Portal Berita Ekonomi Sabtu, 28 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ketua FP2SB: Pola Inti Plasma Berhasil Jadikan Indonesia Raja Sawit Dunia

Ketua FP2SB: Pola Inti Plasma Berhasil Jadikan Indonesia Raja Sawit Dunia
WE Online, Jakarta -

Mungkin tidak ada yang menyangka, perkebunan kelapa sawit yang dikembangkan melalui program kemitraan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) sejak 40 tahun silam telah berhasil membawa Indonesia menjadi produsen dan eksportir minyak sawit terbesar dunia.

Ketua Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB), Achmad Mangga Barani, mengemukakan bahwa saat itu (tahun 2006), Indonesia sudah menyalip Malaysia. Bahkan, saat ini sawit mampu mendulang devisa negara dan menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Importir Terbesar, Begini Tapak Sawit Berkelanjutan di China

Lebih lanjut Mangga Barani menjelaskan, melalui Inpres No.1 tahun 1986, pemerintah menyiapkan pendanaan melalui bank dan mendatangkan sebanyak 784.007 KK petani plasma dari luar daerah (PIR Transmigrasi) dengan memberikan 2 hektare lahan sawit per KK. Melalui pengembangan PIR inilah, Indonesia berhasil menjadi produsen kelapa sawit terbesar.

Data mencatat, pada tahun 2006 atau sejak Indonesia berhasil menyalip posisi Malaysia sebagai raja minyak sawit dunia, luas lahan sawit Indonesia mencapai 6,59 juta hektare dengan produksi sebanyak 17,35 juta ton. Perihal sumber energi terbarukan, Mangga Barani juga mengatakan, sejak 40 tahun lalu pemerintah sudah berpikir terkait dengan kemandirian energi.

"Jadi sudah dipikirkan, kira-kira apa pengganti minyak bumi dari energi yang terbarukan. Setelah proses sekitar 40 tahun, baru dibuktikan kalau sawit mampu kalahkan minyak bumi dan menjadi alternatif energi terbarukan," kata Mangga Barani.

Menurut Mangga Barani, karena program PIR saat ini sudah tak ada, pemerintah diharapkan dapat meniru pola kemitraan tersebut dalam bentuk lain melalui revitalisasi perkebunan. Salah satunya yakni dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit melalui kemitraan.

"Setiap lokasi pengembangan diarahkan untuk terwujudnya sistem pekebunan yang kompak, serta memenuhi skala ekonomi. Paling tidak setiap KK luas lahannya 4 ha," ujar Mangga Barani.

Tidak hanya itu, Mangga Barani juga menyarankan agar pemerintah memberi jaminan kepastian dan keberlanjutan usaha sawit, melalui pengelolaan kebun dalam satu manajemen. "Selain ada kredit dengan bunga rendah bagi petani, dengan tenggang waktunya sampai tanaman menghasilkan, juga diperlukan petugas pendamping," paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP), Dedi Junaedi, mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Perkebunan sampai saat ini tetap konsisten untuk memberdayakan petani sawit.

"Jadi, kami mendorong petani sawit melalui kemitraan, memberdayakan petani sawit, menguatkan kelembagaan petani, dan mengarahkan budi daya sawit yang berkelanjutan," kata Dedi Junaedi.

Menurut Dedi, untuk menjaga keberlanjutan agribisnis sawit, Ditjen Perkebunan hingga saat ini terus menyelesaikan permasalahan kebun sawit rakyat yang masuk dalam kawasan hutan dan adanya tumpang-tindih pengelolaan agribisnis sawit.

"Saya kira ini sangat penting ditindaklanjuti. Juga tentang kewajiban ISPO bagi petani sawit rakyat sehingga peran pemberdayaan petani sawit sangatlah penting dikedepankan," pungkas Dedi.

Baca Juga

Tag: Agribisnis, Sawit, Kelapa Sawit

Penulis: Ellisa Agri Elfadina

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47