Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,86% pada level 26.567.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,66% pada level 2.634.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,34% pada level 26.787.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,77% pada level 3.451.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,14% pada level 2.809.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,46% pada level 6.357.
  • 16:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yen pada level 104,24 JPY/USD.
  • 16:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.793 USD/troy ounce.
  • 16:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Yuan pada level 6,5700 CNY/USD.
  • 15:59 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.130 IDR/USD.
  • 15:03 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,91% pada penutupan sesi II. 

Ekonom Bilang UU Cipta Kerja Bisa Lindungi Lahan dan Sejahterakan Petani

Ekonom Bilang UU Cipta Kerja Bisa Lindungi Lahan dan Sejahterakan Petani
WE Online, Jakarta -

Disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) dinilai tetap memprioritaskan perlindungan lahan pertanian. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara. 

Menurutnya, meski semangat utama omnibus law itu adalah penciptaan lapangan kerja, namun jika aktivitas itu harus mengubah peruntukan lahan pertanian, maka pemerintah wajib menggantinya. 

Baca Juga: Sosialisasikan UU Cipta Kerja, Misbakhun Beber Maksud Baik Pemerintah

"Demi kepentingan terbukanya lapangan pekerjaan, alih fungsi lahan pertanian itu mungkin saja terjadi. Tapi pemerintah tetap diikat oleh aturan, bahwa (pemerintah) bertanggung jawab pada produksi pangan dalam negeri," kata Surya Vandiantara.

"Secara tidak langsung itu mewajibkan pemerintah harus membuka lahan pertanian baru untuk mengganti lahan yang sudah dialihfungsikan tadi," lanjutnya. 

Ketentuan tersebut tertuang dalam pasal 31 UU Cipta Kerja yang mengubah pasal 19 UU No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan. Dan, pasal 124 UU Cipta Kerja yang mengubah pasal 44 UU No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Dengan cara seperti itu, menurut Surya, maka penciptaan lapangan kerja dan perlindungan lahan pertanian dapat berjalan beriringan. Meskipun, harusnya pemerintah juga membuat masterplan antara mana kawasan pertanian dan mana kawasan industri.

Selain itu, UU Cipta Kerja juga dinilai berdampak positif pada kesejahteraan petani. Pasalnya, pemerintah diwajibkan untuk memprioritaskan hasil produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional, baru kemudian impor pangan, untuk memenuhi ketersediaan pangan nasional. 

"Jadi bukan impor yang menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi produksi dalam negeri," kata Surya. 

Kondisi itu dinilai Surya akan menjadikan petani sebagai tuan rumah di negaranya sendiri. Karena hasil produksi petani akan mendapatkan pasar yang besar dan diproteksi dari serbuan impor dari luar negeri. 

"Nah, ini artinya petani kemudian akan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, dimana Indonesia itu pasar yang besar dan akan ada jutaan orang yang mengkonsumsi produksi pertanian petani kita sendiri," lanjutnya.  

Surya juga menegaskan, pertanian tetap menjadi perhatian utama pemerintah melalui UU Cipta Kerja. Buktinya, beleid ini juga mewajibkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjamin terwujudnya keamanan pangan. 

"Mulai dari mengutamakan produksi dalam negeri, lalu pemerintah pusat dan daerah juga wajib untuk membina dan mengawasi norma, standar, prosedur dan kriteria keamanan pangan. Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap sektor pertanian," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: UU Cipta Kerja, Ekonomi Indonesia

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Antara/Abriawan Abhe

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5612.415 -170.920 705
2 Agriculture 1317.058 28.447 24
3 Mining 1674.088 -3.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.286 -28.789 80
5 Miscellanous Industry 958.275 -39.047 53
6 Consumer Goods 1839.376 -49.225 60
7 Cons., Property & Real Estate 372.398 -6.104 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 945.008 -49.687 79
9 Finance 1259.171 -43.051 93
10 Trade & Service 681.109 -16.238 174
No Code Prev Close Change %
1 TOBA 400 494 94 23.50
2 HRUM 2,290 2,780 490 21.40
3 YPAS 396 462 66 16.67
4 CLAY 1,450 1,690 240 16.55
5 FIRE 386 448 62 16.06
6 DOID 354 410 56 15.82
7 ARGO 1,730 1,990 260 15.03
8 BOSS 143 163 20 13.99
9 HITS 448 510 62 13.84
10 LPKR 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 CSAP 372 346 -26 -6.99
2 LPPF 1,360 1,265 -95 -6.99
3 UNTR 24,725 23,000 -1,725 -6.98
4 INKP 9,325 8,675 -650 -6.97
5 BBSS 115 107 -8 -6.96
6 BMTR 288 268 -20 -6.94
7 MAPI 865 805 -60 -6.94
8 LINK 2,600 2,420 -180 -6.92
9 ADMG 159 148 -11 -6.92
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,460 3,230 -230 -6.65
2 ASII 5,550 5,300 -250 -4.50
3 BBRI 4,270 4,090 -180 -4.22
4 BRIS 1,470 1,430 -40 -2.72
5 DOID 354 410 56 15.82
6 TOWR 1,125 1,095 -30 -2.67
7 BBNI 6,350 6,000 -350 -5.51
8 PGAS 1,490 1,390 -100 -6.71
9 AGRO 570 540 -30 -5.26
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91