Negara Raup Belasan Triliun dari ORI018, Milenial Investor Terbesar!

Negara Raup Belasan Triliun dari ORI018, Milenial Investor Terbesar! Kredit Foto: Freepik/Indylooker

Pemerintah mengumumkan hasil penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI018 senilai Rp12,97 triliun. Dana hasil penjualan ORI018 tersebut akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, termasuk untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan sebagai instrumen SBN ritel ketiga yang ditawarkan di masa pandemi, ORI018 masih menunjukkan hasil penjualan yang sangat baik.

"Capaian ini terpenuhi meskipun ORI018 ditawarkan dengan kupon terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN ritel dan dengan masa penawaran yang relatif singkat dibandingkan dengan periode penjualan SBN ritel sebelumnya," ucap Luky di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Pasang Alarm! Pekan Depan, Pemerintah Lelang 5 Sukuk, Imbal Hasilnya sampai 8,375%

Bahkan, lanjutnya, untuk mengakomodasi permintaan masyarakat, pemerintah bahkan harus menaikkan kuota penjualan pada sistem e-SBN. Sampai dengan penerbitan SBN ritel yang kelima di 2020 ini, pemerintah berhasil menyerap Rp71,37 triliun.

Ia mengatakan animo masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kebiasaan berinvestasi walaupun di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi.

"Instrumen yang sudah jelas keamanannya seperti ORI menjadi pilihan masyarakat," tegasnya.

Tercatat sekitar 56% dari 26.160 total investor ORI018 merupakan investor yang sudah pernah membeli SBN ritel. Hal ini sejalan dengan tujuan awal penerbitan ORI018 untuk memberikan kesempatan bagi pemilik ORI014 yang jatuh tempo pada Oktober 2020 untuk menginvestasikan kembali dananya ke instrumen serupa.

Selain diminati oleh existing investor, jumlah investor baru ORI018 sebanyak 12.103 investor dengan jumlah nominal pembelian sebesar Rp5,18 triliun. Angka tersebut merupakan 40% dari total nominal ORI018.

Sementara itu, untuk jumlah investor terbesar berasal dari generasi milenial dengan jumlah 9.127 investor, atau 35% dari total jumlah investor.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini