1,025 105 11.41
10 ANTM 1,210 1,255 45 3.72