Portal Berita Ekonomi Rabu, 02 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:13 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,51% pada level 26.431.
  • 09:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka melemah 0,26% pada level 3.443.
  • 09:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka melemah 0,26% pada level 2.806.
  • 09:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,16% terhadap Yuan pada level 6,5615 CNY/USD.
  • 09:06 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.120 IDR/USD.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 1,28% pada level 12.355.
  • 09:04 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 44,18 USD/barel.
  • 09:03 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 47,06 USD/barel.
  • 09:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,2069 USD/EUR.
  • 09:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,3409 USD/GBP.
  • 09:01 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,63% pada level 29.823.
  • 09:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 1,22% pada level 2.666.
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,53% pada pembukaan sesi I.
  • 08:58 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka melemah 0,19% pada level 26.735.
  • 08:57 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,13% pada level 3.662.

La Nyalla: Masyarakat Masih Belum Paham Soal Radikalisme

La Nyalla: Masyarakat Masih Belum Paham Soal Radikalisme
WE Online, Surabaya -

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti secara tegas mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat yang memiliki pandangan yang salah sehingga timbul paham radikalisme. Dikatakan La Nyalla sapaannya, mereka, melakukan aksi anarkhis hingga teror dengan dalih agama. Padahal radikalisme dan terorisme tidak terkait sama sekali dengan agama apapun. Baca Juga: Jangan Kaget! FPI Disebut Radikal dan Anarkistis, Habib Rizieq Bereaksi

"Pandangan yang salah ini banyak disebabkan karena mereka tidak mendapatkan informasi yang benar. Mereka juga tidak serta merta melakukan kroscek ketika mendapatkan informasi," tegas  La Nyalla saat Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan tema "Pancasila Sebagai Penangkal Bahaya Radikalisme dan Terorisme"  yang digelar di Surabaya, Minggu (08/11/2020). Baca Juga: Sudah Keterlaluan, Buzzer Sekarang Mainnya sama Mafia Tanah, DPR Bereaksi Begini...

Sementara itu Kepala Bidang Penelitian Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jatim Ucu Martanto mengungkapkan, hasil Riset FKPT Jatim tentang literasi media, kebhinekaan dan radikalisme menunjukkan jumlah masyarakat yang mendapatkan informasi keagamaan dari media sosial menjadi terbesar kedua setelah dari keluarga.

“Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab suburnya paham radikalisme berkembang di Indonesia, temasuk Jatim. Karena para peselancar di medsos ini tidak memahami apakah informasi yang diterima tersebut salah atau benar. Mereka seringkali tidak membaca dan memahami berita yang sampai kepadanya, tetapi justru langsung membagi berita yang diterima,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa tingkat literasi media masyarakat Jatim sangat rendah. Jumlah masyarakat yang mempunya literasi tinggi, mulai dari interes atau ketertarikan terhadap berita, kemudian mambaca dan memahami selanjutnya bandingkan dan setelah itu baru membagi, hanya sekitar 8,2 persen.

"Repotnya, seringkali mereka tidak tahu apa informasi benar atau salah. Para peselancar di media sosial, tidak memiliki literasi yang tinggi terhadap media sosial. Ini potret yang menurut kami sangat mengkhawatirkan," kata Ucu. 

Tetapi yang menjadi hal menarik lanjut Ucu, adalah tingkat indeks kebhinekaan di Jatim sangat tinggi. Indeks pemahaman tentang kebinekaan mencapai 91,1 persen sementara indeks sikap kebhinekaan mencapai  75,7 persen. Sementara Potensi radikalisme di Jatim terbilang kecil, dari sisi pemahaman radikalisme yang dianut mencapai 9,2 persen dan sikap radikalisme mencapai 22,4 persen. Sedangkan dari sisi tindakan yang menjurus ke radikalisme mencapai 3,9 persen.

"Kita punya modal yang cukup besar di tingkat kebhinekaannya, sementara kita punya devisit atau kekurangan di literasi digital serta potensi radikalisme," ungkap Ucu.

Baca Juga

Tag: La Nyalla Mahmud Matalitti, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Terorisme, Radikalisme

Penulis: Mochamad Ali Topan

Editor: Vicky Fadil

Kredit Foto: Mochamad Ali Topan

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5724.742 112.327 705
2 Agriculture 1326.214 9.156 24
3 Mining 1679.701 5.613 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.685 27.399 80
5 Miscellanous Industry 995.700 37.425 53
6 Consumer Goods 1858.130 18.754 60
7 Cons., Property & Real Estate 377.178 4.780 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 949.413 4.405 79
9 Finance 1294.773 35.602 93
10 Trade & Service 692.491 11.382 174
No Code Prev Close Change %
1 GMFI 98 128 30 30.61
2 FIRE 448 560 112 25.00
3 UNIT 153 190 37 24.18
4 TGRA 109 133 24 22.02
5 BIKA 162 196 34 20.99
6 PORT 406 482 76 18.72
7 LMSH 310 368 58 18.71
8 TOBA 494 580 86 17.41
9 SSMS 690 780 90 13.04
10 AGRO 540 610 70 12.96
No Code Prev Close Change %
1 SKLT 1,725 1,605 -120 -6.96
2 YPAS 462 430 -32 -6.93
3 TFAS 160 149 -11 -6.88
4 IBST 8,000 7,450 -550 -6.88
5 TEBE 660 615 -45 -6.82
6 YULE 352 328 -24 -6.82
7 KONI 470 438 -32 -6.81
8 DADA 59 55 -4 -6.78
9 HRME 59 55 -4 -6.78
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 GIAA 378 410 32 8.47
2 TLKM 3,230 3,240 10 0.31
3 BBRI 4,090 4,240 150 3.67
4 DOID 410 412 2 0.49
5 PPRO 92 100 8 8.70
6 PGAS 1,390 1,390 0 0.00
7 BBNI 6,000 6,250 250 4.17
8 AGRO 540 610 70 12.96
9 BRIS 1,430 1,455 25 1.75
10 ANTM 1,145 1,155 10 0.87