Portal Berita Ekonomi Sabtu, 05 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:41 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,40% pada level 26.835.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,31% pada level 2.731.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,22% pada level 26.751.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,07% pada level 3.444.
  • 16:39 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,62% pada level 2.839.
  • 16:39 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,72% pada level 6.536.
  • 16:38 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yuan pada level 6,5331 CNY/USD.
  • 16:38 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,25% terhadap Dollar AS pada level 14.105 IDR/USD.

Pemasok Bisa Kirim Teknologi Lagi ke Huawei, dengan Syarat ....

Pemasok Bisa Kirim Teknologi Lagi ke Huawei, dengan Syarat ....
WE Online, Jakarta -

Pembatasan terhadap Huawei sedikit melonggar. Menurut laporan terbaru Financial Times, dikutip Sabtu (31/10/2020), mitra Huawei bisa kembali memasok komponen teknologi, tetapi dengan syarat.

Syaratnya, asalkan komponen yang mereka pasok bukanlah peralatan 5G. Lebih khusus lagi, komponen yang boleh dipasok itu tidak tidak akan digunakan dalam peralatan jaringan 5G perusahaan.

"Kami telah menunjukkan bahwa chip untuk perangkat seluler tidak menjadi masalah,” kata seorang eksekutif dari perusahaan semikonduktor Asia ini, seperti yang dilansir dari GSMArena, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga: Trump Masih 'Goreng' Isu Etnis di Kampanye Pilpres, Malah Gak Laku!

Baca Juga: Astaghfirullah! Puting Beliung Landa Sukabumi, Puluhan Rumah Rusak, 3 Hancur Lebur

Untuk diketahui, Amerika Serikat melakukan serangkaian pembatasan perdagangan kepada Huawei. Pemerintah AS melarang perusahaan non-Amerika menjual komponen yang dikembangkan dengan teknologi AS kepada Huawei. Aturan ini dikecualikan bagi  perusahaan yang mendapat persetujuan khusus.

Samsung Display sudah memiliki lisensi untuk memasok ke Huawei. Analis di Jefferies, Lee menulis Sony dan OmniVision juga telah diberi lampu hijau untuk memasok Huawei dengan sensor gambar.

Lee percaya Qualcomm dan MediaTek juga dapat menerima lisensi, yang akan menyelesaikan kekurangan chipset Huawei. Huawei sebelumnya dilarang membeli chip dari Mediatek (yang berkantor pusat di Taiwan) karena diproduksi menggunakan teknologi yang dikembangkan di AS.

Belum ada informasi apakah TSMC akan diizinkan untuk melanjutkan pengiriman, yang akan memungkinkan Huawei untuk terus menggunakan chipset Kirin.

Namun, pakar industri meragukan Qualcomm dan MediaTek akan menerima lisensi untuk melanjutkan pasokan ke Huawei.

Belum jelas apakah perangkat lunak seluler dan layanan online akan menerima kelonggaran juga.  Ini mungkin berdampak besar pada perangkat Huawei dan Honor yang mendapatkan kembali akses ke Layanan Seluler Google.

Bisnis seluler Huawei menyumbang lebih dari separuh pendapatannya. Huawei akan dapat melanjutkan operasi jika rantai pasokan chip pulih. Namun, divisi peralatan jaringan harus bergantung pada stok yang terkumpul sebelum pelarangan karena AS masih menganggap Huawei sebagai ancaman bagi keamanan nasional.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Huawei Technologies Co Ltd, Jaringan 5G, Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Tanayastri Dini Isna

Kredit Foto: REUTERS/Sergio Perez

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,800.27 3,762.36
British Pound GBP 1.00 19,180.14 18,985.06
China Yuan CNY 1.00 2,176.95 2,154.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,252.91 14,111.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.34 10,484.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.73 1,820.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,686.74 10,574.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,308.73 17,133.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,505.39 3,466.25
Yen Jepang JPY 100.00 13,729.80 13,586.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5810.483 -12.459 705
2 Agriculture 1349.078 -33.127 24
3 Mining 1757.336 10.549 47
4 Basic Industry and Chemicals 905.302 0.979 80
5 Miscellanous Industry 1017.388 9.189 53
6 Consumer Goods 1875.745 -1.791 60
7 Cons., Property & Real Estate 381.217 -4.442 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 963.016 -5.222 79
9 Finance 1308.754 -5.995 93
10 Trade & Service 705.473 1.953 174
No Code Prev Close Change %
1 POLA 75 101 26 34.67
2 SMMT 90 121 31 34.44
3 ICON 54 72 18 33.33
4 FIRE 820 1,025 205 25.00
5 IRRA 925 1,155 230 24.86
6 PCAR 390 486 96 24.62
7 CASS 222 276 54 24.32
8 ARTO 3,300 4,050 750 22.73
9 FITT 58 70 12 20.69
10 SOCI 145 174 29 20.00
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 186 173 -13 -6.99
2 BOLT 790 735 -55 -6.96
3 RELI 434 404 -30 -6.91
4 JSKY 264 246 -18 -6.82
5 PTIS 162 151 -11 -6.79
6 DIVA 2,210 2,060 -150 -6.79
7 ARII 444 414 -30 -6.76
8 DFAM 240 224 -16 -6.67
9 ARGO 1,800 1,680 -120 -6.67
10 CBMF 600 560 -40 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ADRO 1,375 1,435 60 4.36
2 BBRI 4,400 4,300 -100 -2.27
3 TLKM 3,300 3,250 -50 -1.52
4 ELSA 364 370 6 1.65
5 TRIN 212 222 10 4.72
6 KAEF 3,500 3,550 50 1.43
7 IRRA 925 1,155 230 24.86
8 PPRO 108 105 -3 -2.78
9 BBKP 332 332 0 0.00
10 BUMI 71 68 -3 -4.23