Portal Berita Ekonomi Sabtu, 28 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,28% pada level 26.894.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,29% pada level 2.633.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,40% pada level 26.644.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,14% pada level 3.408.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,15% pada level 2.861.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,45% pada level 6.334.
  • 16:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yuan pada level 6,5778 CNY/USD.
  • 16:30 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.090 IDR/USD.

Memanas, Erdogan Jumpai Tanda-tanda Macron Tersesat

Memanas, Erdogan Jumpai Tanda-tanda Macron Tersesat
WE Online, Ankara -

Presiden Turki, Tayyip Erdogan kembali melemparkan serangan terhadap Presiden Prancis, Emanuel Macron. Setelah sebelumnya Erdogan menyebut Macron butuh perawatan mental, kini pemimpin Turki tersebut menyebut Macron telah tersesat.

Sabtu lalu, Erdogan mengatakan Macron memiliki masalah dengan Muslim dan membutuhkan pemeriksaan mental, teguran yang menyebabkan Prancis menarik duta besarnya dari Ankara. Kini, Erdogan mengatakan bahwa Macron sudah tersesat dan meminta pemimpin Prancis itu untuk introspeksi diri.

Baca Juga: Hina Presiden Prancis Karena Lecehkan Islam, Turki Banjir Pujian dari Kelompom Jihad

"Orang yang bertanggung jawab atas Prancis telah tersesat. Dia terus berbicara tentang Erdogan sepanjang hari. Lihatlah diri Anda dulu dan ke mana Anda akan pergi. Saya katakan di Kayseri kemarin, dia adalah kasus dan dia benar-benar harus diperiksa," ucap Erdogan, seperti dilansir Reuters pada Senin (25/10/2020).

Sebelumnya, dalam langkah yang sangat tidak biasa, seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan bahwa Duta Besar Prancis untuk Turki dipanggil kembali dari Ankara untuk berkonsultasi dan akan bertemu Macron untuk membahas situasi setelah pernyataan Erdogan.

"Komentar Presiden Erdogan tidak dapat diterima. Perbuatan yang keterlaluan dan kekasaran bukanlah metode. Kami menuntut agar Erdogan mengubah arah kebijakannya karena berbahaya dalam segala hal," kata pejabat itu. 

Ketegangan antara Erdogan dan Macron bermula saat pemimpin Prancis itu menggambarkan Islam sebagai agama "dalam krisis" di seluruh dunia dan mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengajukan rancangan undang-undang pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

Macron juga mengumumkan pengawasan sekolah yang lebih ketat dan kontrol yang lebih baik atas pendanaan masjid dari luar negeri. 

Erdogan kemudian menyebut dorongan Macron untuk mereformasi institusi Islam di negara itu tidak lain adalah upaya untuk menyerang Muslim.

"Mereka yang peduli dengan kebangkitan Islam menciptakan krisis yang mereka gunakan sebagai alasan untuk menyerang Islam dan menutupi kegagalan mereka sendiri," ucap Erdogan.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Turki, Prancis, Emmanuel Macron, Recep Tayyip Erdogan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Bernadett Szabo

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47