Tegas! Janji Prancis yang Tak Akan Berhenti Perangi Islam Radikal

Tegas! Janji Prancis yang Tak Akan Berhenti Perangi Islam Radikal Foto: Reuters

Perdana Menteri Prancis, Jean Castex, mengatakan pemerintah negara itu akan terus "berjuang tanpa henti" melawan Islam radikal. Hal itu dikatakannya saat memberikan penghormatan kepada tiga korban serangan pisau di kota selatan Nice bulan lalu.

"Kami tahu musuh. Tidak hanya telah diidentifikasi, tetapi memiliki nama, itu adalah Islam radikal, ideologi politik yang menodai agama Muslim," kata Castex dalam pidatonya pada upacara tersebut.

Baca Juga: Emmanuel Macron Klarifikasi Pernyataan Kontroversialnya

"(Ini) adalah musuh yang diperangi pemerintah tanpa henti dengan menyediakan sumber daya yang diperlukan dan memobilisasi semua pasukannya setiap hari," tambahnya seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (7/11/2020).

Serangan Nice terjadi setelah pemenggalan kepala seorang guru sekolah di pinggiran kota Paris pada 16 Oktober oleh seorang pria kelahiran Chechnya yang tampaknya marah oleh gurunya yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW di kelas.

Baca Juga: Sadis, Ini Jejak Berdarah Prancis Selama Menjajah Negara-negara Islam

Serangan di Nice terjadi di tengah kemarahan Muslim di seluruh dunia atas pembelaan Prancis atas hak menerbitkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW.

Seorang pria asal Tunisia meneriakkan "Allahu Akbar" saaat memenggal seorang wanita dan membunuh dua orang lainnya di sebuah gereja di kota pantai Nice pada 29 Oktober lalu sebelum ditembak dan dibawa pergi oleh polisi.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini