Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:31 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,91% pada level 29.638.
  • 08:30 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 1,18% pada level 2.621.
  • 08:29 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 1,38% pada level 26.798.
  • 08:28 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,46% pada level 3.621.
  • 08:27 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup negatif 1,59% pada level 6.266.
  • 08:27 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 104,34 JPY/USD.
  • 08:25 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.779 USD/troy ounce.
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 26.341.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,49% pada level 3.391.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 1,96% pada level 2.799.
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar AS tertahan terhadap Yuan pada level 6,5781 CNY/USD.
  • 16:14 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.120 IDR/USD.

Akhirnya... Luhut Ngeh: Selama Ini RI Cuma Gali-Gali Terus Ekspor

Akhirnya... Luhut Ngeh: Selama Ini RI Cuma Gali-Gali Terus Ekspor
WE Online, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, saat ini green product menjadi tren di dunia atau global. Karena itu, Indonesia harus cermat memanfaatkan peluang ini dengan mengelola sumber dayanya secara efektif.

Hal itu disampaikan dalam rapat virtual yang antara lain dihadiri oleh perwakilan ITB, UGM, PT INKA, PLN, dan BMKG untuk mendiskusikan berbagai elemen terkait penyusunan strategi hilirisasi SDA Indonesia serta pengembangan green product.

Baca Juga: Luhut Kantongi Rp11 Triliun dari Bank Ekspor Impor AS

Seperti diketahui, green product merupakan produk yang tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungannya, tidak boros sumber daya, tidak menghasilkan sampah berlebihan, dan tidak melibatkan kekejaman pada binatang.

Menurutnya, sebagai negara yang kaya dengan bahan mineral dan sumber energi tidak terbarukan (batu bara) dan terbarukan (hydropower, geothermal), Indonesia harus bisa mengoptimalkan penggunaan SDA tersebut dengan memperoleh nilai tambah yang sebesar-besarnya.

"Sebagai negara kaya dengan mineral dan sumber daya alam, Indonesia harus mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dengan nilai tambah sebesar-besarnya," ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10/2020).

Selama 120 tahun terakhir, tren supercycle dari komoditas seperti base metals serta minyak bumi dan batu bara disebabkan oleh industrialisasi dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan China. Oleh karena itu, penting untuk mendorong hilirisasi SDA mineral di Indonesia.

"Jadi untuk memanfaatkan next supercycle yang diperkirakan akan muncul dari tren perubahan kebijakan yang mengutamakan low carbon emission energy dan green product, global economic recovery, serta proses urbanisasi dari negara-negara berkembang," ungkap dia.

Indonesia akan mengoptimalkan sumber daya energi terbarukan dan rendah emisi seperti hydropower yang dikombinasikan dengan kawasan industri untuk dapat mendorong proses industrialisasi yang menghasilkan produk-produk rendah emisi.

Pemerintah juga akan membentuk tim terpadu lintas K/L untuk menyusun strategi hilirisasi SDA Indonesia serta pengembangan green product, terutama menyiapkan skema insentif dan disinsentif agar mempercepat eksekusi serta keterlibatan sektor swasta.

"Selama ini Indonesia memiliki semua bahan-bahan baku. Kita yang tidak pernah memperhatikan ini, hanya gali-gali dan ekspor. Berbagai jenis base metal memiliki peran tersendiri dalam aktivitas konstruksi dan industri. Ini peluang kita untuk menggerakkan ekonomi dalam negeri," jelas dia.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Luhut Binsar Pandjaitan, Ekspor, energi, mineral

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.80 3,748.03
British Pound GBP 1.00 18,939.57 18,749.71
China Yuan CNY 1.00 2,156.80 2,135.08
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,198.64 14,057.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,501.31 10,395.42
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,831.92 1,813.67
Dolar Singapura SGD 1.00 10,618.19 10,511.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,000.03 16,825.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,491.61 3,453.05
Yen Jepang JPY 100.00 13,670.94 13,531.00
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5612.415 -170.920 705
2 Agriculture 1317.058 28.447 24
3 Mining 1674.088 -3.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.286 -28.789 80
5 Miscellanous Industry 958.275 -39.047 53
6 Consumer Goods 1839.376 -49.225 60
7 Cons., Property & Real Estate 372.398 -6.104 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 945.008 -49.687 79
9 Finance 1259.171 -43.051 93
10 Trade & Service 681.109 -16.238 174
No Code Prev Close Change %
1 TOBA 400 494 94 23.50
2 HRUM 2,290 2,780 490 21.40
3 YPAS 396 462 66 16.67
4 CLAY 1,450 1,690 240 16.55
5 FIRE 386 448 62 16.06
6 DOID 354 410 56 15.82
7 ARGO 1,730 1,990 260 15.03
8 BOSS 143 163 20 13.99
9 HITS 448 510 62 13.84
10 LPKR 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 CSAP 372 346 -26 -6.99
2 LPPF 1,360 1,265 -95 -6.99
3 UNTR 24,725 23,000 -1,725 -6.98
4 INKP 9,325 8,675 -650 -6.97
5 BBSS 115 107 -8 -6.96
6 BMTR 288 268 -20 -6.94
7 MAPI 865 805 -60 -6.94
8 LINK 2,600 2,420 -180 -6.92
9 ADMG 159 148 -11 -6.92
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,460 3,230 -230 -6.65
2 ASII 5,550 5,300 -250 -4.50
3 BBRI 4,270 4,090 -180 -4.22
4 BRIS 1,470 1,430 -40 -2.72
5 DOID 354 410 56 15.82
6 TOWR 1,125 1,095 -30 -2.67
7 BBNI 6,350 6,000 -350 -5.51
8 PGAS 1,490 1,390 -100 -6.71
9 AGRO 570 540 -30 -5.26
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91