Portal Berita Ekonomi Jum'at, 27 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,38% pada pembukaan sesi I.
  • 08:11 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 44,97 USD/barel.
  • 08:10 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 47,80 USD/barel.
  • 08:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1912 USD/EUR.
  • 08:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,3353 USD/GBP.
  • 08:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,10% pada level 2.628.
  • 08:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 0,04% pada level 26.547. 
  • 08:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup negatif 0,44% pada level 6.362.
  • 08:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Yen pada level 104,12 JPY/USD.
  • 08:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.812 USD/troy ounce.

Covid-19 dan Merk Impor, Misi Kopi Liqueur Asli Bali Masuk Pasar

Covid-19 dan Merk Impor, Misi Kopi Liqueur Asli Bali Masuk Pasar
WE Online, Jakarta -

Produk UMKM asal propinsi Bali berupa kopi liqueur siap masuk pasar nasional Indonesia. Produk ini merupakan kombinasi antara kopi Bali dan arak Bali yang sudah dikenal selama ini. Perpaduan dua produk kearifan lokal Bali itu diharapkan bisa mengisi ceruk pasar yang selama ini dikuasai oleh produk impor dan sekaligus menjadi inovasi baru untuk mengangkat kembali potensi ekonomi Bali yang amat terpukul oleh pandemi Covid-19.

Kerjasama pengembangan produksi dan pemasaran kopi liqueur asli Bali tersebut ditandatangani di kantor PT Sarana Bali Ventura (SBV) di Denpasar, Bali, pada Kamis, 29 Oktober 2020. Kerjasama tersebut melibatkan PT Sarana Bali Ventura yang menggandeng perusahaan bisnis inkubasi UMKM, PT Lumina Kaya Indonesia (Kaya.id) yang akan fokus pada kegiatan pemasaran dan promosi produk UMKM binaan SBV ini.

Sementara UMKM yang terlibat dalam produksi kopi liqueur khas Bali ini adalah CV Parta Jaya - yang selama ini memproduksi arak bali di Kabupaten Karangasem - dan Koperasi Sumber Mertha Buana - yang merupakan produsen kopi arabica dan robusta yang berbasis di Kabupaten Badung.

Kerjasama tersebut ditandatangani oleh  Direktur Utama SBV I Made Gunawirawan, Direktur Kaya.id Junita Kartikasari, Direktur CV Parta Jaya Wayan Suantara dan Ketua Koperasi Sumber Mertha Buana Wayan Terima. Hadir pula pada acara tersebut, Komisaris SBV Muhamad Sidik Heruwibowo dan Komisaris Kaya.id Richard Sam Bera.

I Made Gunawirawan menjelaskan, dengan skema kerjasama tersebut, SBV bertanggung jawab pada pengembangan produk yang digarap oleh UMKM binaannya, sementara KAYA.id fokus pada promosi, pemasaran dan pengembangan Brand Kopi Liquer.

“Kami memiliki mimpi besar mengangkat usaha arak dan kopi yang selama ini terpinggirkan, agar bisa naik kelas. Kami ingin mengubah paradigma arak bali dan kopi bali yang masih menjadi tamu di negeri sendiri, menjadi tuan rumah,” ungkap Gunawirawan. 

Sedangkan Nita Kartikasari menyatakan, produk kopi liqueur Bali ini adalah sebuah terobosan baru dengan memadukan dua produk asli Bali, yaitu kopi dan arak Bali. 

"Kami yakin kopi liquer ini akan menjangkau pasar yang lebih besar, baik di Bali maupun di Indonesia, karena selama ini Bali memiliki tradisi meminum kopi, arak, ataupun perpaduan keduanya. Produk perpaduan keunggulan kopi dan arak bali tersebut akan menjadi kopi liqueur kami yakini akan menarik di pasaran," ujar Direktur Kaya.id ini. 

Di sisi lain, Wayan Suantara menyatakan bahwa percobaan produk baru ini sudah dilakukan sejak awal Oktober 2020 dan telah menghasilkan berbagai varian. "Kami siap dengan fasilitas produksi kami yang sanggup mendestilasi sampai 600 liter per hari, dan siap pula untuk ditingkatkan seiring kebutuhan pasar jika diperlukan," ujarnya.

Sementara Wayan Terima pun menyambut baik kerjasama ini karena produk kopi liqueur bisa menjadi potensi pasar yang baru bagi para petani kopi Bali di bawah naungan koperasinya.

Terima mengatakan, "Area petani yang bernaung di kami mencapai 120 hektar dengan produksi tahunan bisa mencapai 200 ton kopi arabica maupun robusta. Jadi pasokan kopi aman, berapapun dibutuhkan kami siap. Jika kerjasama ini bisa dimaksimalkan, ujung-ujungnya akan sangat membantu para petani kopi."

Pasar produk kopi liquer saat ini masih dikuasai oleh produk-produk merk impor, tanpa ada saingan produk nasional. Fakta ini yang dinilai oleh SBV dan Kaya.id masih memiliki potensi bagi merk nasional untuk berkembang, melalui produk UMKM ini. Saat ini potensi pasar untuk produk kopi liquer ada di 2,2 juta jiwa masyarakat Indonesia, yang bernilai Rp 720 miliar per tahun. Kerjasama di tahun pertama ini baru akan menyasar kepada sekitar 10% dari potensi pasar tersebut, atau di nilai Rp 72 miliar.

SBV dan Kaya.id juga sadar bahwa saat ini sedang terjadi kelesuan di pasar akibat dari pandemi Covid-19. Akan tetapi, baik SBV dan Kaya.id juga berkeyakinan bahwa saat ini justru menjadi momentum terbaik untuk masuk ke pasar dan bersiap diri untuk pasar yang diperkirakan pulih di tahun 2021 besok. Produk kopi liquer ini diharapkan akan siap dipasarkan di akhir tahun 2020 ini.

Baca Juga

Tag: Kopi, Ekspor

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto:

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,786.34 3,748.56
British Pound GBP 1.00 19,013.25 18,821.25
China Yuan CNY 1.00 2,162.10 2,140.42
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,200.65 14,059.35
Dolar Australia AUD 1.00 10,454.52 10,347.68
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,832.11 1,813.85
Dolar Singapura SGD 1.00 10,610.96 10,499.10
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,932.86 16,762.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,480.55 3,442.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,612.59 13,470.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5759.916 80.669 705
2 Agriculture 1231.325 -1.049 24
3 Mining 1637.002 32.633 47
4 Basic Industry and Chemicals 895.382 24.112 80
5 Miscellanous Industry 1009.041 15.971 53
6 Consumer Goods 1874.319 16.407 60
7 Cons., Property & Real Estate 368.617 5.657 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 987.173 31.451 79
9 Finance 1307.148 9.800 93
10 Trade & Service 690.456 6.771 174
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 55 74 19 34.55
2 PNSE 790 980 190 24.05
3 KAYU 61 75 14 22.95
4 DAYA 398 488 90 22.61
5 ACST 230 282 52 22.61
6 VIVA 50 61 11 22.00
7 ALKA 252 306 54 21.43
8 TGRA 102 123 21 20.59
9 BCIP 55 66 11 20.00
10 SONA 5,400 6,325 925 17.13
No Code Prev Close Change %
1 FORU 100 93 -7 -7.00
2 EPAC 172 160 -12 -6.98
3 SKLT 1,600 1,490 -110 -6.88
4 TRIM 117 109 -8 -6.84
5 HITS 498 464 -34 -6.83
6 TIFA 442 412 -30 -6.79
7 CBMF 595 555 -40 -6.72
8 NFCX 1,720 1,605 -115 -6.69
9 RONY 240 224 -16 -6.67
10 BKSL 60 56 -4 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,280 3,470 190 5.79
2 IMAS 1,175 1,180 5 0.43
3 DOID 300 342 42 14.00
4 KBAG 54 51 -3 -5.56
5 ACST 230 282 52 22.61
6 TOWR 1,045 1,075 30 2.87
7 BBRI 4,320 4,290 -30 -0.69
8 BUMI 72 76 4 5.56
9 MEDC 474 515 41 8.65
10 PPRO 102 98 -4 -3.92