Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,45% pada pembukaan sesi I.
  • 08:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 45,26 USD/barel.
  • 08:33 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Euro pada level 1,1945 USD/EUR.
  • 08:32 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Poundsterling pada level 1,3341 USD/GBP.
  • 08:31 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,91% pada level 29.638.
  • 08:30 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 1,18% pada level 2.621.
  • 08:29 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 1,38% pada level 26.798.
  • 08:28 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,46% pada level 3.621.
  • 08:27 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup negatif 1,59% pada level 6.266.
  • 08:27 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 104,34 JPY/USD.
  • 08:25 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.779 USD/troy ounce.

Flu Spanyol Terbukti Mengurangi Angka Harapan Hidup selama 10 Tahun

Flu Spanyol Terbukti Mengurangi Angka Harapan Hidup selama 10 Tahun
WE Online, Jakarta -

Sebelum virus corona tipe baru menyebar di seluruh dunia, sudah ada virus flu Spanyol yang juga berstatus pandemi. Menurut sejarawan Universitas Indonesia Tri Wahyuning M Irsyam, kondisi pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia saat ini, mirip dengan pandemi flu Spanyol pada 1918-1919.

Penyakit itu juga mewabah di Indonesia, yang pada masa itu disebut Hindia Belanda. Pemerintah kolonial rutin berkeliling menggunakan mobil untuk menyosialisasikan betapa mematikannya virus flu tersebut dan warga diimbau untuk berada di rumah dan menjaga kebersihan.

Tri mengatakan bahwa pada saat itu terdapat perbedaan sudut pandang antara pemerintah kolonial dengan masyarakat Hindia Belanda dalam menanggapi flu Spanyol.

Baca Juga: Ridwan Kamil Ogah Kasih Garansi Vaksin Datang Corona Hilang

“Masyarakat memandang penyakit tersebut bersumber dari alam seperti debu, angin, dan lain-lain. Sementara pemerintah kolonial melihat sumber penularan berasal dari luar, yaitu dari orang-orang pendatang yang menjadi pembawa virus,” ujarnya.

Tri menjelaskan pada masa awal flu Spanyol menyebar, hampir tidak ada pemerintah maupun negara di dunia yang siap meresponsnya. Ketidaksiapan itu terlihat dari penanganan yang lamban.

Ketika penyakit itu mulai mewabah, dengan beberapa orang mulai memperlihatkan gejala-gejala tertentu, para petinggi sejumlah negara seolah-olah abai dengan fenomena yang terjadi di masyarakat.

Begitu pula dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Ketika sudah ada laporan dari daerah melalui telegram yang menyatakan sudah ada banyak korban, di antaranya di Bali dan Banyuwangi, laporan itu tertahan selama berbulan-bulan di lembaga yang secara administratif setara dengan sekretariat negara.

“Karena tidak mendapat tanggapan, pemerintah kolonial di daerah akhirnya menjadi panik dan menyerahkan kepada masyarakat agar bertindak sendiri,” kata Tri.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Hindia Belanda lebih mengandalkan obat-obatan tradisional seperti jamu untuk memulihkan diri. Menginfeksi sekitar 500 juta orang atau sepertiga populasi dunia saat itu dengan perkiraan 50 juta kematian, flu Spanyol disebut wabah penyakit terburuk pada abad 20.

Berdasarkan catatan Pusat Nasional untuk Informasi Bioteknologi, Perpustakaan Nasional Kedokteran AS, ratusan autopsi yang dilakukan pada 1918 menunjukkan bahwa kematian orang-orang disebabkan oleh pneumonia dan kegagalan pernapasan.

Temuan ini konsisten dengan infeksi oleh virus influenza yang beradaptasi dengan baik dan mampu bereplikasi dengan cepat ke seluruh saluran pernapasan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mencatat tingginya tingkat kematian terjadi pada kalangan orang yang berusia kurang dari 5 tahun, 20-40 tahun, serta pada usia di atas 65 tahun.

Angka kematian yang tinggi pada orang sehat, termasuk kelompok usia 20-40 tahun, merupakan ciri unik pandemi ini. Angka kematian pada usia 15 sampai 34 tahun karena influenza dan pneumonia adalah 20 kali lebih tinggi pada 1918 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya

Universitas Stanford mencatat, pandemi influenza ini menyebabkan penurunan drastis harapan hidup secara global. Di AS sendiri, pengaruhnya begitu parah sehingga rata-rata harapan hidup berkurang 10 tahun.

Baca Juga

Tag: Virus Corona, Covid-19

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.80 3,748.03
British Pound GBP 1.00 18,939.57 18,749.71
China Yuan CNY 1.00 2,156.80 2,135.08
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,198.64 14,057.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,501.31 10,395.42
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,831.92 1,813.67
Dolar Singapura SGD 1.00 10,618.19 10,511.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,000.03 16,825.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,491.61 3,453.05
Yen Jepang JPY 100.00 13,670.94 13,531.00
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5612.415 -170.920 705
2 Agriculture 1317.058 28.447 24
3 Mining 1674.088 -3.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.286 -28.789 80
5 Miscellanous Industry 958.275 -39.047 53
6 Consumer Goods 1839.376 -49.225 60
7 Cons., Property & Real Estate 372.398 -6.104 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 945.008 -49.687 79
9 Finance 1259.171 -43.051 93
10 Trade & Service 681.109 -16.238 174
No Code Prev Close Change %
1 TOBA 400 494 94 23.50
2 HRUM 2,290 2,780 490 21.40
3 YPAS 396 462 66 16.67
4 CLAY 1,450 1,690 240 16.55
5 FIRE 386 448 62 16.06
6 DOID 354 410 56 15.82
7 ARGO 1,730 1,990 260 15.03
8 BOSS 143 163 20 13.99
9 HITS 448 510 62 13.84
10 LPKR 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 CSAP 372 346 -26 -6.99
2 LPPF 1,360 1,265 -95 -6.99
3 UNTR 24,725 23,000 -1,725 -6.98
4 INKP 9,325 8,675 -650 -6.97
5 BBSS 115 107 -8 -6.96
6 BMTR 288 268 -20 -6.94
7 MAPI 865 805 -60 -6.94
8 LINK 2,600 2,420 -180 -6.92
9 ADMG 159 148 -11 -6.92
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,460 3,230 -230 -6.65
2 ASII 5,550 5,300 -250 -4.50
3 BBRI 4,270 4,090 -180 -4.22
4 BRIS 1,470 1,430 -40 -2.72
5 DOID 354 410 56 15.82
6 TOWR 1,125 1,095 -30 -2.67
7 BBNI 6,350 6,000 -350 -5.51
8 PGAS 1,490 1,390 -100 -6.71
9 AGRO 570 540 -30 -5.26
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91