Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:03 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,91% pada penutupan sesi II. 
  • 13:20 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 45,08 USD/barel.
  • 13:07 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 47,59 USD/barel.
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,26% terhadap Euro pada level 1,1958 USD/EUR.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,33% terhadap Poundsterling pada level 1,3367 USD/GBP.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 104,37 JPY/USD.
  • 13:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.787 USD/troy ounce. 

Rocky Gerung Kritik PDIP: Bukan Demokrasi yang Kebablasan, tapi Kedunguan Pemerintah yang Kebablasan

Rocky Gerung Kritik PDIP: Bukan Demokrasi yang Kebablasan, tapi Kedunguan Pemerintah yang Kebablasan
WE Online, Jakarta -

Indikator Politik Indonesia dalam survei terbarunya menemukan, mayoritas publik setuju aparat makin bertindak semena-mena dan beringas terhadap masyarakat yang berbeda pendapat.

Sebanyak 37,9 persen responden menyatakan agak setuju bahwa aparat makin semena-mena. Ada 19,8 persen menilai sangat setuju aparat makin semena-mena terhadap warga yang berbeda pilihan politiknya dengan penguasa.

"Kalau saya gabung sangat setuju dengan agak setuju itu mayoritas, jadi variabel kebebasan sipil itu sepertinya belnya sudah bunyi nih hati-hati," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi daring, Ahad (25/10).

Selain itu, IPI juga merilis sebanyak 47,7 persen responden menyatakan agak setuju bahwa warga makin takut menyatakan pendapat. Kemudian sebanyak 21,9 responden menyatakan, bahwa warga sangat setuju makin takut menyatakan pendapat.

"Lagi-lagi kita ingatkan ada situasi yang di bawah alam sadar masyarakat mulai takut ngomong, padahal dalam konteks demokratis partisipatoris deliberatif, warga itu justru harus di-encourage untuk berbicara, apa pun isinya," kata Burhanuddin.

Menanggapi hal itu, filsuf politik Rocky Gerung mengomentari fenomena rezim Jokowi yang semakin beringas menangkap-nangkapi pihak yang kritis dan berlawan dengan pemerintahan.

"Sebetulnya keadaan ini seperti Republic of Fear, republik ketakutan, kita ada di situ juga. Ukuran peradaban demokrasi kita sudah diperlihatkan oleh Indikator dan Kompas," kata Rocky seperti dikutip dari akun Youtube Hersubeno Arief.

Rocky menambahkan saat ini terlihat jelas kegugupan Istana dalam menghadapi gelombang protes rakyat, terutama menyangkut penolakan RUU Cipta Kerja. Herannya, lanjut Rocky, makin banyak gelombang protes, makin banyak muncul akun bodong yang memuji rezim Jokowi.

"Semakin pemerintah cemas semakin banyak buzzer yang membela yang padahal dulu dibantah sendiri oleh Istana," tuturnya.

Lebih lanjut, mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia itu miris melihat tingkah elite-elite PDIP yang justru terkesan memberangus kebebasan berpendapat dalam iklim demokrasi.

"Bahkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mulai menganggap demokrasi sekarang sudah mulai membahayakan tujuan bernegara. Ajaib, bahwa seolah-seolah penyebab dari kejatuhan legitimasi Jokowi karena kita terlalu demokratis. Mereka pakai istilah seolah-seolah demokrasi yang kebablasan. Dianggap bahwa demokrasi kebablasan, (kenapa) bukan kedunguan pemerintah yang kebablasan, bukan arogansi pemerintah yang kebablasan. Disalahkanlah demokrasi, kita tak habis pikir, suatu partai yang pakai nama demokrasi tapi menyalahkan demokrasi," kritiknya pedas.

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rocky Gerung, Omnibus Law

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5612.415 -170.920 705
2 Agriculture 1317.058 28.447 24
3 Mining 1674.088 -3.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.286 -28.789 80
5 Miscellanous Industry 958.275 -39.047 53
6 Consumer Goods 1839.376 -49.225 60
7 Cons., Property & Real Estate 372.398 -6.104 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 945.008 -49.687 79
9 Finance 1259.171 -43.051 93
10 Trade & Service 681.109 -16.238 174
No Code Prev Close Change %
1 TOBA 400 494 94 23.50
2 HRUM 2,290 2,780 490 21.40
3 YPAS 396 462 66 16.67
4 CLAY 1,450 1,690 240 16.55
5 FIRE 386 448 62 16.06
6 DOID 354 410 56 15.82
7 ARGO 1,730 1,990 260 15.03
8 BOSS 143 163 20 13.99
9 HITS 448 510 62 13.84
10 LPKR 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 CSAP 372 346 -26 -6.99
2 LPPF 1,360 1,265 -95 -6.99
3 UNTR 24,725 23,000 -1,725 -6.98
4 INKP 9,325 8,675 -650 -6.97
5 BBSS 115 107 -8 -6.96
6 BMTR 288 268 -20 -6.94
7 MAPI 865 805 -60 -6.94
8 LINK 2,600 2,420 -180 -6.92
9 ADMG 159 148 -11 -6.92
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,460 3,230 -230 -6.65
2 ASII 5,550 5,300 -250 -4.50
3 BBRI 4,270 4,090 -180 -4.22
4 BRIS 1,470 1,430 -40 -2.72
5 DOID 354 410 56 15.82
6 TOWR 1,125 1,095 -30 -2.67
7 BBNI 6,350 6,000 -350 -5.51
8 PGAS 1,490 1,390 -100 -6.71
9 AGRO 570 540 -30 -5.26
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91