Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Khofifah hingga Sandiaga Uno Cuma Pemanis Jelang Muktamar PPP

Khofifah hingga Sandiaga Uno Cuma Pemanis Jelang Muktamar PPP Kredit Foto: Posthink.Idn
Warta Ekonomi, Jakarta -

Munculnya nama tiga tokoh di luar PPP dalam bursa calon ketua umum (caketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) disebut hanya pemanis menjelang mantan Muktamar IX pada Desember nanti.

Ketiganya adalah mantan wakil gubernur DKI Jakarta yang juga pengusaha, Sandiaga Uno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta mantan wakil gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan, nama yang berpeluang besar terpilih sebagai ketum PPP tetap Suharso Monoarfa, yang saat ini menjabat pelaksana tugas ketua umum PPP serta Menteri PPN/Bappenas.

Baca Juga: Sandiaga Uno Jadi Rebutan Partai Politik, PPP Tawari Jabatan Penting?

"Saya melihat yang akan terpilih itu Suharso Monoarfa karena dia yang banyak membiayai partai dan juga masih jadi Plt ketum," ujarnya, Selasa (3/11/2020).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini menilai, dengan posisinya sebagai Plt ketum saat ini, memudahkan Suharso untuk melakukan konsolidasi kemenangan. "Walaupun ada nama-nama luar yang beredar, saya berpandangan, ketum PPP yang terpilih akan tetap dari kader internal partai," katanya.

Ujang mengatakan, jika ada tokoh luar dan terpilih maka resistensi di internal akan sangat tinggi. "Internal partai tak akan aman dan nyaman," urainya.

Selain itu, juga akan menjadi preseden buruk bagi PPP dan partai lainnya. Sebab, orang yang tidak berdarah-darah dan beringat di partai, tapi bisa jadi ketum. "Ini kan nanti partai-partai bisa dibeli oleh orang-orang luar itu," paparnya.

Menurutnya, jika pun ada nama-nama luar yang diusulkan oleh DPC dan DPW bakal maju, hal itu bisa saja para ketua DPC dan DPW tersebut ingin memiliki posisi tawar yang tinggi di mata para caketum PPP.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan