Inovasi, Jurus Bisnis Tetap Kinclong di Tengah Pandemi

Inovasi, Jurus Bisnis Tetap Kinclong di Tengah Pandemi Kredit Foto: Freepik

Inovasi menjadi penting untuk pemulihan bisnis dan ekonomi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Avanti Fontana, Dosen dan Fasilitator Strategi Manajemen Inovasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dalam acara yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berjudul "Berinovasi dan Optimis Meningkatkan Usaha di Masa Pandemi" di saluran YouTube, Jumat (5/11/2020).

"Justru pada kondisi penuh ketidakpastian, inovator atau wirausahawan harus terpanggil untuk ikut serta dalam mengatasi perubahan situasi yang tidak hanya cepat namun juga kompleks," katanya.

Namun, inovasi yang berupa produk-produk solutif sendiri seringkali membutuhkan waktu untuk diproduksi.

Baca Juga: Butuh Dana untuk Inovasi, Bos BEI Ajak Startup ke Pasar Modal

"Produk-produk solutif yang dihasilkan wirausahawan bukanlah sesuatu yang dihasilkan tiba-tiba, tapi dilakukan secara sistematis, dan memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah," lanjutnya.

Avanti menambahkan, pemerintah juga perlu berpartisipasi menciptakan regulasi yang kondusif, agar inovasi-inovasi dapat mudah diciptakan dan diterapkan.

"Saya ada data dari Index Inovasi Global yang diterbitkan oleh INSEAD bekerjasama dengan WIPO. Pada tahun 2017-2020, tingkat inovasi Indonesia cukup stabil di angka 30/100. Di tahun 2020, skor Indonesia 26/100. Di sini menunjukkan bahwa betapa besarnya peluang inovasi bisa tumbuh di Indonesia. Itu butuh regulasi yang kondusif” katanya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini