Jangan Sampai Kelewatan! Bank Mantap Buka Kesempatan ke Pensiunan Buat Buka Usaha

Jangan Sampai Kelewatan! Bank Mantap Buka Kesempatan ke Pensiunan Buat Buka Usaha Kredit Foto: Ist

PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) bekerjasama dengan Toko Mandiri Indogrosir (TMI) untuk memacu para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri berwirausaha, dalam hal ini para pensiunan tersebut dapat membuka usaha toko yang menjual sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan kerjasama ini penting untuk dilakukan untuk bisa memberikan alternatif jenis usaha bagi para pensiunan, di sisi lain Bank Mantap memberikan kemudahan baik dari sisi modal dan pelatihan yaitu wirausaha mantap sejahtera sehingga diharapkan usaha tersebut dapat tumbuh dengan baik dan mendukung sektor mikro sebagai penopang ekonomi nasional.

“Bank Mantap memberikan modal usaha dengan maksimal plafond hingga Rp 500 juta dengan tenor dapat disesuaikan hingga para pensiunan berusia 75 tahun, atau para pensiunan dapat menabung sebesar Rp 180 juta dengan deposit selama 60 bulan Bank Mantap memberikan paket gratis dan benefit untuk modal toko tersebut”, ujar Josephus, ddalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Baca Juga: Bank Mantap Raih Pinjaman Rp500 Miliar untuk Ekspansi

Disaat yang sama Chief Finance Officer (CFO) Bank Mantap Fajar Ari Setiawan menambahkan dalam kerjasama dengan Indogrosir, Bank Mantap menawarkan dua paket yaitu Paket Silver dan Paket Gold. Paket Silver menawarkan 500 item dagangan dengan senilai Rp 22 juta dan perangkat/peralatan toko dengan luas toko 3X4 M2, sedangkan untuk Paket Gold para nasabah mendapatkan 700 item dagangan dengan luas toko 3X5 M2 serta peralatan-peralatan penunjang toko.

“Pada awal tahun 2021 kami targetkan minimal 50 pensiunan yang dapat berwirausaha toko ini, dengan dukungan jaringan Indogrosir di 25 hub Indogrosir yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi diharapkan dapat memudahkan akses para pensiunan yang ini membuka toko ini diwilayah tersebut”, tutup Fajar.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini